Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

No Man's Land Abadikan Perjalanan Bermusiknya di Dokumenter 'Oi! Dari Kota Bunga'

Febrian AdiFebrian Adi - Rabu, 04 Januari 2023
No Man's Land Abadikan Perjalanan Bermusiknya di Dokumenter 'Oi! Dari Kota Bunga'

No Man's Land rilis film dokumenter. (Facebook@No Man's Land)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MALANG memiliki segudang warna, entah berbicara tentang keindahan tempat, kelezatan kuliner hingga kreativitas dalam bermusik. Hal terakhir lebih spesifik pada artikel ini membicarakan kelompok asal Malang yang sudah melanglang buana dalam dunia musik oi! skinhead sejak 1994 bernama No Man’s Land. Grup ini baru saja merilis karya dokumenter bertajuk Oi! Dari Kota Bunga pada awal 2023 ini.

“Tahun 1994 waktu itu lulus SMA, aku dan Didik tetanggaan sedangkan Ferry adalah teman sekolah Didik. Kita ingin bentuk band, yang bikin lagu sendiri, dan kita rekam sendiri, kita bikin sampul dan kita bagiin ke teman-teman terdekat. Sekadar itu saja, jadi enggak ada ekspetasi yang terlalu jauh waktu itu,” jelas vokalis/gitaris No Man’s Land, Didit dalam dokumenter itu.

Baca juga:

Unit Punk Rock Korea Selatan Rumkicks Siap Tur di 6 Kota Indonesia

Oi! adalah merupakan subgenre dari skinhead punk yang perkembangan begitu masif di Inggris sekitar 1970 akhir. Musik ini tidak memandang perbedaan ras, warna, dan kepercayaan, Oi! menjadi musik bagi para working class ketika itu.

Genre ini pun menjadi tumpuan utama bagi para personel No Man’s Land, yaitu Didit, Catur, Didik dan Ferry. Sampai akhirnya musik yang dibawakan bukan hanya berputar di dalam negeri saja tetapi sampai mancanegara. Pada 1998 No Man’s Land merilis split album bersama band Malaysia bernama Karratz sampai akhirnya album tersebut disebarkan ke Australia, Singapura sampai Prancis.

Baca juga:

Film Dokumenter Serj Tankian ‘Truth To Power’ Tayang Februari 2021

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh No Man's Land (official) (@nomansland_94)

Lantas label rekaman asal Belanda, Aggro Beat Records tertarik dengan No Man’s Land. Lalu proyek perilisan karya pun tersalurkan dengan begitu luas, mulai dari single, mini album hingga album dari No Man’s Land.

“Perilisan dengan Aggro Beat akhirnya berlanjut. Sejauh ini Aggro Beat pernah merilis proyek-proyek No Man’s Land sebanyak 10 kali. Ada pun label Rusty Knife dari Prancis yang pernah merilis enam kali materi dari No Man’s Land,” lanjut Didit.

No Man’s Land membagikan jejak sepatu boots mereka dengan begitu lengkap dalam film dokumenter ini. Semangat do it yourself (DIY) yang sejak awal ditekuni terlihat begitu kental dalam Oi! Dari Kota Bunga ini. Mulai dari awal perilisan album, parade musik bawah tanah pertama di Malang, hingga puluhan karyanya yang sudah dicicipi mancangera tersaji dalam dokumenter ini. (far)

Baca juga:

Vivienne Westwood, Desainer Rebel Pendorong Gaya Punk, Berpulang

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jazz Goes to Campus Diusulkan Jadi 5 Seri Ramaikan 5 Abad Jakarta
Penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar, seperti JGTC mampu memperkuat identitas budaya Jakarta sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam lalu
Jazz Goes to Campus Diusulkan Jadi 5 Seri Ramaikan 5 Abad Jakarta
ShowBiz
PERAUKERTAS Rilis 'Joki Cinta', Usung Warna Retrowave Bernuansa Retro Modern
PERAUKERTAS membuka fase baru perjalanan musiknya lewat "Joki Cinta". Mengusung nuansa Retrowave dengan sentuhan synth khas era 1980-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 01 Agustus 2026
PERAUKERTAS Rilis 'Joki Cinta', Usung Warna Retrowave Bernuansa Retro Modern
ShowBiz
'We Don't Talk Anymore', Lagu Charlie Puth feat. Selena Gomez yang masih Populer
Melalui lirik yang emosional, keduanya menggambarkan rasa canggung, penyesalan, dan kerinduan yang muncul ketika dua orang yang dulu sangat dekat kini tak lagi saling berkomunikasi.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
'We Don't Talk Anymore', Lagu Charlie Puth feat. Selena Gomez yang masih Populer
ShowBiz
'Nanti Aku Cerita' Jadi Karya Perdana Malika, Kisahkan Kasih Anak kepada Ayah
Malika resmi debut sebagai solois lewat single 'Nanti Aku Cerita'. Lagu ini menjadi ungkapan kasih, penghormatan, dan terima kasih seorang anak kepada sang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
'Nanti Aku Cerita' Jadi Karya Perdana Malika, Kisahkan Kasih Anak kepada Ayah
ShowBiz
Young K DAY6 Rilis Album 'YOUNGEST', Ungkap Kisah Pribadi Lewat Single 'Shut the Door'
Young K DAY6 kembali sebagai solois lewat album kedua YOUNGEST. Lagu utama 'Shut the Door' mengangkat pengalaman pribadi yang dituangkan seperti catatan harian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Young K DAY6 Rilis Album 'YOUNGEST', Ungkap Kisah Pribadi Lewat Single 'Shut the Door'
ShowBiz
Mario G. Klau dan Juan Reza Rilis 'Baby Pelan Pelan', Lagu tentang Cinta yang Tumbuh Perlahan
Mario G. Klau berkolaborasi dengan Juan Reza lewat single 'Baby Pelan Pelan'. Lagu ini mengisahkan benih cinta yang tumbuh dari sebuah pertemuan pertama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Mario G. Klau dan Juan Reza Rilis 'Baby Pelan Pelan', Lagu tentang Cinta yang Tumbuh Perlahan
ShowBiz
Makna dan Keunikan Lagu 'honk!' Milik No Na, Padukan Bunyi Klakson dan Budaya Indonesia
No Na kembali lewat lagu terbaru 'honk!' yang menghadirkan musik ceria dengan bunyi klakson khas dan sentuhan budaya Indonesia melalui referensi 'Om Telolet Om'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Makna dan Keunikan Lagu 'honk!' Milik No Na, Padukan Bunyi Klakson dan Budaya Indonesia
ShowBiz
Lirik Puitis 'Terang Bulan', Lagu Endah N Rhesa yang Sarat Makna tentang Harapan
Simak makna lagu Terang Bulan karya Endah N Rhesa. Menghadirkan refleksi tentang harapan, ketenangan, dan kekuatan untuk bangkit melalui lirik yang puitis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Lirik Puitis 'Terang Bulan', Lagu Endah N Rhesa yang Sarat Makna tentang Harapan
ShowBiz
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
Party At Eden merilis album debut konseptual "REV[E/O]LUTION" pada 1 Agustus 2026. Album modern metal dan djent ini membawa narasi perjalanan manusia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
ShowBiz
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
Magnolia Celebration menghadirkan lagu 'Magnolia' dari album debut Fantasia. Lagu ini mengangkat kisah tentang seseorang yang sulit mengungkapkan perasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
Bagikan