MerahPutih.com - Pemberian air putih yang berlebihan bisa jadi faktor yang menyebabkan stunting pada anak. Informasi ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Pondok Indah dr. Radhian Amandito, Sp.A.
"Kapasitas lambung udah biasa sama air putih, jadi rasa mau minum susu atau makan nggak ada, dampak berkepanjangan kalau anak terlalu banyak air putih, kurang kalori jadinya bisa jadi stunting," kata Radhian dalam bincang-bincang kesehatan dilansir Antara, Kamis (1/2).
Radhian mengatakan, anak yang terlalu banyak mengonsumsi air putih akan menjadi lebih kenyang sehingga tidak mau makan atau minum susu.
Baca juga:
Padahal dalam 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari anak dalam kandungan hingga dua tahun, sangat membutuhkan protein baik dari makanan maupun susu.
Ia mengatakan masalah tersebut sayangnya masih sering terjadi. Hal itu karena ibu yang terlalu banyak menerima informasi dari sumber yang tidak valid, sehingga terjadi kebingungan akan arahan yang seharusnya.
Meskipun informasi banyak beredar di internet maupun sosial media dari dokter maupun pemengaruh nyatanya tidak semua bisa diikuti.
Seringkali ibu terlalu dini dalam memberikan MPASI, salah persepsi dalam pemberian buah dan sayur pada anak di bawah satu tahun, dan kurangnya protein hewani seperti susu, keju, atau daging yang menyebabkan anak kurus.
Baca juga:
Wasting dan Stunting jadi Ancaman bagi Terwujudnya Generasi Emas Indonesia
Lebih lanjut Radhian mengatakan, anak yang terlihat aktif pun belum tentu terhindar dari stunting, karena kebutuhan kalori dalam tubuhnya yang tidak adekuat dengan kebutuhan energi untuk anak beraktivitas.
Maka itu, ia menyarankan untuk orang tua mengikuti satu sumber saja dari yang terpercaya, misalnya dari Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.
"Kasus lain MPASI banyak buah dan banyak sayur. yang terjadi kayak keju, santan, daging nggak dikasih. yang ada kurus-kurus saja. Itu salah satunya problemnya banyak informasi jadi bingung yang mana, paling gampang dari satu lembaga, agak susah kalau bergantung pada satu dokter, influencer pasti ada salah-salah," tukasnya.
Radhian menyarankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan stunting di 1000 hari kehidupan anak, juga harus dipahami tidak hanya orang tua namun orang yang ikut mengasuh anak seperti kakek dan nenek.
Informasi yang tepat terkait pemberian makan dengan kalori yang tercukupi dan informasi tumbuh kembang anak dari sumber yang tepat dapat mencegah anak dari risiko stunting. (*)
Baca juga:
Deteksi Dini di Puskesmas dan Posyandu Cegah Kematian Ibu dan Anak Stunting