PBNU Minta BPIP Dipertahankan, Lembaganya Diperkuat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 17 November 2025
PBNU Minta BPIP Dipertahankan, Lembaganya Diperkuat

Ilustrasi PBNU. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Legislasi (Baleg) DPR, tengah menyusun RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Rumadi Ahmad menilai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tetap diperlukan sebagai lembaga negara.

Ia meminta lembaga tersebut harus diperkuat secara kelembagaan. Di mana, penguatan kelembagaan BPIP harus diawali dengan penentuan tugas dan fungsinya secara jelas.

Menurutnya, logika pembentukan lembaga negara semestinya dimulai dari kebutuhan fungsi, baru kemudian menentukan bentuk dan tingkatan lembaganya.

Baca juga:

RUU BPIP Amanatkan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Calon WNI

“Kalau menggunakan tertib logika, kita perlu pikirkan dulu tugas dan fungsi apa yang akan diberikan. Baru setelah itu menentukan jenis kelembagaannya,” ujar Rumadi.

Ia mengatakan, bentuk kelembagaan BPIP sangat bergantung pada mandat yang diembannya. Bila tugas dan fungsi BPIP tidak cocok sebagai lembaga independen seperti KPK, maka bentuk itu tidak perlu dipaksakan.

Sementara opsi menjadi Lembaga Negara Non Struktural (LNS) dinilai kurang tepat karena statusnya yang cenderung lemah dan umumnya hanya dibentuk melalui peraturan presiden.

Menurut alumnus IAIN Walisongo Semarang itu, pilihan paling masuk akal adalah menjadikan BPIP sebagai Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) yang dibentuk berdasarkan undang-undang.

Ia menilai format tersebut akan memperkuat legitimasi sekaligus memastikan keberlangsungan tugas BPIP dalam jangka panjang.

“BPIP sejak awal memang LPNK, tetapi dibentuk berdasarkan Perpres. Kalau tetap LPNK namun dibentuk dengan undang-undang, posisi kelembagaannya akan jauh lebih kuat,” tegasnya.

Rumadi juga menegaskan, BPIP tetap dibutuhkan sebagai leading sector dalam urusan ideologi negara, meski pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga.

Guru Besar Pemikiran Politik Hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah ini mengibaratkan peran BPIP seperti sektor utama dalam penegakan hak asasi manusia yang koordinasinya berada di Kemenkumham, meski implementasinya tersebar di banyak lembaga lain.

“Persoalan Pancasila tidak hanya tugas BPIP, tetapi leading sector-nya tetap harus ada,” ujarnya.

BPIP diperlukan untuk memastikan internalisasi nilai-nilai Pancasila, termasuk memastikan pejabat publik memiliki pemahaman ideologis yang memadai sebelum menduduki jabatan tertentu.

“BPIP menjadi leading sector-nya, meskipun implementasinya nanti menyebar ke kementerian dan lembaga lainnya,” pungkasnya. (Pon)

#PBNU # NU #Pancasila
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Gus Salam Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU, Keliling Daerah Cari Dukungan
KH Nurul Huda Djazuli menginginkan pengurus PBNU selalu bersatu, rukun dan kompak, mengingat organisasi ini merupakan tempat berkumpulnya para ulama
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gus Salam  Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU,  Keliling Daerah Cari Dukungan
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit
NU memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga bangsa, terutama ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan masa-masa sulit. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit
Indonesia
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai tidak produktif dan jumlahnya terlalu banyak. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Indonesia
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Untuk tema muktamar nantinya intinya juga sama yakni menjaga maruah NU dan memperkaya khidmat untuk kemasyarakatan bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Muktamar NU 2026 Dipastikan Digelar Agustus, Usulan di NTB, Jatim, Jabar dan Sumbar
Indonesia
PBNU Selesaikan Polemik Kepemilikan Tambang di Konbes Al Falah Ploso
Terdapat empat aspek di dalam peraturan perkumpulan tentang pengelolaan aset tambang yang ditetapkan di Konbes Al Falah Ploso
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
PBNU Selesaikan Polemik Kepemilikan Tambang di Konbes Al Falah Ploso
Indonesia
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU
Kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap organisasi yang telah membesarkannya.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Upacara berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Indonesia
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila sebagai pegangan bangsa Indonesia di tengah konflik global.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Indonesia
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang menjaga keutuhan bangsa sejak Indonesia merdeka.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Bagikan