Pantas Bisa Menang Adu Penalti, Begini Cara Inggris Melawan Kutukan Itu

Thomas KukuhThomas Kukuh - Rabu, 04 Juli 2018
Pantas Bisa Menang Adu Penalti, Begini Cara Inggris Melawan Kutukan Itu

Harry Kane saat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kolombia. (Twitter Resmi timnas Inggris, @England)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Publik dan fans timnas Inggris boleh jumawa. Tim kesayangannya sukses melaju ke perempat final Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor akhir 4-3 di Stadion Spartak, Moskow, Rabu (4/7) dini hari WIB.

Sejatinya Inggris punya catatan buruk dengan adu penalti. Rekornya sangat buruk. Dari 12 pertandingan terakhir Inggris di turnamen internasional, enam di antaranya mereka selalu kalah lewat adu penalti.

Tim berjuluk Three Lions itu hanya sekali menang penalti saat melawan Spanyol di Piala Eropa 1996.

Bahkan, pelatih Inggris Gareth Southgate juga punya mimpi buruk dengan adu penalti. Dia gagal mengeksekusi gawang Jerman pada semifinal Piala Eropa 1996.

Tendangan Southgate begitu mudah diamankan kiper Jerman Andreas Kopke.

Karena gegalan Southgate itu, Inggris harus terhenti di babak semifinal setelah kalah 5-6 pada babak adu penalti dengan Jerman. "Saya berada dalam skuat Inggris yang tampil pada semifinal Piala Eropa 1996. Pencapaian tersebut adalah yang pertama di kompetisi internasional sejak 1990. Namun kegagalan saya membuat Inggris kalah dari Jerman dan tersingkir,” katanya seperti dilansir The Daily Star.

Falcao
Jordan Henderson menghadang Radamel Falcao (Foto: FIFA.com)

Tapi pengalaman itulah yang membuatnya memperiapkan Inggris untuk bisa memenangkan adu penalti melawan Kolombia di babak 16 besar. "Saya punya beberapa dekade untuk memikirkan peristiwa itu baik-baik," kata Southgate beberapa waktu lalu seperti dilansir CNN.

Dia lantas menekankan anak asuhnya bahwa adu penalti bukan ditentukan oleh kebetulan. Tapi soal teknik yang membutuhkan waktu untuk dipelajari dan disempurnakan. “Ini bukan soal peluang, tapi bisa melakukannya di bawah tekanan,” kata penggawa Inggris Marcus Rashford.

Timnas Inggris di bawah asuhan Southgate memang tak main-main berupaya mematahkan kutukan adu penalti. Mereka sudah berlatih penalti sejak Maret lalu. Bahkan, latihannya pun menggunakan skenario bak adu penalti sesungguhnya. Para pemain belajar berjalan dari garis tengah lapangan menuju titik putih. Juga melatih tendangannya.

Bahkan, Southgate menggunakan analisis video serta uji psikometrik untuk mencari algojo-algojo terbaik.

Selain itu, dalam sesi latihan tersebut, kiper-kiper Inggris pun mempelajari kebiasaan lawan-lawannya. Berdasarkan catatan, kiper utama Jordan Pickford pernah menyelamatkan lima dari 30 penalti. Kiper cadangan Jack Butland pernah menyelamatkan empat dari 25 kesempatan. Sedangkan Nick Pope pernah menggagalkan tiga dari 13 penalti.

Alhasil kerja keras tidak pernah bohong. Dengan tempaan Southgate itu, Inggris berhasil mematahkan kutukan adu penalti dan menyingkirkan Kolombia.

Pickford
Aksi heroik Kiper Timnas Inggris Jordan Pickford menggagalkan tendangan Bacca (Foto: FIFA.com)

Dalam pertandingan itu, algojo Inggris yang berhasil mencetak gol adalah Harry Kane, Marcus Rashford, Kieran Trippier, dan Eric Dier. Hanya Johan Henderson yang gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya diblok David Ospina.

Sedangkan algojo Kolombia yang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik adalah Falcao, Juan Cuadrado, Luis Muriel. Sementara algojo Kolombia yang gagal adalah Mateus Uribe yang tendangan menatap tiang dan Carlos Bacca yang tendangannya dipatahkan Jordan Pickford.

Dengan hasil ini, Harry Kane dkk menghadapi Swedia di babak perempat final. (*)

#Piala Dunia #Piala Dunia 2018 #Timnas Inggris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Timnas India awalnya terdaftar sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Olahraga
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, meninggalkan jabatannya kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Olahraga
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
Bagikan