MerahPutih.com - Timnas China memiliki alasan lain di balik keputusannya batal mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Yakni absennya Australia dan Selandia Baru, sehingga membuat Federasi Sepak Bola China (CFA) menolak undangan FIFA.
Seperti dilaporkan media China, FIFA sempat menggelar beberapa kali pembicaraan dengan CFA setelah penandatanganan kerja sama dengan ASEAN.
Dalam pembahasan tersebut, FIFA disebut memberikan gambaran bahwa turnamen perdana akan diikuti bukan hanya negara-negara Asia Tenggara, tetapi juga Australia dan Selandia Baru.
CFA sampai mengajukan syarat jika menggunakan sistem grup, China ingin satu grup dengan Australia dan Selandia Baru. Satu slot lawan lainnya bisa diisi Indonesia, Thailand, atau Vietnam.
Baca juga:
Dengan skenario tersebut, China akan menjalani empat pertandingan pada jeda internasional September-Oktober 2026, di mana tiga di antaranya melawan lawan berkualitas tinggi.
Menurut CFA, pengalaman seperti itu jauh lebih bermanfaat untuk perkembangan tim dibanding sekadar menghadapi sesama negara Asia Tenggara.
Namun, kedua negara tersebut akhirnya tidak menerima undangan tampil di ajang tersebut. Kondisi itu membuat China menilai turnamen tidak lagi sesuai dengan tujuan mereka untuk menguji kemampuan menghadapi tim-tim kuat.
China Hanya Ingin Menghadapi Lawan Berkualitas
CFA bersama pelatih kepala Shao Jiayi sejak awal memiliki satu prinsip, yakni lebih memilih menghadapi lawan kuat demi meningkatkan kualitas tim daripada sekadar mengikuti turnamen.
Baca juga:
Timnas Indonesia Akan Mendapat Sekitar Rp 18 Miliar jika Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prinsip itu lebih kuat dibanding godaan finansial. FIFA menawarkan uang kehadiran sebesar 125 ribu dolar AS untuk setiap peserta, bonus kemenangan di setiap pertandingan, hingga hadiah juara sebesar 1 juta dolar AS.
Timnas China akhirnya mengatur empat pertandingan pemanasan selama jendela pertandingan internasional September hingga Oktober, dengan mengundang tim yang dikenal karena kekuatan fisik dan tenaganya, seperti Uzbekistan, Tajikistan, dan Korea Utara.