ORANG yang mengalami hati berlarut-larut cenderung terkena sindrom takotsubo atau sindrom patah hati.
Galau karena patah hati tidak baik, segeralah move on! Mengapa demikian karena dari tinjauan medis sama sekali tidak baik. Selain sama buruknya dengan serangan jantung. Bahkan dapat menyebabkan kerusakan otot jantung.
Sindrom ini biasanya disebabkan oleh rasa kehilangan yang sangat dalam dan menyebabkan sakit dada, sesak nafas dan pingsan. Gejala yang sama yang muncul ketika mendapat serangan jantung.
Sampai sekarang masih dianggap bahwa efek yang dirasakan hanyalah sementara. Namun hal itu dibantah oleh penelitian yang dibuat oleh University of Aberdeen. Patah hati ternyata berdampak pada pemompaan jantung.
Dengan menggunakan MRI mereka mengamati pemompaan jantung yang pergerakannya melambat sewaktu memompa dan gerakan memeras menurun. Sebagain otot jantung menjadi mengkerut yang menyebabkan kehilangan elastisitasnya.
Dr Dana Dawson, peneliti pengobatan kardiovaskular mengatakan umumnya orang menganggap takotsubo cardiomyopathy akan sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan media. Ia menegaskan di laman The Sun, bahwa dampak jangka panjangnya akan terasa . Meskipun demikian ia mengatakan harus dicari penyebabnya dan membuat jantung normal kembali.
Professor Metin Avkiran dari British Heart Foundation menegaskan bahwa penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pasien yang memiliki sindrom takotsubo ini memiliki beragam abnormal aspek fungsi jantung. Hal ini baru diketahui empat bulan setelah patah hati. (psr)