MerahPutih.com - Wajah sebenarnya Timnas Thailand terlihat setelah perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026. Tepatnya di Piala Raja, yang digelar di periode FIFA Matchday November 2026.
Hal ini seperti disampaikan pelatih Anthony Hudson setelah kegagalan di final FIFA ASEAN Cup 2026. Thailand kalah via babak penalti dari tuan rumah Indonesia.
Hudson memastikan skuad yang tampil di turnamen tersebut akan menjadi fondasi Thailand menghadapi Piala Raja 2026.
Hudson Jelaskan Keputusan di Final
Setibanya di Thailand pada Selasa (6/10), Hudson menjelaskan keputusan pergantian pemain dalam final lebih banyak dipengaruhi kondisi fisik pemain daripada strategi.
Baca juga:
Timnas Indonesia Sudah Bermental Juara, Shayne Pattynama Tatap Tantangan Lebih Besar
Harus dikatakan terlebih dahulu bahwa sepanjang pertandingan, keenam pergantian pemain yang kami lakukan tidak ada yang bersifat taktis. Pergantian dilakukan sesuai situasi karena ada pemain yang cedera dan mengalami kram. Itu berkaitan dengan kondisi fisik masing-masing pemain. Namun, pada akhirnya semua pemain bertahan hingga menit ke-120 dan kami bahkan hanya memiliki 10 pemain pada periode tersebut.
Hudson juga menjelaskan pemilihan eksekutor penalti dilakukan berdasarkan tingkat kepercayaan diri pemain pada saat itu.
"Pada titik tersebut, seperti yang saya katakan, kondisi fisik, emosi, dan berbagai hal lainnya sangat penting. Terutama ketika harus memilih seseorang untuk mengambil penalti dalam pertandingan yang menentukan. Kami memilih pemain yang saat itu merasa paling percaya diri dan siap mengambil penalti. Karena sebenarnya ada beberapa pemain yang merasa tidak siap untuk menendang. Jadi, kami memilih mereka yang paling percaya diri saat itu."
Thailand Mulai Punya Skuad Inti
Hudson mengungkapkan bahwa sejak mulai menangani Thailand pada November tahun lalu, ia belum pernah memiliki skuad dengan komposisi pemain terbaik secara konsisten.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat rencana pengembangan tim selalu berubah dari satu pemusatan latihan ke pemusatan latihan lainnya. Namun, situasi mulai berbeda setelah FIFA ASEAN Cup 2026.
"Pemilihan pemain sejak saya mulai bekerja pada November tahun lalu hingga sebelum pemusatan latihan ini sebenarnya bukanlah memilih pemain terbaik. Kami memilih pemain yang berbeda-beda dan setiap kelompok memiliki banyak perbedaan. Namun, kelompok pemain yang sebenarnya kami rasa bisa menjadi inti untuk dikembangkan dan diperkuat, praktis baru mulai terbentuk dari pemusatan latihan ini."
Baca juga:
Hudson bahkan memastikan skuad Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi fondasi untuk turnamen berikutnya.
Setelah ini, kami akan berusaha mempertahankan skuad ini sebagai inti utama dan mencoba mengembangkan serta membuatnya semakin kuat di turnamen berikutnya hingga kompetisi utama yang menjadi target kami, yaitu Piala Asia.
Meski demikian, masih ada beberapa pemain yang berpotensi masuk ke dalam kerangka tersebut. Hudson menyebut sekitar empat hingga enam pemain, termasuk Theerathon Bunmathan, Thanawat Suengchitthawon, Jonathan Khemdee, serta sejumlah pemain muda seperti Yotsakon Burapha.
Secara pribadi, saya ingin menjadikan tim ini sebagai inti untuk terus dikembangkan. Sebelum Piala Asia tentu ada Piala Raja. Sebenarnya kelompok pemain ini sudah cukup lengkap, tetapi mungkin masih ada empat atau lima pemain utama yang belum bergabung.
Thailand selanjutnya akan tampil di Piala Raja ke-52 di Provinsi Sisaket pada FIFA Matchday November 2026. Turnamen tersebut akan menjadi kesempatan bagi Hudson untuk kembali mematangkan kerangka tim sebelum memasuki persiapan akhir menuju Piala Asia 2027.
Di Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027, Thailand berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Timnas Indonesia.
Dengan demikian, setelah bentrok sengit di final FIFA ASEAN Cup 2026, Thailand dan Indonesia akan kembali berhadapan di panggung Piala Asia 2027.