Merahputih.com - DPRD DKI Jakarta menilai Pemprov DKI butuh paradigma baru dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045, khususnya di sektor pariwisata. Hal ini setelah Jakarta akan menyandang status baru menjadi kota bisnis serta pusat ekonomi berskala global.
Mengingat RPJPD itu merupakan acuan kepala daerah dalam menentukan visi misi membangun Jakarta 20 tahun kedepan, maka dengan paradigma baru diharapkan Jakarta bisa lebih matang dalam menyusun program dan anggaran di sektor pariwisata.
Baca juga:
Bertemu Pengusaha UEA, Prabowo Ungkap Pariwisata Indonesia akan Naik 300 Persen
“Ubah paradigma di semua aspek dan sektor. Kalau bicara eksekutif, berarti seluruh OPD (organisasi perangkat daerah -red) harus kita benahi. Makanya dalam menyusun program dan kegiatan termasuk penganggaran harus dengan paradigma baru,” ujar Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail dalam keterangannya, Sabtu (8/4).
Apabila sektor pariwisata tidak melakukan terobosan, maka bukan tak mungkin wisatawan lokal maupun mancanegara enggan berlibur ke Jakarta. Bahkan, berpotensi memilih berlibur ke luar negeri.
“APBD kita besar, tapi ketika menggunakan paradigma business as usual, maka tidak akan memberikan perubahan. Hanya berjalan linier, sementara wilayah lain atau kota besar sudah melakukan lompatan,” kata Ismail.
Baca juga:
Kemenhub Gandeng Korlantas Bahas Regulasi Ramp Check Bus Pariwisata
Ia mengimbau, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI harus berinovasi dalam membuat program baru yang bisa membuat tempat wisata Jakarta dikenal oleh wisatawan mancanegara melalui media sosial.
“Sektor pariwisata tidak hanya bermain atau berkutat pada program lokal saja. tetapi harus berskala global. Bukan mengadopsi budaya luar, tapi budaya lokal kita bisa go internasional. Sekarang kita sudah dimudahkan dan dibantu dengan perkembangan teknolgi informasi. maka manfaatkan itu,” ucap Ismail.