Merahputih.com - Timnas Thailand tak mau larut dalam kekecewaan setelah kalah 0-2 dari Vietnam pada leg pertama final ASEAN Championship 2026. Kekalahan justru dijadikan sebagai bahan bakar untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di kandang Vietnam, Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (25/8).
Pelatih Anthony Hudson menilai Thailand sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang pada pertandingan pertama. Menurutnya, penampilan gemilang kiper Vietnam yang terpilih sebagai Man of the Match menjadi bukti bahwa Thailand memberikan tekanan serius.
Kami memang kalah 0-2, tetapi kami menciptakan banyak peluang. Kami memiliki peluang jelas untuk mencetak gol dan bahkan ada situasi yang mungkin menjadi penalti. Penjaga gawang lawan menjadi Man of the Match dan itu menggambarkan pertandingan dengan baik,
ujar Hudson.
Thailand Tak Gentar, Target Juara Tetap Terjaga
Hudson menegaskan bahwa Thailand tidak terpengaruh oleh perayaan Vietnam bersama suporter setelah kemenangan di leg pertama. Ia menghormati sikap tersebut, tetapi menilai timnya harus menjadikan rasa kecewa sebagai motivasi.
Baca juga:
Timnas Vietnam Memiliki Keunggulan 2-0 atas Thailand, Kim Sang-sik Belum Yakin 100 Persen Juara
Pertandingan belum selesai. Kami harus percaya pada penampilan kami. Besok kami harus bermain tanpa rasa takut, penuh determinasi, dan menunjukkan kualitas kami,
tegasnya.
Pelatih asal Inggris itu menyadari Vietnam memiliki persiapan lebih matang karena menjalani pemusatan latihan lebih panjang dan bahkan berlatih di Korea Selatan. Namun, ia menilai situasi Thailand dan Vietnam berbeda karena pertandingan berlangsung pada periode pramusim klub.
Thailand pun bertekad tampil lebih tajam di depan gawang. Hudson meminta anak asuhnya kembali menciptakan banyak peluang seperti pada leg pertama, tetapi kali ini harus lebih efektif dalam penyelesaian akhir.
Kami datang untuk berjuang, bukan sekadar menyelesaikan pertandingan. Kami harus menciptakan situasi dan menjawabnya melalui penampilan kami di lapangan,
kata Hudson.
Sementara itu, kapten Thailand Sarach Yooyen tetap percaya timnya mampu membalikkan defisit dua gol. Ia menegaskan tidak ada istilah tim utama atau cadangan ketika seorang pemain sudah membela negaranya.
“Kami memang kalah 0-2 pada pertandingan pertama, tetapi saya masih percaya kami bisa meraih kemenangan dan membawa trofi pulang ke Thailand,” ujar Sarach.
Sarach juga menyebut para pemain Thailand terus berkembang sepanjang turnamen. Ia memastikan seluruh skuad memiliki satu target yang sama, yakni memenangkan gelar ASEAN Championship 2026.
Baca juga:
Saya tidak merasa ada tekanan. Kami memiliki keyakinan bahwa kami bisa menang besok. Jika saya tidak salah, saya belum pernah kalah dari Vietnam ketika bermain tandang. Semoga rekor ini tetap bertahan besok,
katanya.
Thailand kini membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol untuk memastikan gelar. Sementara kemenangan dua gol akan membuat agregat kembali imbang dan membuka peluang pertandingan berlanjut ke babak tambahan atau adu penalti, tergantung regulasi kompetisi. (*)