Pemerintah Klaim 5.063 Peserta Program Magang Ditawari Kerja oleh Perusahaan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Pemerintah Klaim 5.063 Peserta Program Magang Ditawari Kerja oleh Perusahaan

Kemnaker Kembali Gelar Program Magang Nasional untuk 420 Ribu Peserta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH telah menjalankan Program Magang Nasional tahap pertama angkatan pertama. Program tersebut menjaring 102,6 ribu peserta di seluruh Indonesia. Proses pendaftaran Program Magang Nasional Angkatan I terbagi ke dalam empat gelombang (batch), yakni batch I sebanyak 14.952 peserta, batch IB sebanyak 1.160 peserta, batch II sebanyak 62.128 peserta, dan batch III sebanyak 24.456 peserta.

Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana mengatakan program ini tidak hanya berhasil meningkatkan taraf ekonomi mereka, tetapi juga membantu mereka memperoleh pekerjaan tetap setelah lulus dari perguruan tinggi.

Menurut hasil evaluasi yang diisi 16.112 peserta batch I dan IB melalui aplikasi MagangHub, sebanyak 5.063 peserta, atau sekitar 34 persen dari total responden, telah menerima tawaran pekerjaan setelah masa magang berakhir.

Program Magang Nasional batch I berakhir pada 19 April 2026, sedangkan batch IB berakhir pada 23 April 2026.

Baca juga:

Kemnaker Kembali Gelar Program Magang Nasional untuk 420 Ribu Peserta



Namun, Kurnia mengatakan evaluasi dan pemantauan pascaprogram untuk batch II dan III masih berlangsung mengingat setiap gelombang baru berakhir pada 23 Mei 2026 dan 16 Juni 2026.

"Sekitar 5.063 orang ditawari langsung untuk bekerja, baik sebagai karyawan tetap maupun karyawan kontrak, oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang," jelas Kurnia kepada wartawan Rabu (24/6).

Selain itu, Kurnia juga memaparkan hasil evaluasi lainnya yang menggunakan sampel sebanyak 65.245 peserta Program Magang Nasional Angkatan I yang mengisi formulir evaluasi melalui aplikasi MagangHub.

Evaluasi tersebut menunjukkan 84,26 persen responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut. Sementara itu, sebanyak 67,13 persen peserta menyatakan bahwa program ini membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi mereka dan keluarganya berkat uang saku yang diberikan pemerintah.

Tak hanya meningkatkan kesejahteraan, Program Magang Nasional juga terbukti meningkatkan kompetensi para peserta.

Berdasarkan hasil evaluasi yang diisi 22.297 mentor program, sebanyak 66,55 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program.

"Peningkatan juga tercatat pada kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan," pungkasnya.(Asp)


Baca juga:

Pemerintah Siapkan Rp 4,14 Triliun Buat Uang Saku 150 Ribu Peserta Magang Nasional

#Kementerian Ketenagakerjaan #Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) #Program Magang Nasional
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim 5.063 Peserta Program Magang Ditawari Kerja oleh Perusahaan
Hasil evaluasi 16.112 peserta batch I dan IB melalui aplikasi MagangHub menyebut 5.063 peserta, atau sekitar 34 persen, telah menerima tawaran pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Pemerintah Klaim 5.063 Peserta Program Magang Ditawari Kerja oleh Perusahaan
Indonesia
Program Magang Nasional Batch 4 Dibuka Juli 2026, Tersedia Ribuan Posisi di Perusahaan dan Instansi Pemerintah
Pemerintah membuka Program Magang Nasional Batch 4 mulai Juli 2026 dengan target 150.000 peserta. Simak syarat, cara daftar, benefit, dan kuota yang tersedia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Program Magang Nasional Batch 4 Dibuka Juli 2026, Tersedia Ribuan Posisi di Perusahaan dan Instansi Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 4,14 Triliun Buat Uang Saku 150 Ribu Peserta Magang Nasional
pemerintah juga membuka kemungkinan skema berbagi biaya dengan perusahaan mitra, dengan sebagian gaji peserta magang turut ditanggung oleh perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Rp 4,14 Triliun Buat Uang Saku 150 Ribu Peserta Magang Nasional
Indonesia
Pemerintah Gelontorkan Rp 6,2 Triliun untuk Magang Nasional dan Korban PHK
Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp 6,2 Triliun untuk Magang Nasional dan Korban PHK
Berita Foto
Kemnaker Kembali Gelar Program Magang Nasional untuk 420 Ribu Peserta
Sejumlah pekerja berjalan kaki saat jam pulang kantor di kawasan pedestrian Jalan Jendral Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 23 Juni 2026
Kemnaker Kembali Gelar Program Magang Nasional untuk 420 Ribu Peserta
Indonesia
Qodari Ungkap Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik
Presiden Prabowo menekankan sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat luas.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Qodari Ungkap Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik
Indonesia
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Pemerintah memutuskan harga MinyaKita tetap Rp 15.700 per liter. Daya beli masyarakat tetap dijaga meski harga minyak sawit dunia naik.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Indonesia
Bakom Tegaskan Program MBG tak Bisa Dihentikan, ini Alasannya
Bakom menegaskan, bahwa MBG tak bisa dihentikan begitu saja. Sebab, program tersebut menjadi janji Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Bakom Tegaskan Program MBG tak Bisa Dihentikan, ini Alasannya
Indonesia
Pemerintah Siapkan Kelas Dapur MBG, Insentif SPPG Bakal Dibedakan sesuai Kinerja
MBG akan menerapkan sistem kelas dapur MBG. Nantinya, insentif SPPG akan dibedakan sesuai kinerjanya.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Kelas Dapur MBG, Insentif SPPG Bakal Dibedakan sesuai Kinerja
Indonesia
Penolakan Pejabat Negara di UGM, Qodari: Demokrasi Harus Mengedepankan Dialog
Kabakom Ri, Muhammad Qodari, menanggapi penolakan sebagian mahasiswa UGM terhadap kehadiran pejabat pemerintah dalam forum diskusi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Penolakan Pejabat Negara di UGM, Qodari: Demokrasi Harus Mengedepankan Dialog
Bagikan