Pelaku Kekerasan 2 Wartawan di Bandung Terancam 5 Tahun Penjara

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 02 Mei 2019
Pelaku Kekerasan 2 Wartawan di Bandung Terancam 5 Tahun Penjara

Sejumlah lembaga pers ikut dalam aksi May Day (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fotografer Tempo Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) mengalami kekerasan oleh anggota Polrestabes Bandung. Kekerasan terjadi saat keduanya meliput aksi Hari Buruh Internasional di Gedung Sate, Bandung Jawa Barat.

Kejadian bermula pukul 10.30 WIB, Reza dan Prima sedang berkililing sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara Polisi dengan massa yang didominasi baju hitam-hitam.

Saat bentrok antara massa dengan polisi terjadi, Reza dan Prima langsung mengambil gambar dengan kamera. Ketika Reza mulai beralih mengambil gambar momen yang lain, tiba-tiba secara mendadak dirinya dipiting oleh anggota Polrestabes Bandung. Saat dipiting, polisi tersebut membentak Reza sambil merampas kamera yang dibawanya.

Perampasan kamera disertai juga dengan tindak kekerasan pemukulan ke bagian lutut dan tulang kering Reza. Padahal saat dipukul dan kamera miliknya dirampas Reza berkali-kali mengatakan kalau dirinya adalah Jurnalis yang dibuktikan dengan ID Card yang dibawanya.

Ilustrasi wartawan

Begitu juga dengan Prima yang sempat disekap oleh 3 polisi Polrestabes Bandung. Prima mendapat ancaman dan foto-foto dari kameranya dihapus oleh polisi bersangkutan. Saat pengancaman terjadi, salah satu anggota polisi tersebut sempat melontarkan kalimat ancaman kepada Prima.

Dengan merujuk pada kronologis di atas, sudah secara jelas anggota Polrestabes Bandung secara jelas melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap kedua Jurnalis, Prima dan Reza.

Tindakannya jelas terbukti sebagai tindak pidana penganiayaan dan kekerasan sesuai Pasal 351 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan (sesuai ayat 1).

"Apabila mengakibatkan luka-luka berat dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun," kata Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis, Sasmito Madrim, Kamis (2/5).

Ilustrai. (pixabay/Engin_Akyurt)

Lanjut Sasmito, kekerasan ini juga merupakan bentuk tindakan penghalang-halangan kerja jurnalistik sesuai Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman hukuman 2 tahun dan denda Rp 500 juta.

Ia pun mendesak Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung untuk menindak dan melakukan proses hukum terhadap anggotanya yang melakukan penganiayaan, kekerasan, dan upaya penghalang-halangan kerja jurnalistik.

"Sekaligus mendesak pihak Profesi dan Pengamanan Polrestabes Bandung untuk memecat anggotanya itu," jelasnya

Sasmito pun mendorong berbagai pihak khususnya aparat penegak hukum untuk menjaga dan menghormati kerja-kerja jurnalis sebagaimana dijamin dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Asp)

#Kekerasan Jurnalis #Kekerasan Wartawan #May Day #Hari Buruh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Dewan Pers bergerak cepat menghubungi pimpinan redaksi Republika dan Tempo TV guna memastikan kondisi terkini para jurnalis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 19 Mei 2026
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Polda Jabar menetapkan enam tersangka kerusuhan May Day di Bandung. Mayoritas pelajar, terbukti lakukan pembakaran dan perusakan fasilitas publik di Tamansari.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Indonesia
Ketika Prabowo Ingatkan Massa Buruh Cewek, Gue Presidennya Bukan Teddy
Peringatan Hari Buruh di Monas diwarnai momen unik saat Presiden Prabowo Subianto berseloroh kepada massa buruh yang bersorak untuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Ketika Prabowo Ingatkan Massa Buruh Cewek, Gue Presidennya Bukan Teddy
Indonesia
Polda Metro Jaya Cegah Upaya Penyusupan yang Ingin Buat Rusuh saat May Day 2026
Polda Metro Jaya mengedepankan pelayanan pengamanan yang humanis, persuasif, dan edukatif.
Dwi Astarini - Sabtu, 02 Mei 2026
Polda Metro Jaya Cegah Upaya Penyusupan yang Ingin Buat Rusuh saat May Day 2026
Indonesia
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Aksi perusakan tersebut meliputi pembakaran banner, perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Indonesia
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Akibat aksi itu, tiga kaca pecah diduga dilempar menggunakan batu berukuran besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Indonesia
Peringatan May Day, Pemkot Jamin Memperjuangan Hak dan Kesejahteraan Buruh
Melalui Dinas Ketenagakerjaan Solo, Walkot Solo akan menyurati perusahaan-perusahaan yang belum memberikan gaji layak dan jaminan tak sesuai.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Peringatan May Day, Pemkot Jamin Memperjuangan Hak dan Kesejahteraan Buruh
Indonesia
Tegaskan Potongan Ojol Jadi di Bawah 10 Persen, Presiden Prabowo: yang Keringat Ojol, aku Dapat Duit, Sorry Ye
Kepala Negara menegaskan tidak setuju dengan besaran pemotongan dan meminta agar potongan ojol dikurangi di bawah 10 persen.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Tegaskan Potongan Ojol Jadi di Bawah 10 Persen, Presiden Prabowo: yang Keringat Ojol, aku Dapat Duit, Sorry Ye
Bagikan