Pemangkasan Eselon PNS Bikin Pemerintah Hemat Rp5 Triliun Lebih

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2020
Pemangkasan Eselon PNS Bikin Pemerintah Hemat Rp5 Triliun Lebih

Menpan RB Tjahjo Kumolo meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/8). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo mengakui pemangkasan eselon pegawai negeri sipil telah membuat pemerintah hemat Rp5,3 triliun.

"Dengan menyederhanakan eselon 3, 4, 5 menjadi fungsional, itu ternyata kami dengan Menteri Keuangan menghitung akan ada penambahan Rp5,3 triliun. Jadi, kalau eselon 3, 4, 5 difungsionalkan, itu malah gajinya lebih minim," ujar Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (5/10).

Namun, dari jauh-jauh hari penyederhanaan birokrasi itu perlu ditata supaya tidak tumpang-tindih. Ia mencontohkan di kepolisian ada jabatan polisi berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP). Sebetulnya itu pangkat untuk polisi dengan jabatan eselon III.

Baca Juga:

Bagikan Link Film Ilegal, Tjahjo Kumolo Minta Maaf

Ketika jabatannya diubah ke jabatan fungsional, polisi itu malah mendapat jabatan lebih tinggi atau sama dengan polisi berpangkat komisaris besar.

Hal itulah, yang diwanti-wanti sehingga penyederhanaan birokrasi di TNI/Polri menjadi lebih lama dilakukan.

"Memang, dengan perampingan birokrasi itu bisa menghemat pengeluaran negara. Namun, Kemenpan-RB harus menata proses tersebut bersama Kementerian Keuangan agar eselon III, IV, V yang dialihkan ke jabatan fungsional menjadi lebih rapi," kata Tjahjo.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Senin.

Selain membahas terkait dengan reformasi birokrasi, raker yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa itu juga membahas evaluasi pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) selama pandemi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengecek Mal Pelayanan Publik, Jumat (28/8). (MP/Ismail)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengecek Mal Pelayanan Publik, Jumat (28/8). (MP/Ismail)

Menteri Tjahjo hadir bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana dan Kepala Komisi Aparatur Negara (KASN) Agus Pramusinto.

Tjahjo mengatakan bahwa penyelenggaraan seleksi CPNS 2019 dengan memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya dengan meminimalikan mobilisasi antardaerah dan mengurangi pengumpulan massa.

Lebih lanjut, pelaksanaannya dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah No. 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga:

Inspeksi Pelayanan di Kantor Polisi, Tjahjo: Polresta Surakarta Jadi Barometer

Turut hadir dalam rapat kerja tersebut Wakil Kepala BKN Supranawa Yusuf, dan Deputi bidang Sistem Informasi Kepegawaian ASN (Sinka) BKN Suharmen.

Berikutnya, sebagaimana dikutip Antara, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Rini Widyantini, Deputi bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa, Plt. Deputi bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjinarko, serta para pejabat di lingkungan Kementerian PANRB, BKN, dan KASN yang hadir secara virtual. (*)

#Tjahjo Kumolo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan