Pemerintah Bisa Pulangkan Dua Pasien Virus Corona

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 08 Maret 2020
Pemerintah Bisa Pulangkan Dua Pasien Virus Corona

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). (FOTO ANTARA/Indra Arief)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Juru bicara pemerintah khusus kasus penanganan virus corona Achmad Yurianto menuturkan, dua pasien positif bisa dipulangkan dari RSPI Sulianti Saroso.

Dia menuturkan, pasien kasus 1 dan kasus 2 dipulangkan jika hasil pemeriksaan laboratorium adalah negatif.

Baca Juga:

Kasus Virus Corona Hampir Sentuh 100 Ribu, Tingkat Kematian Tertinggi di Italia

"Kalau sudah negatif akan dipulangkan," kata Yuri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/3).

Sementara untuk kasus 3 dan 4, kata dia, pasien sudah tak mengalami panas dan pilek, serta batuknya sudah berkurang. Dia menuturkan, perawatan akan terus dilakukan dan diharapkan kedua pasien tersebut akan membaik.

Ia juga mengatakan, ada sembilan orang WNI yang merupakan anak buah kapal ( ABK) Diamond Princess akan dikarantina di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang, Bekasi.

Yuri mengatakan, sembilan orang itu terdiri dua orang WNI yang telah berada di Indonesia, dua orang WNI yang sedang menanti boarding untuk terbang ke Indonesia, dan lima orang WNI yang saat ini masih dirawat di Jepang.

Penanganan pasien virus corona . (Antaranews)
Penanganan pasien virus corona . (Antaranews)

"Hari ini ada 2 (orang WNI) yang sudah tinggal menunggu untuk boarding dan akan terbang ke Indonesia. Kemudian kami berkomunikasi kembali, terakhir 5 orang (WNI) yang dalam dua-tiga hari ke depan juga akan dipulangkan (ke Indonesia) karena kondisinya sudah membaik, " ujar Yuri.

Tak hanya itu, Yurianto menyebut, pemerintah sudah menyiapkan seluruh tim untuk melakukan observasi kepada sembilan WNI ABK Diamond Princess yang akan dikarantina.

"Situasi sudah disiapkan seluruh tim yang melakukan observasi di sana juga sudah kita siapkan jadi tinggal menunggu jalan saja karena run down perancanaan sudah sudah semua," kata dia.

Baca Juga:

Ini Bukti Virus ISIS Lebih Bahaya dari Corona

Yuri menyampaikan, kesembilan orang ini harus menjalani observasi selama 14 hari. Hal ini sesuai standar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia (WHO).

Adapun Bapelkes dipilih menjadi tempat observasi karena lokasi itu merupakan fasilitas milik Kementerian Kesehatan.

"Kita akan melakukan observasi untuk mereka di Bapelkes di Cikarang. Itu miliknya Kementerian Kesehatan," ucap Yuri.

Sebelumnya, pemerintah mengevakuasi 69 WNI di Kapal Diamond Princess yang menjadi episentrum baru penyebaran virus corona. (Knu)

Baca Juga:

Ratusan Warga Tiongkok Dijemput dari Iran, 11 Positif Virus Corona

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan