MerahPutih.com - Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, memberikan tantangan kepada Nguyen Xuan Son kembali menunjukkan ketajamannya saat menghadapi Thailand di final ASEAN Championship 2026. Tantangan itu disampaikan Kim Sang-sik usai sang pemain tampil gemilang di leg kedua semifinal melawan Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu, 19 Agustus.
Nguyen Xuan Son atau sebelumnya dikenal Rafaelson dimasukkan sebagai pemain pengganti. Ia kemudian mencetak dua gol yang mengantarkan timnya menang 2-0 sekaligus memastikan kemenangan agregat 4-0 atas Malaysia.
Tambahan dua gol tersebut membuat Xuan Son kini mengoleksi lima gol di ASEAN Championship 2026. Ia untuk sementara memimpin daftar pencetak gol terbanyak bersama rekan setimnya, Nguyen Dinh Bac.
Baca juga:
Kim Sang-sik bahkan melontarkan candaan ketika ditanya mengenai produktivitas Xuan Son. Pelatih asal Korea Selatan itu berharap sang striker bisa kembali mencetak gol dalam dua pertandingan final melawan Thailand.
Seharusnya Xuan Son bisa mencetak lebih banyak gol. Saya berharap dia bisa menambah tiga gol ke gawang Thailand di final,
ujar Kim Sang-sik.
Kim Sang-sik Senang Persaingan Xuan Son dan Dinh Bac
Kim menilai persaingan antara Xuan Son dan Dinh Bac di lini depan justru memberikan dampak positif bagi Vietnam. Keduanya dinilai mampu menjalankan tugas masing-masing dan memberikan kontribusi maksimal ketika mendapat kesempatan bermain.

Rafaelson atau Nguyen Xuan Son menjadi aktor kemenangan 2-0 Timnas Vietnam atas Malaysia di leg 2 semifinal ASEAN Championship 2026. (VFF)
“Saya melihat Dinh Bac dan Xuan Son sama-sama menjalankan tugas dengan baik dan selalu memberikan yang terbaik ketika bermain. Hal yang sama juga terjadi di posisi lain. Saya melihatnya sebagai persaingan yang sehat dan menjadi motivasi bagi kami untuk meraih kemenangan di final,” kata Kim.
Pada semifinal leg kedua tersebut, Dinh Bac juga mendapat perhatian khusus karena pertandingan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-22. Ia dimainkan sejak menit awal dan tampil penuh.
Kim menegaskan keputusan mempertahankan Dinh Bac hingga akhir laga bukan karena faktor ulang tahun. Menurutnya, usia muda, energi, dan kondisi fisik menjadi alasan utama sang pemain dipercaya tampil penuh.
Kim masih meminta Dinh Bac meningkatkan kontribusinya ketika Vietnam kehilangan bola. Ia berharap penyerang muda tersebut lebih aktif membantu pertahanan serta terus berkembang agar mampu tampil di level kompetisi yang lebih tinggi.
Baca juga:
Kemenangan Timnas Singapura atas Thailand Runtuhkan Rekor Anthony Hudson
Kim juga menjelaskan keputusannya melakukan lima perubahan dalam starting XI dibandingkan pertandingan semifinal leg pertama. Vietnam hanya memiliki waktu istirahat satu hari sehingga rotasi diperlukan untuk menjaga kebugaran pemain.
Menurut Kim, perubahan tersebut membuahkan hasil. Vietnam dinilai tampil lebih baik pada leg kedua dan mampu memperbaiki kekurangan yang terlihat tiga hari sebelumnya.
Vietnam selanjuntnya menghadapi Thailand di partai final. Leg pertama akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, markas Thailand pada 22 Agustus, sebelum Vietnam bertindak sebagai tuan rumah di Stadion My Dinh, 26 Agustus.