MerahPutih.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto menilai skuad lebih berani dan memiliki mental saat bertemu China di pertemuan kedua dalam uji coba. Dalam laga yang digelar di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/2), Timnas U-17 kalah dengan skor tipis 2-3 setelah sebelumnya disikat 0-7.
China membuka keunggulan lebih dahulu lewat Zhao Songyuan pada menit 9. Tim asuhan Nova Arianto menyamakan kedudukan pada menit 22 setelah tendangan bebas Chico Jericho Yarangga mengenai pemain bertahan China dan berbelok arah.
China kembali unggul menit 36. Pergerakan pemain China dari sisi kanan pertahanan Indonesia diakhiri dengan umpan cutback melintasi mulut gawang, bola sempat mengenai pemain Indonesia sebelum disambar He Sifan.
Skor kembali imbang, 2-2, setelah Miraj Rizki Sulaeman sukses mengeksekusi penalti pada menit 48. Indonesia beberapa kali mencoba mengancam lewat umpan-umpan panjang cepat, meski kerap terburu-buru dalam penyelesaian akhir.
Baca juga:
China akhirnya mencetak gol penentu kemenangan pada fase akhir pertandingan untuk memastikan skor akhir 3-2.
"Hari ini kita melihat wajah pertandingan yang berbeda ya. Karena di sebelumnya kita... kita tahu kita kalah 7-0. Dan hari ini, saya bersyukur, sekali lagi walaupun hasilnya masih belum sesuai dengan harapan kita, tetapi saya melihat pemain berubah secara mental," kata Nova
"Karena menurut saya itu hal yang penting. Karena di saat mereka tidak mempunyai mental yang kuat, ya pastinya kita akan sulit menghadapi tim sekelas China. Tapi saya senang hari ini semua pemain bekerja sama sangat luar biasa, bermain disiplin sesuai dengan instruksi, dan itu yang harus mereka bawa nantinya."
"Karena mereka ke depan akan ada di Piala AFF dan Piala Asia. Dan harapannya, menjadi tradisi kita lolos Piala Dunia bisa tetap berjalan," lanjutnya.
Nova Arianto juga mengapresiasi karena pemain lebih berani.
“Di pertandingan pertama banyak pemain jatuh saat main body dengan pemain China, sekarang mereka lebih siap,” katanya.
Ia berharap Timnas U-17 mendapat lebih banyak uji coba internasional sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen besar.
“Kita berharap pemain bisa mendapatkan jam terbang internasional. Dulu sebelum Piala Asia (U-17) dan Piala Dunia (U-17), tim bisa menjalani sekitar 17 pertandingan uji coba. Itu yang membuat pemain lebih siap,” ujarnya. (*)