Pemerintah AS Gugat Twitter soal Privasi Pengguna
Pemerintah AS menuntut Twitter atas penyalahgunaan data pengguna. (foto: pixabay photomix-company)
MEDIA sosial Twitter digugat pemerintah Amerika Serikat terkait dengan tudingan informasi yang menyesatkan soal pamakaian data pengguna untuk iklan.
Gugatan yang didaftarkan di pengadilan Nothern District of Califonia menitikberatkan pada cara Twitter dalam mengurus data penggunanya. Juga bagaimana Twitter tidak memberi informasi ke pengguna mengenai penggunaan data tersebut untuk iklan yang ditargetkan.
BACA JUGA:
Pada gugatan itu, pemerintah Amerika Serikat berfokus pada rentang waktu Mei 2013 hingga September 2019. Selama rentang waktu tersebut, Twitter dituding menyesatkan pengguna dengan menyatakan bahwa data seperti nomor telepon dan alamat e-mail digunakan secara eksklusif untuk melindungi akun Twitter mereka.
Padahal, selama rentang waktu tersebut, data pengguna juga dipakai sebagai informasi untuk para pengiklan. Tujuannya agar bisa menargetkan iklan mereka kepada para pengguna Twitter, sebagaimana dikabarkan laman Phone Arena.
Namun, gugatan pemerintah AS tak sampai di situ. Pemerintah 'Negeri Paman Sam' juga menuduh Twitter gagal dalam memastikan kicauan serta pesan langsung dari akun yang terkunci tidak dapat diakses karyawan twitter.
BACA JUGA:
Tuduhan tersebut berfokus pada fakta bahwa Twitter sudah menipu penggunanya dengan salah mengartikan kontrol apa yang mereka miliki atas akun mereka. Seperti ketika Twitter menyatakan bahwa pengguna bisa mengirim pesan langsung pribadi yang hanya bisa dilihat penerima. Masalahnya, menurut gugatan tersebut, Twitter tidak memiliki fitur perlindungan yang mumpuni untuk memastikan keamanan tersebut. Twitter juga dituduh tidak menutup akses informasi tersebut ke karyawan mereka di divisi tertentu.
Masalah di Twitter tidak hanya itu. Sebelumnya, para pemegang saham Twitter menggugat Elon Musk terkait dengan kekacauan yang disebabkan proses akuisisi. Hal itu berimbas pada gejolak perubahan harga saham perusahaan.
Sejumlah investor mengatakan Musk menghemat USD 156 juta dengan tidak mengungkapkan bahwa dia sudah membeli lebih dari 5 persen Twitter pada 14 Maret.
Para investor menyeret Twitter sebagai terdakwa, dengan alasan perusahaan media sosial berlambang burung biru itu punya kewajiban untuk menyelidiki perilaku Musk. Meskipun tidak meminta ganti rugi dari Twitter.(Ryn)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!
Amazfit Active Max Resmi Hadir di Indonesia, Layar Besar untuk Aktivitas Lebih Maksimal
Samsung Galaxy S26 Sudah Muncul di Geekbench, Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5?
Xiaomi 17 Max Diprediksi Meluncur April 2026, Punya Fitur Layaknya Seri Pro!
Honor X80 Gendong Baterai 10.000mAh, Harga Diprediksi Enggak Sampai Rp 2,5 Juta
Oppo Pad 5 Gebrak Pasar Tablet dengan Bawa Baterai Jumbo 10.050mAh, Siap Maraton Film Tanpa Takut Lowbat
Redmi K90 Ultra Bocor! Gendong Kipas Aktif di Balik Kamera dan Baterai 8.000mAh, Siap Libas Game Berat
OPPO Find N7 Masuk Tahap Pengembangan, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Bocor!