MerahPutih.com - Liam Rosenior bisa menerima paket kompensasi besar usai Chelsea memutuskan untuk memecatnya.
Pemecatan itu terjadi setelah The Blues meraih rentetan hasil negatif selama di bawah kepemimpinannya.
Sejak 1912, Chelsea belum pernah kalah lima pertandingan beruntun tanpa mencetak gol. Lalu, ruang ganti jelas sangat menentang pelatih asal Inggris tersebut, yang tiba di Stamford Bridge pada Januari 2026 lalu setelah ditinggal Enzo Maresca.
Kontraknya sendiri berlaku hingga 2032. Jadi, pemecatan Rosenior akan menjadi operasi bernilai jutaan dolar. Kegagalan lolos ke Liga Champions atau kompetisi Eropa mungkin bisa membuatnya sedikit lebih terjangkau.
Baca juga:
Karier Singkat Liam Rosenior di Chelsea Berakhir, Dipecat di Tengah Krisis
Liam Rosenior Dapat Kompensasi Rp 557 Miliar usai Dipecat Chelsea
Imbas pemecatan tersebut, Chelsea harus Rosenior sebesar 4,6 juta euro (Rp 92,8 miliar) untuk setiap musim yang tersisa dalam kontraknya.
Artinya, totalnya adalah sekitar 27,6 juta euro (Rp 557 miliar). Hal itu mengingat ia menandatangani kontrak selama enam tahun dan mulai bekerja pada Januari 2026 lalu.
Jumlah tersebut sangat besar untuk klub yang terbebani utang. Namun, itu bukanlah pemecatan termahal dalam sejarah Chelsea. Sebab, "kehormatan" tersebut masih dipegang oleh eks pelatih Chelsea, Antonio Conte.
Conte menerima hampir 30 juta euro (Rp 605 miliar) delapan musim lalu, meskipun itu termasuk stafnya. Namun, jumlah itu melampaui pembayaran kepada Jose Mourinho pada 2007, yang diperkirakan menghabiskan sekitar 26,5 juta euro (Rp 534 miliar).
Baca juga:
Superkomputer Prediksi Manchester City Juara Liga Inggris 2025/26, Arsenal Terancam Gagal Lagi
Chelsea telah menjadi mesin pemecatan manajer dan membayar sejumlah besar uang untuk pemecatan Thomas Tuchel (17,2 juta euro atau Rp 347 miliar), Graham Potter (15 juta euro atau Rp 302 miliar), dan Mauricio Pochettino (11,5 juta euro atau Rp 232 miliar) sebelum menjadi pelatih timnas AS.
Setelah pengalaman negatif di masa lalu, Chelsea mungkin telah memasukkan beberapa klausul dalam kontrak Rosenior untuk membuat pemecatannya lebih murah.
Media Inggris menyebutkan, jika tim Inggris tersebut gagal lolos ke Liga Champions musim depan, maka pemecatan pelatih akan lebih murah. Jika mereka sama sekali tidak lolos ke Eropa, maka kompensasinya jadi lebih murah lagi.
Baca juga:
Chelsea Masih Berusaha Lolos ke Liga Champions Musim Depan
Saat ini, The Blues berada di posisi ketujuh klasemen Premier League 2025/26, setelah kalah 3-0 dari Brighton yang naik ke posisi keenam.
Inggris memiliki lima tempat untuk Liga Champions musim depan, yang bisa menjadi enam jika Aston Villa memenangkan Liga Europa dan finis di posisi keenam klasemen Premier League.
Saat ini, Villa berada di posisi keempat atau tiga poin di depan Liverpool dan delapan poin di belakang Brighton. (sof)