MERAHPUTIH.COM - MALAM puncak Academy Awards ke-98 menjadi malam yang tak terlupakan bagi tim One Battle After Another. Film ini sukses meraih tujuh kemenangan dari total 13 nominasi yang didapat. Hal ini menegaskan dominasi di ajang penghargaan film paling bergengsi di dunia.
Di kategori Best Picture, One Battle After Another mengalahkan saingan berat seperti Bugonia, F1, Frankenstein, Hamnet, Marty Supreme, The Secret Agent, Sentimental Value, Sinners, dan Train Dreams.
Saat menerima piala Oscar untuk kemenangan ini, sutradara Paul Thomas Anderson mengatakan ini suatu penghargaan yang membanggakan bagi timnya. Ia sangat tersangjung berada di antara sineas film yang luar biasa.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari ini. Perjalanan yang sangat indah dengan sesama nominasi, teman pembuat film kami yang bekerja keras untuk dikenang dalam Academy Award. Ada banyak film yang bagus tahun ini,” kata Anderson.
Keberhasilan film ini tidak lepas dari kolaborasi para sineas dan pemeran yang totalitas dalam membangun cerita. Di kursi sutradara, Paul Thomas Anderson juga membawa pulang piala Best Director, menyingkirkan pesaing tangguh seperti Chloé Zhao (Hamnet), Josh Safdie (Marty Supreme), Joachim Trier (Sentimental Value), dan Ryan Coogler (Sinners).
Baca juga:
Michael B Jordan Akhirnya Pegang Piala Oscar Perdana, Menangi Best Lead Actor
Prestasi berlanjut di kategori Best Supporting Actor, dengan Sean Penn pulang membawa piala. Ia mengalahkan Benicio Del Toro (One Battle After Another), Jacob Elordi (Frankenstein), Delroy Lindo (Sinners), dan Stellan Skarsgard (Sentimental Value).
Untuk Best Adapted Screenplay, naskah film ini menyingkirkan karya lain seperti Marty Supreme, Sentimental Value, Train Dreams, Frankenstein, Sinners, Bugonia, dan Hamnet.
Pada kategori Best Production Design, One Battle After Another kembali menang atas Hamnet, Frankenstein, Marty Supreme, dan Sinners. Begitu pula di Best Film Editing, film ini mengungguli F1, Sinners, Marty Supreme, dan Sentimental Value.
Tak ketinggalan, di kategori Achievement in Casting, tim casting film ini meraih penghargaan, mengalahkan Hamnet, Marty Supreme, The Secret Agent, dan Sinners.
Secara total, One Battle After Another membawa total tujuh kemenangan dari 13 nominasi, meneguhkan posisinya sebagai film paling dominan di Oscar ke-98. Tak cuma itu, dalam sejarah Oscar, One Battle After Another memecahkan rekor sebagai film kedua yang paling banyak masuk nominasi. Sejauh ini, rekor film yang terbanyak masuk nominasi Oscar hanya dipegang Titanic sebanyak 14 nominasi.
Namun demikian, film One Battle After Another tak menggoyahkan gelar Titanic sebagai film paling banyak yang memenang Oscar, yakni masuk 14 nominasi dan menang di 11 nominasi. Prestasi itu disusul Ben-Hur (1959) dengan kemenangan 11 piala dari 12 nominasi dan The Lord of The Rings (2023) dengan 11 nominasi dan menang di 11 nominasi.
Sementara itu, Sinners ada di posisi berikutnya dalam pengumpulan piala. Film garapan Ryan Coogler ini meraih empat piala, yakni Best Actor oleh Michael B Jordan, Best Original Screenplay, Best Cinematography, dan Best Original Score.(tka)
Baca juga:
Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2026: 'One Battle After Another' Sabet Best Picture

