Pandangan Pelatih Ganda Putra Seputar German Open, All England, Hingga Aturan Servis

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 13 Maret 2018
Pandangan Pelatih Ganda Putra Seputar German Open, All England, Hingga Aturan Servis

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Foto: PBSI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pelatih kepala ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, memberikan komentar seputar penampilan tim ganda putra di German Open 2018

Dalam kejuaraan ini, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di final kembali takluk untuk yang keempat kalinya oleh Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), dengan skor 16-21, 18-21. Sementara itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja berpasangan kembali, dikalahkan Fajar/Rian di babak semifinal. Pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro terhenti di babak kedua.

Herry juga menyikapi aturan standard tinggi servis 115 cm yang diberlakukan oleh BWF dan mulai diuji coba di German Open 2018 dan All England 2018. Simak juga penuturan Herry mengenai peluang pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dalam mempertahankan gelar All England yang mereka raih tahun lalu.

Apa yang terjadi dengan Fajar/Rian di final German Open 2018?

Sebetulnya di awal mainnya normal, sudah benar, setelah servisnya dinyatakan fault sebanyak lima kali, konsentrasi Fajar agak terganggu. Dia jadi fokus ke servisnya, bola kedua ketiganya jadi agak kagok.

Saya tanya Fajar, dia bilang iya memang jadi terganggu. Sedangkan menurut saya, di pasangan ini playmaker nya Fajar, dia lebih dominan untuk mengatur cara mainnya.

Selain itu, Fajar/Rian banyak bikin kesalahan terutama di atas angka 16, pemain Jepang banyak dapat poin gratis.

Dalam empat pertemuan, Fajar/Rian belum pernah menang dari Inoue/Kaneko, apa kendala yang dialami saat berhadapan dengan pasangan Jepang ini?

Kedua pasangan ini sekelas, kekuatannya imbang. Kelebihan pasangan Jepang ini mainnya safe, sabar, jarang bikin kesalahan sendiri. Kalau mau dapat poin dari mereka, kita harus benar-benar membunuh.

Fajar/Rian selama di German Open mainnya bagus, sesuai yang diharapkan. Di final, mungkin ada faktor sudah tiga kali ketemu kalah terus, tetapi saya menilainya tidak begitu. Menurut saya, pola mainnya nggak jalan. Di pertemuan yang akan datang, saya sudah punya strategi baru untuk Fajar/Rian supaya mengalahkan Inoue/Kaneko.

Sebetulnya Fajar/Rian di German Open itu sudah bagus hasilnya, mereka kalah di final itu bagi saya bukan gagal.

Bagaimana dengan Hendra/Ahsan dan Angga/Rian?

Penampilan di German Open 2018 masih on track dan sesuai harapan, akan tetapi masih ada yang harus diperbaiki. Hendra/Ahsan ini pemain senior, dari segi mental bertanding dan pengalaman sudah cukup lah. Tetapi yang harus diperhatikan itu kesegaran fisik, kekuatan otot dan kecepatan.

Mungkin mereka tidak bisa disamakan dengan Kevin/Marcus atau Fajar/Rian, karena sudah usia, jadi kecepatan menurun. Nah, ini yang harus disiasati, bagaimana ke depannya bersaing dengan pemain-pemain muda. Menurut saya sih, tidak terlalu banyak PR nya.

Angga/Rian masih belum konsisten, kadang bagus, kadang tidak. Dengan pengalaman, jam terbang mereka, saya rasa kemajuannya tidak signifikan. Kita lihat di All England seperti apa, walaupun harus ketemu Kevin/Marcus di babak pertama.

Bicara soal peluang di All England, ganda putra menjadi andalan Indonesia untuk meraih gelar, bagaima komentar anda?

Untuk Hendra/Ahsan, saya kira penentuannya di babak kedua, melawan Zhang Nan/Liu Cheng (Tiongkok). Tetapi mereka juga harus waspada dari babak pertama, lawan pasangan Belanda (Jacco Arends/Ruben Jille), juga harus hati-hati. Kalau bisa lewat babak kedua, ada harapan lah.

Soal Kevin/Marcus, sebelum saya berangkat ke Jerman, memang masih ada cedera sedikit di tangan Marcus, Kevin juga. Tetapi di sisa persiapan seminggu terakhir, saya rasa sudah membaik, walaupun tidak seratus persen. Mereka juga tahu dengan kondisi seperti ini, biasanya mereka akan mensiasati dengan perbedaan strategi permainan. Tapi juga kita harus tahu, Kevin/Marcus belum pernah merasakan aturan servis yang baru.

Kevin/Marcus kalau mereka servisnya aman, saya rasa tidak terlalu ada kendala di All England 2018. Sebelum berangkat ke Jerman, kami sudah tiga kali mendatangkan hakim servis ke pelatnas untuk menilai servis Kevin/Marcus dan hasilnya aman.

Paling Marcus satu dua kali fault, itu masih normal, karena sebelum ada aturan ini mereka kan juga suka di-fault satu dua kali, terutama Kevin. Tetapi dari tiga sesi pertemuan dengan hakim servis Indonesia tersebut, mereka bilang servis Kevin tidak ada masalah. Namun kita lihat saja kenyataan di pertandingan sesungguhnya.

Bagaimana komentar anda soal aturan servis yang baru?

Ini merugikan untuk semua pemain, khususnya ganda. Kita harus mencari solusinya, jangan sampai kita terlalu lama menyalahkan aturan baru ini, bagaimanapun juga, aturan ini harus dijalani dan kita harus beradaptasi.

Dengan uji coba di German Open 2018 kemarin, menurut saya, semua balik lagi ke service judge nya. Jadi kita bergantung pada seseorang, bisa saja dibilang kemenangan ditentukan oleh service judge.

Seperti Fajar main dari babak pertama sampai semifinal German Open itu servisnya aman, tetapi kenapa di final bisa disalahkan sampai lima kali? Saya lihat posisinya servisnya sama, tingginya sama, semua sama, tapi service judge beda orang.

Jadi yang menentukan itu service judge, peluang human error juga besar. Kalau perlu ada hawk eye juga, jadi kalau dinyatakan salah, kita bisa challenge dengan bukti yang jelas, ada rekaman, otentik dan bisa dipertanggungjawabkan, ini lebih fair. Kalau sekarang kan penilaian sesaat saja, yang tahu hanya service judge dan Tuhan, dan keputusan ini mutlak, tidak bisa diprotes.

Apakah akan tetap optimis bisa memboyong gelar dari All England 2018?

Optimis tetap dong, tetapi disayangkan drawing nya kurang menguntungkan untuk Indonesia. Masukan buat BWF, kalau turnamen penting seperti All England, ada baiknya proses drawing itu disiarkan langsung via live streaming atau ada saksi.

Misalnya seperti di beregu, drawing manual dan bisa dilihat semua orang. Jadi kalau draw nya sudah begitu dan masih ketemu sesama Indonesia, ya namanya nasib. Kalau pun drawing menggunakan komputer, ada baiknya bisa disaksikan, kan jauh lebih fair, ini menurut pemikiran saya.

Saat ini penampilan tim ganda putra Indonesia tengah menanjak, pasti sulit menentukan siapa yang layak masuk skuad Piala Thomas dan Asian Games 2018?

Semua juga mau masuk tim Thomas, main di Asian Games, mau juara, termasuk Fajar/Rian. Ya Fajar/Rian harus buktikan, saya melihat bukan cuma ambisi dari omongan saja, tetapi dari hasil, apa yang mereka lakukan di pertandingan, saya bisa menilai.

Saya sudah punya patokan, sudut pandang, kira-kira siapa sih yang akan masuk, siapa yang tidak masuk. (*)

#PBSI #All England
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Juara All England 2026 Ye Hong Wei/Nicole Tumbang oleh Amri Syahnawi/Nita Violina
Amri/Nita mampu menghentikan kebangkitan lawan dan memastikan kemenangan dua gim untuk mencapai delapan besar dalam debut mereka di Kejuaraan Dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Juara All England 2026 Ye Hong Wei/Nicole Tumbang oleh  Amri Syahnawi/Nita Violina
Olahraga
CdM Indonesia Yakin Bulu Tangkis Jadi Andalan Raih Medali Emas Asian Games 2026
CdM Indonesia meninjau pelatnas PBSI di Cipayung. Bulu tangkis Indonesia diprediksi meraih medali di Asian Games 2026.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
CdM Indonesia Yakin Bulu Tangkis Jadi Andalan Raih Medali Emas Asian Games 2026
Indonesia
Indonesia Turunkan 16 Wakil di 5 Nomor Pertandingan BWF World Tour Super 300 Taipei Open 2026
Taipei Open 2026 merupakan turnamen BWF World Tour Super 300 yang berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Indonesia Turunkan 16 Wakil di 5 Nomor Pertandingan BWF World Tour Super 300 Taipei Open 2026
Olahraga
Ganda Putra dan Putri Indonesia Amankan Tiket Perempat Final China Open 2026
Rachel mengatakan kunci kemenangan bersama Febi yakni bermain semaksimal mungkin, serta tidak melakukan kesalahan yang justru menguntungkan lawan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Ganda Putra dan Putri Indonesia Amankan Tiket Perempat Final China Open 2026
Olahraga
Karakter Permainan Ester Nurumi Mendukung untuk Beralih dari Tunggal ke Ganda Putri
Ester Nurumi diproyeksikan main bersama Lanny Tria Mayasari di ganda putri.
Frengky Aruan - Senin, 29 Juni 2026
Karakter Permainan Ester Nurumi Mendukung untuk Beralih dari Tunggal ke Ganda Putri
Indonesia
Gagal di Piala Thomas dan Uber 2026, PBSI Siap Rombak Pelatih
Baik di sektor putra maupun putri, Indonesia mempunyai potensi atlet muda yang sangat melimpah dan bisa menjadi regenerasi ke depannya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Gagal di Piala Thomas dan Uber 2026, PBSI Siap Rombak Pelatih
Olahraga
Tim Putra Indonesia Ditarget Menembus Final Piala Thomas 2026
Sementara itu, tim Uber Indonesia diharapkan bisa lolos dari babak penyisihan grup lebih dahulu.
Frengky Aruan - Rabu, 15 April 2026
Tim Putra Indonesia Ditarget Menembus Final Piala Thomas 2026
Olahraga
Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Penuhi Target di All England 2026, PBSI Berusaha Cari Metode Pembinaan yang Tepat
Tim bulu tangkis Indonesia ditarget setidaknya menggondol satu gelar.
Frengky Aruan - Senin, 09 Maret 2026
Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Penuhi Target di All England 2026, PBSI Berusaha Cari Metode Pembinaan yang Tepat
Olahraga
Wang Zhi Yi Juara All England Putri 2026, Akhiri Kutukan Kalah di 10 Final dari An Se-young
Final All England Open 2026 mempertemukan dua pebulu tangkis nomor satu dan dua dunia.
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Wang Zhi Yi Juara All England Putri 2026, Akhiri Kutukan Kalah di 10 Final dari An Se-young
Olahraga
Melaju ke 16 Besar All England 2026, Alwi Farhan: Unggulan Bukan Jaminan
Terkait pertandingan melawan Ayush Shetty, Alwi Farhan mengaku sempat kehilangan fokus akibat terhentinya laga.
Frengky Aruan - Kamis, 05 Maret 2026
Melaju ke 16 Besar All England 2026, Alwi Farhan: Unggulan Bukan Jaminan
Bagikan