Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Paus Bungkuk Berbobot 36 Ton Ditemukan Mati di Probolinggo

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 07 Juni 2018
Paus Bungkuk Berbobot 36 Ton Ditemukan Mati di Probolinggo

Paus Bungkuk yang terdampar di Probolinggo (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bangkai paus bungkuk yang terapung di perairan laut terdampar di Pantai Duta Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6). Bangkai mamalia laut itu pertama kali ditemukan oleh seorang pelajar sekolah dasar negeri (SDN) Randutatah, Muhammad Rian pada Selasa (5/5) sore saat memancing di tepi pantai. Awalnya ia menduga bangkai paus itu sebagai perahu yang terbalik.

"Awalnya saya menduga itu perahu terbalik di tengah laut dan saya kemudian menyampaikan kepada orang-orang di desa, namun setelah dilihat agak dekat, ternyata ikan paus yang terdampar," kata Rian di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Salah seorang warga Desa Randutatah, Sutik, mengatakan posisi bangkai paus tersebut awalnya cukup jauh dari bibir Pantai Duta, namun lama-kelamaan bangkai tersebut semakin mendekat ke garis pantai hingga menyebabkan banyak warga yang berkerumun melihat pauas tersebut.

"Saat awal ditemukan, bangkai itu berjarak sekitar 20 kilometer dari bibir pantai, namun keesokan harinya, semakin ke tepi sampai berjarak 50 meter dari bibir pantai dan bangkai paus tersebut kini semakin dekat bibir pantai," katanya dikutip Antara.

Paus Bungkuk (wallhere.com)

Informasi yang dihimpun, bangkai paus itu memiliki panjang sekitar 10 meter dan jenisnya yakni paus bungkuk atau paus baleen dan berdasarkan keterangan warga, mamalia laut sejenis itu pernah ditemukan di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pada Oktober 2017.

Sementara Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Probolinggo Wahid Noor Aziz mengatakan pihaknya sudah melihat bangkai paus itu dari jarak dekat dengan menggunakan perahu dan diperkirakan paus itu sudah mati sejak 4-5 hari yang lalu.

"Untuk ukuran paus bungkuk, paus yang mati itu masih tergolong remaja karena paus bungkuk dewasa memiliki panjang 12-16 meter dengan berat 36 ton," tuturnya.

Ia mengatakan paus yang mati tersebut memiliki bentuk tubuh yang istimewa dengan sirip dada panjang dan kepala menonjol. "Hewan mamalia itu adalah hewan akrobatik, sehingga sering muncul di permukaan air dan biasanya paus bungkuk jantan mengeluarkan bunyi seperti lagu yang terdengar selama 10 sampai 20 menit dan diulang untuk beberapa jam pada satu waktu," katanya. (*)

#Probolinggo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akhirnya Jaksa Hentikan Kasus Guru Honorer Rangkap Jabatan, Alasannya Bukan Perbuatan Tercela
Guru honorer itu diketahui juga merangkap jabatan sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) dan diduga merugikan negara Rp 118 juta.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Februari 2026
Akhirnya Jaksa Hentikan Kasus Guru Honorer Rangkap Jabatan, Alasannya Bukan Perbuatan Tercela
Indonesia
Tanah Longsor 100 Meter Timpa Jalan di Probolinggo, Tembok Rumah Warga Jebol
Bencana tanah longsor menutup akses jalan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Rabu (18/2).
Wisnu Cipto - Kamis, 19 Februari 2026
Tanah Longsor 100 Meter Timpa Jalan di Probolinggo, Tembok Rumah Warga Jebol
Bagikan