Pemberian Air Putih Berlebihan Bisa Jadi Faktor Stunting pada Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Februari 2024
Pemberian Air Putih Berlebihan Bisa Jadi Faktor Stunting pada Anak

Anak minum terlalu banyak bisa jadi faktor penyebab stunting. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemberian air putih yang berlebihan bisa jadi faktor yang menyebabkan stunting pada anak. Informasi ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Pondok Indah dr. Radhian Amandito, Sp.A.

"Kapasitas lambung udah biasa sama air putih, jadi rasa mau minum susu atau makan nggak ada, dampak berkepanjangan kalau anak terlalu banyak air putih, kurang kalori jadinya bisa jadi stunting," kata Radhian dalam bincang-bincang kesehatan dilansir Antara, Kamis (1/2).

Radhian mengatakan, anak yang terlalu banyak mengonsumsi air putih akan menjadi lebih kenyang sehingga tidak mau makan atau minum susu.

Baca juga:

Setiap Orang Tua Bisa Cegah Stunting

Padahal dalam 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari anak dalam kandungan hingga dua tahun, sangat membutuhkan protein baik dari makanan maupun susu.

Ia mengatakan masalah tersebut sayangnya masih sering terjadi. Hal itu karena ibu yang terlalu banyak menerima informasi dari sumber yang tidak valid, sehingga terjadi kebingungan akan arahan yang seharusnya.

Meskipun informasi banyak beredar di internet maupun sosial media dari dokter maupun pemengaruh nyatanya tidak semua bisa diikuti.

Seringkali ibu terlalu dini dalam memberikan MPASI, salah persepsi dalam pemberian buah dan sayur pada anak di bawah satu tahun, dan kurangnya protein hewani seperti susu, keju, atau daging yang menyebabkan anak kurus.

Baca juga:

Wasting dan Stunting jadi Ancaman bagi Terwujudnya Generasi Emas Indonesia

Lebih lanjut Radhian mengatakan, anak yang terlihat aktif pun belum tentu terhindar dari stunting, karena kebutuhan kalori dalam tubuhnya yang tidak adekuat dengan kebutuhan energi untuk anak beraktivitas.

Maka itu, ia menyarankan untuk orang tua mengikuti satu sumber saja dari yang terpercaya, misalnya dari Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

"Kasus lain MPASI banyak buah dan banyak sayur. yang terjadi kayak keju, santan, daging nggak dikasih. yang ada kurus-kurus saja. Itu salah satunya problemnya banyak informasi jadi bingung yang mana, paling gampang dari satu lembaga, agak susah kalau bergantung pada satu dokter, influencer pasti ada salah-salah," tukasnya.

Radhian menyarankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan stunting di 1000 hari kehidupan anak, juga harus dipahami tidak hanya orang tua namun orang yang ikut mengasuh anak seperti kakek dan nenek.

Informasi yang tepat terkait pemberian makan dengan kalori yang tercukupi dan informasi tumbuh kembang anak dari sumber yang tepat dapat mencegah anak dari risiko stunting. (*)

Baca juga:

Deteksi Dini di Puskesmas dan Posyandu Cegah Kematian Ibu dan Anak Stunting

#Kesehatan #Anak #Stunting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan