Pabrikan Jepang Ini Targetkan Netralitas Karbon pada 2035
Yamaha ingin kurangi emisi karbon. (Foto: Yamaha)
UNI Eropa dan Jepang terus berupaya mengurangi jejak karbon mereka dengan menetapkan peraturan emisi yang sangat ketat bagi kendaraan bermotor. Peraturan terbaru, Euro 5 telah memaksa banyak produsen sepeda motor untuk merevisi bahkan menghentikan lini produk tertentu mereka.
Hal yang sama juga akan dialami di Jepang, kala pembaruan standar emisi di negara tersebut akan diterapkan di masa yang akan datang. Motor1 memberitakan ada 20 model empat pabrikan top jepang (Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki), yang terpaksa tunduk pada ketentuan Euro 5 yang akan datang di negara itu.
Menanggapi aturan baru yang akan datang tersebut, Yamaha telah menyiapkan cetak biru yang akan menjadi arahan perusahaan dalam menciptakan produk kendaraan bermotor terbaru mereka. Tujuannya tentu untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih dan lestari.
Baca juga:
Yamaha E01 'NMAX Listrik' Mengaspal di Indonesia Semester Dua 2022
Rencana tersebut akan diterapkan pabrikan otomotif asal Jepang itu pada seluruh lini produk kendaraan bermotor mereka. Mereka ingin menghasilkan lebih banyak pilihan bahan bakar alternatif dan mobilitas listrik untuk mengurangi dampak lingkungan secara keseluruhan.
Tak hanya pengembangan kendaraan, Yamaha juga ingin mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan lewat pabrik-pabrik perusahaan mereka pada 2050 mendatang. Pabrikan bersimbolkan garpu tala itu tengah menargetkan penurunan emisi pabrik sebesar 92 persen pada 2035 nanti.
Rencana itu juga sejalan dengan yang dijalankan tim balap mereka di MotoGP, mengikuti ketentuan regulator yang mengharuskan tim mulai menggunakan bahan bakar sintetis demi mengurangi emisi karbon. Tim-tim di MotoGP termasuk Yamaha menggunakan 40 persen bahan bakar sintetis.
Baca juga:
Yamaha Luncurkan X-Ride Terbaru, Harganya Rp 19 Jutaan
Sementara untuk produksi massal, perusahaan ingin menerapkan sistem hemat energi bersih dan alternatif energi. Artinya mereka ingin menggunakan energi sesedikit mungkin, dan memaksimalkan efisiensi setiap penggunaan energi pada lini produksi.
Baik pabrik domestik (Jepang) dan internasional, juga akan menghilangkan konsumsi energi siaga/tetap dan mengadopsi protokol auto-shutdown untuk menghemat energi dan mengurangi emisi sebanyak mungkin.
Perusahaan juga akan mengalihkan lokasi domestik dan internasional lainnya ke peralatan bebas karbon seperti panel surya, tungku listrik, dan unit pendingin udara bebas asap hingga 2030 mendatang. (waf)
Baca juga:
Yamaha Ramaikan Pasar Sepeda Motor Listrik
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic