Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Fashion

Patek Philippe, Jam Tangan Bergengsi Favorit Ratu Victoria hingga Cardi B

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 07 Februari 2022
Patek Philippe, Jam Tangan Bergengsi Favorit Ratu Victoria hingga Cardi B

Jam tangan Patek Philippe telah lama jadi favorit selebritas dunia.(highsnobiety.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DARI Joe DiMaggio hingga Albert Einstein, Putri Diana hingga Victoria Beckham, produsen jam Patek Philippe telah lama menjadi favorit selebritas. Namun, reputasi jam tangan dari Swiss ini telah berubah secara tak terduga dalam beberapa tahun terakhir.

Menyebut label mewah mungkin bukan hal baru dalam dunia hip-hop, tetapi referensi lirik untuk Patek Phillippe meledak pada 2017. Tahun itu, sepertiga lagu di Billboard Hot 100 menyebutkan merek jam tangan itu, demikian menurut situs musik Genius.

Travis Scott ngerap tentang two-tone Patek miliknya, Cardi B 'membanjiri' jam tangan miliknya dengan berlian, dan Gucci Mane menyarankan bahwa dia 'gon' make this crooked judge try throw the book at me'. Young Thug, Migos, dan Future semuanya menyebutkan jam tangan Patek Philippe mereka, sedangkan Lil Uzi Vert memiliki kedekatan dengan jenama jam tangan itu sehingga ia merilis dua lagu untuk menghormatinya: Patek dan New Patek.

BACA JUGA:

Intip 3 Gaya Berbusana Rihanna dan A$AP Rocky yang Stylish Banget

Fenomena tersebut bertepatan dengan lonjakan minat yang lebih luas dalam dunia kolektor jam tangan. Demikian disampaikan Nick Marino, wakil presiden senior konten di majalah jam tangan daring, Hodinkee.

“Karena Patek Phillipe selalu menjadi salah satu merek jam tangan paling bergengsi, masuk akal bahwa itu akan menjadi salah satu yang dibicarakan semua orang,” katanya seperti diberitakan CNN.

"Rapper itu pintar. Mereka tahu apa arti status dan tahu apa arti eksklusivitas. Kamu mungkin mengharapkan rapper berbicara tentang Richard Mille, karena itu merupakan merek jam tangan muda, mencolok, 'OKB' -- dan rapper juga menyukainya -- tapi saya suka, ternyata mereka menyukai merek jam tangan kuno," tambahnya.

"Dengan memosisikan diri mereka sebagai pelanggan Patek, para rapper mnempatkan diri mereka dalam garis keturunan elite yang dapat ditelusuri kembali ke abad ke-19. Itulah kekuatannya," jelas Marino.

Warisan turun-temurun

cardi B
Sepertiga lagu di Billboard Hot 100 pada 2017 menyebut jam tangan Patek Philippe, termasuk Cardi B. (abegmusic.com)

Posisi jenama jam tangan ini dalam budaya pop berbeda jauh dari iklan Generations pada 1990-an, yang menampilkan sebagian besar orangtua kulit putih dan anak-anak mereka memiliki ikatan dengan pusaka turun-temurun yang berharga. Iklan yang tak terlupakan itu membantu membangun slogan yang terkenal, "Kamu tidak pernah benar-benar memiliki Patek Philippe. Kamu hanya merawatnya untuk generasi berikutnya."

Memang, menurut Sharon Chan, direktur jam tangan di rumah lelang Bonhams di Hong Kong, posisi Patek Philippe di zeitgeist merupakan 'tanda yang sangat positif' untuk masa depannya.

"Lima sampai delapan tahun yang lalu, jam tangan Patek Philippe kebanyakan dibeli klien yang lebih tua. Tapi baru-baru ini, itu semua ialah generasi muda -- generasi kedua atau (keturunan) ketiga dari klien kolektor pertama yang kami miliki," katanya melalui telepon kepada CNN.

"Gaya koleksi dan jenis (jam tangan yang mereka minati) sangat berbeda. Dulu, kolektor berpengalaman mencari versi produk yang paling rumit. Saat ini, mereka cenderung memilih fungsi dengan tampilan lebih sederhana atau yang terbuat dari bahan unik. Kalau dulu 80 persen jam tangan Patek Philippe yang kami jual (terbuat dari) logam mulia, sekarang kebanyakan pelanggan meminta yang berbahan stainless steel," kata Chan.

“Jarang sekali, jam tangan benar-benar turun begitu saja ke generasi berikutnya. Namun, itu merupakan merek yang menghubungkan beberapa generasi bersama,” tambahnya.

Jam tangan termahal di dunia

patek philippe
Gaya koleksi 5-8 tahun lalu sangat berbeda, kolektor berpengalaman mencari versi paling rumit. (luxurywatchesbrand.com)

Fiksasi selebritas dengan Patek Philippe mungkin hanya mencerminkan statusnya sebagai pembuat jam tangan paling mahal di dunia. Setidaknya jika catatan lelang menjadi ukurannya.

Jenama jam tangan ini ini bertanggung jawab atas delapan dari 10 jam tangan termahal yang pernah dijual dalam lelang, termasuk Reference 1518 dari baja tahan karat yang terjual lebih dari 11 juta franc Swiss (Rp171.330.881.810) dan versi jam tangan emas merah muda yang melampaui perkiraan untuk dijual hampir USD 9,6 juta (Rp138.345.120.000) pada September lalu.

Dianggap sebagai salah satu jam tangan mekanik paling rumit yang pernah diproduksi, Patek Philippe Henry Graves Supercomplication menjadi jam tangan termahal di dunia ketika dijual seharga 23,2 juta franc Swiss (Rp361.305.435.480) pada 2014.

Rekor itu dipecahkan secara komprehensif lima tahun kemudian oleh Patek Philippe yang belum pernah dipakai. Grandmaster Chime 6300A-010, dibuat khusus untuk lelang amal di Jenewa, yang menghasilkan 31 juta franc Swiss (Rp482.778.814.650).

Didirikan di Jenewa sebagai Patek, Czapek & Cie (nama saat ini diadopsi setelah salah satu pendiri Polandia Antoni Norbert Patek bermitra dengan orang Prancis Adrien Philippe), merek tersebut mengklaim telah membuat jam tangan 'tanpa gangguan' sejak 1839. Ratu Victoria termasuk di antara klien awal pembuat jam. Ia membeli salah satu jam tangan 'tanpa kunci', yang pertama di dunia yang beroperasi tanpa pembubutan sebelumnya, di Pameran Besar London pada 1851.

Teknologi baru akan terus menopang daya tarik Patek Philippe di antara orang-orang kaya dan terkenal di era itu. Pada 1868, perusahaan memproduksi apa yang diyakini sebagai jam tangan pertama di dunia untuk Countess Koscowicz Hungaria. Klaim yang dibantah saingannya, Breguet, yang mengatakan arloji tahun 1810 yang dibuat untuk Ratu Napoli merupakan yang pertama di dunia.

Patek Philippe telah dianugerahi lebih dari 100 paten, dari mekanisme kalender abadi pertama untuk jam tangan saku hingga jam tangan 'zona waktu' yang menampilkan jarum jam kedua untuk jet-setter internasional.(aru)

#Fashion #Jam Tangan #Jam Tangan Mewah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Fashion
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fenomena sepatu pink di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa warna pink mendominasi ajang bergengsi tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fashion
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Sejak awal didirikan, LAKON hadir dengan cita-cita melestarikan budaya supaya perajin Indonesia naik kelas.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Sewindu Perjalanan LAKON Indonesia, Bertumbuh Bersama Industri Fashion Tanah Air
Bagikan