Wisata Indonesia

Pariwisata Pulau Dewata Mulai Meninggalkan Paradigma Tiga S, Apa Maksudnya?

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Selasa, 07 Juni 2022
Pariwisata Pulau Dewata Mulai Meninggalkan Paradigma Tiga S, Apa Maksudnya?

Pariwisata Bali mulai menggeliat setelah pemerintah melonggarkan pembatasa sosial. (Foto: Pixabay/Innokurnia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BALI kini mulai beralih meninggalkan tiga S (sun, sea, and sand atau matahari, laut, dan pasir). Pemerintah, menurut Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, telah mengembangkan wisata spiritual untuk memikat wisatawan mancanegara datang dan berlama-lama menetap di Pulau Dewata. Selain wisata spiritual, juga dikembangkan wisata ekologis, dan wisata keolahragaan.

“Dulu, tiga S. Kami beralih pada ketenangan, spiritualitas, dan keberlanjutan. Dengan cara ini kami mendapatkan kualitas lebih baik dan dampak lebih baik bagi ekonomi lokal,” kata Sandiaga Uno kepada Yvonne Man dan Rishaad Salamat dari Bloomberg Television.

Baca juga:

Kemenparekraf Dukung Desainer Indonesia di London Design Biennale

Bali menjadi salah satu daerah paling terdampak pandemi karena saat diberlakukannya pembatasan sosial dengan pelbagai istilah jumlah wisatawan berkurang drastis. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, mengutip data BPS, turun hingga 99,99 persen dari semula sebanyak 552.403 di bulan Desember 2019 menjadi hanya 22 orang saja di bulan Agustus 2020.

Jumlah penumpang pesawat rute internasional tiba di Indonesia berkurang tajam dari 1,5 juta orang pada Desember 2019, turun menjadi 450 ribu atau 1,15 juta orang pada Januari 2020. Jumlah ini bahkan lebih rendah 15 persen dibandingkan Januari 2019.

Wisata spiritual, ekologis, dan keolahragaan akan jadi daya tarik baru di Bali.(Foto: Pixabay-Madebynastia)

Secara historis, mengutip data LPEM FEB UI, jumlah kedatangan wisatawan asing di bulan Februari sebelum pandemi umumnya mengalami penurunan sekitar 200 ribu orang dari akhir tahun sebelumnya. Namun, pada Februari 2020 saat pandemi wisatawan asing turun hingga 500 ribu orang dari Desember 2019.

Imbas merosotnya jumlah wisatawan tersebut, tingkat okupansi hotel di Bali pun menurun tajam dari 63 persen di Desember 2019 menjadi 46 persen di Februari 2020. Jumlah tersebut jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan tingkat okupansi di Februari 2019 mencapai 56 persen.

Baca juga:

Kemenparekraf Ajak Musisi Berkarya dengan Inspirasi Budaya Indonesia

Sebelum pandemi, ekonomi Bali berjalan cukup baik dengan catatan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,63 persen (yoy) di tahun 2019, lebih tinggi daripada nasional sebesar 5,02 persen (yoy).

Kini, mengingat kasus harian COVID-19 sudah menurun, pemerintah telah membuka akses bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati wisata di seluruh tempat di Indonesia, termasuk Bali.

bali
Jumlah wistawan datang ke Bali mulai membesar. (Foto: Unsplash/Arty)

Kedatangan wisatawan mancanegara pun melonjak 500 persen menjadi 111.000 pada April, atau menjadi penghitungan bulanan tertinggi sejak pandemi. Saat wisata mulai kembali menggeliat, menurut Sandiaga, memantapkan kembali program visa jangka panjang bagi pelancong terutama pekerja jarak jauh atau pengembara digital agar dapat tinggal lebih lama selama lima tahun di Indonesia merupakan jalan terbaik.

“Sekarang dengan penanganan pandemi dan semua kementerian terlibat dan bekerja sama dari sisi kesehatan ke kantor imigrasi, kami percaya ini jadi waktu paling tepat untuk meluncurkan kembali ide ini,” kata Sandiaga.

Pemrosesan visa jangka panjang nan disederhanakan, sambungnya, akan membuat penerbangan menjadi lebih sering sehingga membantu memikat karyawan global nan perusahaannya mempersilakan mereka bekerja dari mana saja untuk menetap di lokasi wisata favorit.

Diharapkan kebijakan visa jangka panjang dapat mengembangkan pariwisata lokal. (Foto: Unsplash/Alec Favale)

Sekitar 95 persen dari pengembara digital atau karyawan bekerja dari mana saja, lanjutnya, ketika disurvei mengatakan Indonesia khususnya Bali jadi tujuan “top of mind” mereka untuk pekerjaan jarak jauh.

Sandiaga menaksir akan ada 3,6 juta pelancong asing kembali ke Indonesia setelah pembatasan sosial dilonggarkan, sehingga membantu menciptakan lebih dari 1 juta pekerjaan. (*)

Baca juga:

Kemenparekraf Lakukan Persiapan Pemulihan Pariwisata Indonesia

#Bali #Wisata #Wisata Bali
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Buron Pembunuhan Brutal Rumania Kabur ke Indonesia, Pelariannya Berakhir di Bali
Buron internasional asal Rumania, Zuleam Costinel Cosmin (33) bersama dua rekannya terlibat kasus pembunuhan brutal di Rumania.
Wisnu Cipto - 1 jam, 29 menit lalu
Buron Pembunuhan Brutal Rumania Kabur ke Indonesia, Pelariannya Berakhir di Bali
Indonesia
Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana
Provinsi Bali resmi memberlakukan lockdown atau pelarangan lalu lintas ternak sapi dan kerbau keluar masuk Kabupaten Jembrana
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana
Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
Getaran gempa terasa di wilayah Kuta Selatan, Kuta, Denpasar, hingga Jembrana
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Bali pada 9-12 Januari 2026.
Frengky Aruan - Kamis, 08 Januari 2026
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Indonesia
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
Hingga saat ini arus Natal dan Tahun Baru terpantau cukup terkendali. Sekitar 64 persen masyarakat telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
Bagikan