MerahPutih.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menekan angka kasus positif corona di daerahnya.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Provinsi DKI Jakarta sudah tiga pekan berturut-turut berada di lima besar penambahan kasus positif mingguan tertinggi.
"Bahkan di pekan ini berada di peringkat pertama," ujar Wiku saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/11/).
Baca Juga:
Pejabat Tertular COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tutup Pelayanan Kantor Dinkes
Wiku berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta aparat penegak hukum di ibu kota dapat menindak tegas pelanggar protokol kesehatan.
"Saya mohon Gubernur DKI Jakarta dan aparat penegak hukum untuk tindak pelanggar protokol kesehatan sesuai peraturan," tegas Wiku.
Wiku merinci, DKI Jakarta naik dari 6.600 kasus pada pekan lalu menjadi 8.537 pada pekan ini.
Artinya, terjadi kenaikan 1.937 kasus positif corona dalam sepekan.
Kemudian, Provinsi Riau naik dari 1.166 pada pekan lalu menjadi 2.033 pada pekan ini. Artinya terjadi kenaikan 867 kasus positif dalam sepekan.
Menurut Wiku, ada banyak hal yang dapat diupayakan oleh pemerintah daerah setempat untuk menekan angka kasus.
Karena itu, ia menginginkan Pemprov DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kapasitas pemeriksaan dan penelusuran kontak untuk mendeteksi kasus COVID-19.
"Terutama orang-orang dengan riwayat perjalanan serta lakukan penelusuran kontak erat dengan masif untuk mendeteksi kasus," ucap dia.
Wiku meminta agar jangan sampai kerja keras selama delapan bulan ini menjadi rusak karena ketidaksabaran , karena ketidakhati-hatian, dan ketidakpedulian baik pemerintah daerah maupun masyarakat.
Wiku juga memaparkan perkembangan kasus pada pekan ini. Kata dia, di level nasional terjadi kenaikan kasus 3,9 persen dibanding pekan sebelumnya.
Baca Juga:
Kenaikan kasus tersebut disumbangkan oleh 5 provinsi tertinggi yaitu DKI Jakarta naik 1.937 kasus dari 6.600 kasus menjadi 8.537, kedua Riau naik 1166 dari 867 menjadi 2.033.
Selanjutnya ketiga, Jawa Timur naik 736 dari 1666 menjadi 2.392, DI Yogyakarta naik 338 dari 281 menjadi 619. Sedangkan kelima Sulawesi Tengah naik 245 dari 111 menjadi 356 kasus.
Wiku meminta pemda dari kelima provinsi tersebut untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi peningkatan kasus karena ini sudah sangat serius.
"Kami melihat tren 5 kasus penambahan kumulatif tertinggi masih konsisten pada 5 provinsi pada pekan ini dan pekan sebelumnya. Tidak ada perubahan secara signifikan," katanya. (Knu)
Baca Juga: