MerahPutih.com - Kuala Lumpur menjadi tempat yang istimewa bagi Patrick Deyto, kiper Filipina. Dua belas tahun setelah menjalani debut internasional bersama Filipina di kota tersebut, kiper berusia 36 tahun itu akhirnya menutup kariernya bersama tim nasional di tempat yang sama.
Keputusan itu diambil Deyto setelah Filipina kalah 0-1 dari Malaysia pada ASEAN Championship 2026 atau sebelumnya dikenal Piala AFF. Pertandingan tersebut menjadi penampilan terakhirnya sekaligus mengakhiri perjalanan internasional selama 12 tahun dengan 22 caps bersama The Azkals.
Dari Debut hingga Laga Perpisahan di Kuala Lumpur
Deyto menjalani debut bersama Filipina pada Maret 2014 saat menghadapi Malaysia di Kuala Lumpur. Setelah lebih dari satu dekade, ia kembali ke kota tersebut untuk memainkan pertandingan terakhirnya bersama tim nasional.
Momen itu menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan internasionalnya. Deyto menganggap kembalinya ke Kuala Lumpur sebagai kesempatan untuk mengakhiri kariernya dalam sebuah lingkaran yang istimewa.
Baca juga:
Deyto sebenarnya ke Piala AFF 2026 tidak sebagai pilihan utama. Setelah mengalami cedera serius yang membuatnya absen cukup lama pada 2024, ia harus berada di bangku cadangan dan kalah bersaing dengan Quincy Kammeraad.
Namun, kesempatan kembali datang ketika pelatih Carles Cuadrat mempercayainya sebagai starter dalam dua pertandingan melawan Thailand dan Malaysia. Meski Filipina harus menelan kekalahan dalam kedua laga tersebut, Deyto berhasil menutup perjalanan comeback-nya dengan kembali tampil di level internasional.
Kondisi Fisik Sudah Tidak Memungkinkan
Setelah pertandingan melawan Malaysia, Deyto mengakui kondisi fisiknya mulai memberikan tanda bahwa sudah waktunya berhenti. Ia pun merasa puas karena masih mendapat kesempatan membela negaranya setelah melewati periode panjang akibat cedera.
Selama memperkuat Filipina, Deyto tampil dalam sejumlah edisi Piala AFF dan membantu tim mencapai semifinal pada 2014, 2018, dan 2024. Ia juga memiliki pengalaman bermain di luar negeri, termasuk bersama sejumlah klub di Thailand.
Kini, Filipina memasuki fase regenerasi di posisi penjaga gawang dengan sejumlah nama seperti Quincy Kammeraad, Enrico Mangaoang, dan Kevin Ray Mendoza. Sementara bagi Deyto, kekalahan dari Malaysia justru menjadi akhir yang penuh makna.
Baca juga:
Memulai debut internasional di Kuala Lumpur pada 2014, Deyto akhirnya mengakhiri perjalanan 12 tahun bersama Filipina di kota yang sama pada 2026. (*)