AKTRIS Nia Ramadhani resmi merilis novel perdananya bertajuk Cerita Ade pada Sabtu (10/12). Novel ini mengisahkan tentang perjalanan seorang perempuan bernama Ade (Nia Ramadhani) yang disunting langsung oleh penulis Pidi Baiq.
Novel ini dikemas menarik dengan cara tutur yang baik, menceritakan perjalanan hidup Ade sejak masa kecil bersama kedua orang tuanya, yang senantiasa diwarnai dengan hitam putih sebuah kehidupan.
Baca Juga:
Lihat postingan ini di Instagram
“Seiring berjalananya waktu, perjuangan Ade sebagai seorang manusia pun mulai dipenuhi dengan lika-liku dinamika,” ucap Nia Ramadhani saat konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Perjalanan dan perjuangan karier Ade pun sebagai artis mulai dipenuhi lika-liku, hingga namanya melambung lewat perannya di sinetron Bawang Merah Bawang Putih yang kali pertama tayang pada 18 Mei 2004.
Tak hanya itu, perjalanan cintanya pun mengalami pasang surut hingga seorang konglomerat, Ardi Bakrie (dalam novel bernama Arlan) berhasil memenangkan hatinya hingga hari ini.
“Kalau dari awal bilang tidak ada sedih itu bohong, karena sudah ketika sedih menyalahkan diri sendiri,” tutur Nia mengenai perjalanan cintanya yang pasang surut.
Sampai suatu ketika, Ade mengakhiri kariernya di dunia hiburan untuk fokus dengan keluarga kecilnya. “Sampai suatu hari, cobaan berat dalam hidupnya datang secara mendadak. Ade dan suaminya harus berhadapan dengan hukum akibat penyalahgunaan obat terlarang,” ungkap Nia.
Baca Juga:
Lihat postingan ini di Instagram
Nia Ramadhani juga menuturkan sebuah peristiwa yang terjadi tahun lalu, membuat dirinya dan suami menjalani masa rehabilitasi selama 10 bulan.
“Saya harus menjalani konsekuensi belajar dari tempat rehabilitasi selama 10 bulan. Masa-masa itu menjadi masa yang cukup berat dan enggak nyaman, setelah mempelajari ini, pandangan saya jadi berubah,” jelas Nia.
Ketika menjalani masa rehabilitasi itu, Nia mencoba rekontruksikan segala peristiwa yang ada di dalam hidupnya. Ia berupaya untuk berpikir apa yang menyebabkan dirinya mengambil jalan salah.
“Awalnya berpikir untuk bersenang-senang saja sampai jatuh, tapi ketika di sini (rehabilitasi) saya mencoba untuk menuangkannya ke dalam tulisan buku harian. Saya dipaksa mengingat masa lalu, dari kecil sampai sekarang,” tutup Nia. (far)
Baca Juga: