PBNU Dukung Pemberantasan Radikalisme yang Berkemanusiaan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Said Aqil Siradj. (MP/Yohanes Abimanyu)
MerahPutih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung pemberantasan radikalisme yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan, dan bukan melalui pendekatan kekerasan.
"Pemerintah perlu bersikap dan bertindak tegas mengatasi persoalan radikalisme dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan ketahanan lingkungan berbasis keluarga," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam Muhasabah 2017 dan Resolusi 2018 PBNU di Jakarta, Rabu (3/1).
Untuk itu, menurut Said Aqil, Kementerian Agama perlu mengambil peran lebih aktif sebagai pemimpin atau leading sector dalam penanganan radikalisme agama.
"Terutama mengembangkan wawasan keagamaan yang nasionalis melalui pembobotan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, dan pengelolaan program strategis seperti bidik misi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," katanya.
Selain itu, peran Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) perlu dioptimalkan dalam pemantapan ideologi Pancasila di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), kementerian dan lembaga-lembaga pemerintah nonkementerian, BUMN, dan TNI serta Polri.
Menurut PBNU, untuk menangkal ideologi radikalisme harus melalui gerakan terstruktur, masif, dan komprehensif yang melibatkan berbagai aspek, yakni politik, keamanan, kultural, sosial-ekonomi, hingga agama.
"Faktor agama menyumbang radikalisme melalui pemahaman bahwa Islam menuntut institusionalisasi politik melalui negara Islam atau khilafah Islamiyah," kata Said Aqil.
Ajaran ini akan membuat orang Islam di mana pun untuk berontak terhadap kekuasaan yang sah meski kekuasaan itu tidak menghalangi bahkan memfasilitasi pelaksanaan ibadah seperti salat, puasa, zakat, dan haji.
"Ideologi pemberontakan ini menghalalkan kekerasan yang bisa mewujud nyata jika kondisi politik dan kekuatannya memungkinkan," kata Kiai Said Aqil. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Bantah Laporkan Panji Pragiwaksono ke Polisi, PBNU: Pelapor Bukan Bagian dari Kami
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Gus Yahya Tegaskan Konflik PBNU Telah Selesai, Kepengurusan Kembali Kesemula
Hasil Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU Sudah Final, Islah Dua Kubu Harus Terjadi
2 Kubu Berkonflik di PBNU Dikabarkan Sepakat Gelar Muktamar
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf Sampaikan Persiapan Jelang Muktamar ke-35 PBNU
Musyawarah Kubro di Lirboyo Didorong Jadi Jalan Islah Pengurus PBNU
Gus Yahya Siap Laksanakan Keputusan Musyawarah Kubro demi Islah NU
Gus Yahya Tolak Hasil Rapat Pleno, Ingatkan Tertib Anggaran Dasar
Gus Yahya Tidak Masalah Muktamar NU Mau Digelar Besok, Asal Syarat Terpenuhi