Ngopi Bareng Kaum Millennial, Jokowi Kisahkan Jalan Terjal Hidupnya

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 27 Maret 2019
Ngopi Bareng Kaum Millennial, Jokowi Kisahkan Jalan Terjal Hidupnya

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo saat mencicipi kopi di Sentra Kuliner Sriwijaya Taman Trunojoyo, Kota Malang, Senin malam, (25/32019) (Tim Relawan Jokowi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo didampingi istrinya, Iriana Jokowi, berbincang santai dengan para anak muda atau milineal, termasuk para pelaku industri kreatif di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ngobrol santai Jokowi yang dikemas dengan tema 'Ngopi Bareng' itu dilaksanakan di CoffeeTofe Taher Square.

Para milineal memenuhi Thaher Square, walaupun suasana hujan rintik-rintik saat Capres 01 itu tiba di lokasi nongkrong terkenal Kota Banjarmasin ini.

Presiden bersama Ibu Negara saat mencoba kopi lokal di salah satu kedai kopi di Jakarta, Minggu (2/7). (Biro Pers Setpres)
Presiden bersama Ibu Negara saat mencoba kopi lokal di salah satu kedai kopi di Jakarta, Minggu (2/7). (Biro Pers Setpres)

Dalam kesempatan ini, Jokowi menceritakan kisah karir bisnisnya yang mulai dari bawah hingga karir politiknya mencapai puncaknya menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Saya lahir di Solo, sekolah di Solo, lulus tahun 85 setelah lulus saya masuk di BUMN di Aceh selama 2,5 tahun," kata Jokowi seperti dilansir Antara, Rabu (27/3).

Pulang dari Aceh, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memulai usaha tanpa modal sama sekali, karena gaji di Aceh sudah habis untuk pulang.

"Yang kita bangun sejak awal adalah kepercayaan. Dipercaya. Pengusaha pasti tahu sulitnya membangun kepercayaan," kata Jokowi.

Ia mengungkapkan, membangun bisnis dari produk kecil, yakni jual barang-barang kayu, lalu masuk ke pasar yang besar skala nasional dan tidak sampai 2,5 tahun masuk ke pasar ekspor.

"Apa yang ingin saya sampaikan, saya melihat teman-teman saya kerja mulai jam 8, selesai jam 6. Saya nggak punya apa-apa, saya kerja dari subuh sampai tengah malam, kadang sampai subuh lagi. Saya ingin tonjolkan, itulah kerja keras agar kerja keras ini diberi barokah," katanya.

Jokowi juga menceritakan awal masuk pasar ekspor, perusahaannya hanya bisa memasok sepertiga satu kontainer.

"Tiga bulan hanya bisa ekspor satu kontainer. Kemudian saya nekat pameran dan mendapat pesanan satu bulan harus kirim 18 kontainer," katanya.

Jokowi mengatakan, permintaan itu bukan sesuatu yang mudah, namun peluang seperti ini juga tidak muncul lagi.

"Bagaimana bisa kirim 18 kontener. Akhirnya saya bagi ke teman-teman sehingga satu bulan bisa kirim 12 kontainer," katanya.

Dari situlah kepercayaan muncul dari pembeli, sehingga mulai tahun demi tahun bisa naik pemesanannya.

"Kepercayaan dari pembeli yang saya jaga. Begitu juga saat masuk di Wali Kota, pemerintah, politik yang saya jaga adalah kepercayaan dari rakyat," katanya.

Menurut dia, kepercayaan tersebut membuat masyarakat percaya dan memberikan amanah yang tingkatnya lebih besar lagi sebagai wali kota, gubernur, presiden.

"Menjaga kepercayaan sangat sulit. Itu yang ingin saya sampaikan," kata Jokowi.

Dalam acara ini, Jokowi didampingi oleh beberapa tokoh, di antranya Yusril Ihza Mahendra, Ketua TKN Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding. (*)

Baca Juga: Peta Kekuatan Jokowi dan Prabowo di Mata Ahli Intelijen

#Joko Widodo #Iriana Joko Widodo #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Jokowi melarang Purbaya membangun program Koperasi Merah Putih karena lebih baik anggarannya diberikan kepada rakyat.
Frengky Aruan - Rabu, 08 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Indonesia
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Politisi dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa narasi "inisiatif DPR" tidak bisa berdiri sendiri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Bagikan