Orphan : First Kill, Kisah Awal Teror Esther

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 16 Juli 2022
Orphan : First Kill, Kisah Awal Teror Esther

Ceritanya tentang awal kisah teror yang dilakukan oleh Esther. (imdb.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK perempuan berusia sekira 9 tahun itu duduk di depan piano. Rambutnya dikuncir dua. Secarik kain melingkari lehernya. Jarinya terampil memainkan tuts piano. Manis sekali. Dari kejauhan, seorang perempuan dewasa mendekatinya.

“Esther sayang, ini Mama,” kata perempuan dewasa itu. Anak perempuan yang memainkan piano menatapnya dengan dingin, tapi kemudian tersenyum sedikit. Itulah sepenggal adegan dari trailer Orphan : First Kill yang dirilis oleh Paramount Movie, Rabu (15/07/22).

Orphan : First Kill merupakan prekuel dari film Orphan. Ceritanya tentang awal kisah teror yang dilakukan oleh Esther (Isabelle Fuhrman), sosok perempuan dewasa berusia 33 tahun yang mengalami gangguan pertumbuhan (stunting) sehingga tubuh dan wajahnya menyerupai anak perempuan.

Prekuel ini sangat dinanti-nantikan para penonton yang telah menyaksikan film pertamanya. Betapa tidak, film pertamanya telah beredar sejak tiga belas tahun silam (2009).

Film pertamanya meraih berbagai kesuksesan. Secara finansial, film ini cuan sekira Rp 1 triliun. Dari segi penghargaan, film ini masuk sejumlah nominasi festival film bergengsi dunia. Bahkan film ini menggondol penghargaan Brussels International Fantastic Film Festival 2010 untuk kategori International Feature Length Competition Golden Raven.

Situs rogerebert.com memberi Orphan rating 3.5 dari 4. "Kamu ingin film horor yang bagus tentang seorang anak dari neraka, ya ini filmnya," kata Roger Ebert.

Baca juga:

Isabelle Fuhrman Kembali Jadi Esther di Prekuel Film 'Orphan'

Pada film pertama, para penonton dikejutkan oleh sosok Esther yang merupakan anak perempuan yatim piatu berusia 9 tahun. Dia ternyata seorang perempuan dewasa bernama Leena. Dia berhasil kabur dari rumah sakit jiwa. Tubuhnya yang mungil membuatnya berdandan seperti anak kecil dan memiliki obsesi seks terhadap setiap ayah angkatnya.

Selain itu, film pertamanya juga mengangkat teror Esther kepada orang-orang yang dianggap membahayakan identitasnya. Dia membunuh mereka semua tanpa belas kasih. Secara sekilas, di tengah teror Esther, penonton diberitahu bahwa Esther telah beberapa kali meneror keluarga lainnya. Karena potongan sekilas inilah, penonton jadi penasaran. Dan rasa penasaran itu harus disimpan selama 13 tahun!

Berbeda dari film pertamanya, prekuel ini mengisahkan pasangan suami istri bernama Richard (Rossif Sutherland) dan Katie (Julie Stiles) yang sudah kehilangan putrinya selama 4 tahun. Suatu hari datang kabar baik. Polisi mengabari pasangan itu bahwa putrinya telah ditemukan.

Katie, sang ibu, merasa sangat bahagia karena akan bertemu kembali bersama anaknya. Namun, hari demi hari, dia merasakan Esther yang sekarang dihadapinya sangatlah berbeda dari Esther yang dulu. Esther bisa sangat marah ketika Katie ingin memegang lehernya. Sebab tanpa diketahui Katie, leher Esther adalah kunci identitas Esther sesungguhnya. Perilaku Esther membuat Katie curiga.

Baca juga:

Deretan Kisah Nyata Yang Mirip dengan Film Horor

Prekuel Esther
Fuhrman yang telah berusia 25 tahun terlihat tetap seperti anak perempuan berusia 9 tahun. (Youtube/Paramount Movies)

Akhirnya penyelidikan digelar. Fakta baru pun ditemukan. Esther yang sekarang ada di hadapan mereka bukanlah sosok putri Katie dan Richard yang dulu. Ini Esther yang berbeda. Teror pun dimulai. Esther melakukan banyak hal keji kepada banyak orang.

Prekuel kali ini disutradarai William Brent Bell (waralaba The Boy). Dia bekerja sama dengan penulis naskah David Coggeshall untuk mempersiapkan prekuel ini.

Dia mengatakan produksi prekuel Orphan mengkombinasikan pengambilan gambar forced perspective dengan tata rias kelas dunia. Berkat teknologi itu, Fuhrman yang telah berusia 25 tahun terlihat tetap seperti anak perempuan berusia 9 tahun. Saat pengambilan adegan untuk film pertama, Fuhrman baru berusia 12 tahun.

Kisah Esther disebut mengadaptasi dari peristiwa nyata di Amerika Serikat. Tersebutlah sepasang suami-istri Barnett yang mengadopsi Natalia, anak perempuan berusia 6 tahun dari Ukraina.

Orangtua angkat Natalia mengetahui anak adopsinya bukanlah sebenar-benar putri kecil ketika mengetahui Natalia telah menstruasi. Natalia ternyata perempuan dewasa berusia 22 tahun. Dan seperti Esther, Natalia sering membahayakan pasangan suami-istri itu.

Menarik ditunggu kisah prekuel Esther. Penonton pasti bertanya-tanya apa yang membuat Esther bisa berlaku keji. Tak mungkin seseorang tiba-tiba berlaku keji. Pasti ada latar belakangnya. Jawabannya akan terungkap saat penayangan resmi film ini pada 19 Agustus 2022. So, catat tanggalnya dan pastikan kamu mematuhi batasan umur penontonnya ya. Karena akan banyak adegan tak mengenakkan yang kurang cocok untuk semua umur. (nab)

Baca juga:

Seram tapi Nyata, Adopsi Aneh yang Mirip Film 'Orphan'

#Film #Film Horor #Prekuel Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Jika tahun ini Christine Hakim kembali memenangi nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dia resmi mengoleksi total enam piala.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Bagikan