5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini

Daftar negara yang pernah mundur dari Piala Dunia. Foto: Dok. FIFA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Iran mungkin kini berada di ambang boikot Piala Dunia 2026, menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan AS dan Israel.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara tersebut. Hal itu pun menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan negara tersebut dalam Piala Dunia 2026.

Meskipun memimpin grup mereka di kualifikasi Asia, laporan yang muncul dari Iran setelah serangan baru-baru ini menunjukkan, bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menarik diri.

Baca juga:

Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, ini Sanksi dan Kandidat Penggantinya

Tentunya, keputusan itu akan menimbulkan masalah bagi FIFA, terutama karena belum pernah ada negara yang lolos kualifikasi sekaligus memboikot Piala Dunia karena alasan politik.

Bukan berarti, negara-negara lain belum pernah menarik diri dari kualifikasi karena alasan politik atau motif lain.

Menanggapi rumor Iran yang ingin mundur dari Piala Dunia 2026, maka sebelumnya ada pula beberapa negara yang mundur dari turnamen bergengsi ini akibat masalah politik.

5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia

Negara yang pernah mundur dari Piala Dunia
Negara yang pernah mundur dari Piala Dunia. Foto: Dok. FIFA Museum

Berikut ini adalah beberapa negara yang pernah menarik diri dari Piala Dunia:

1. Uruguay (1930)

Uruguay merupakan juara dunia bertahan menjelang edisi kedua turnamen pada 1934. Meskipun menerima undangan, mereka langsung menarik diri sebagai protes atas beberapa tim Eropa, yang tidak melakukan perjalanan ke Amerika Selatan untuk Piala Dunia 1930 di Uruguay.

Piala Dunia 1934 tetap menjadi satu-satunya edisi ketika juara bertahan tidak ikut berpartisipasi.

2. Austria (1938)

Austria termasuk di antara favorit untuk Piala Dunia 1938, tetapi karena pasukan Nazi telah menyerang negara itu pada saat kompetisi berlangsung, maka mereka tidak dapat berpartisipasi.

Beberapa pemain Austria pun ikut bergabung dengan skuad Jerman untuk turnamen tersebut. Namun, tidak termasuk pemain bintang Matthias Sindelar, yang menolak mewakili negara yang dipimpin Nazi tersebut.

Baca juga:

Curacao Negara Terkecil Lolos Piala Dunia Kini Tanpa Advocaat, Mundur Demi Keluarga

3. India (1950)

India hanya berhasil lolos ke satu edisi Piala Dunia, tetapi mereka belum pernah memiliki kesempatan untuk berkompetisi.

Hal itu terjadi pada 1950, ketika ada pengunduran diri dari babak kualifikasi. Hal itu membuat India melaju ke final secara otomatis, tetapi mereka memilih untuk tidak menghadiri turnamen tersebut.

Bertentangan dengan kepercayaan umum, hal itu bukan karena FIFA melarang bermain tanpa alas kaki (seperti yang dilakukan India di Olimpiade dua tahun sebelumnya), melainkan karena biaya perjalanan, waktu pelatihan, dan masalah seleksi tim.

4. Afrika (1966)

Turnamen 1966 dikenang dengan penuh rasa hormat di Inggris. Namun, salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah absennya tim-tim Afrika.

Hal tersebut disebabkan oleh tim-tim Afrika yang memboikot babak kualifikasi sebagai protes terhadap keputusan FIFA, yang dianggap mengalokasikan satu tempat gabungan untuk konfederasi Afrika, Asia, dan Oseania.

Baca juga:

Spotify Camp Nou dan Bernabeu Berebut Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030

5. Chile (1973)

Kejadian terdekat lainnya adalah ketika negara yang lolos kualifikasi memboikot Piala Dunia karena alasan politik.

Hal itu terjadi saat pertandingan play-off antara Chili dan Uni Soviet pada 1973. Menjelang leg kedua yang digelar di Santiago, Uni Soviet menolak untuk berpartisipasi dalam pertandingan tersebut sebagai protes terhadap kediktatoran Augusto Pinochet yang kejam.

Ia telah menggulingkan pemerintahan sosialis, mengubah Chile dari mantan sekutu Soviet menjadi musuh. Akibatnya, para pemain Chile memasuki lapangan sendirian, kemudian kapten Francisco Valdes mencetak gol ke gawang kosong sebelum pertandingan dihentikan.

6. Protes Piala Dunia 2022

Selama beberapa tahun terakhir, ancaman boikot sangat jarang terjadi. Namun, ketegangan muncul selama Piala Dunia 2022 di Qatar.

Semua 32 tim yang lolos kualifikasi berpartisipasi dalam turnamen tersebut, tetapi ada demonstrasi dari beberapa pemain terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan catatan kontroversial negara tersebut terkait LGBT. (sof)

#Timnas Iran #Piala Dunia #Sepak Bola #Sejarah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Jorge Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Lionel Messi Berduka
Jorge Messi, ayah sekaligus agen Lionel Messi, meninggal dunia di Rosario, Argentina, pada usia 68 tahun setelah lama mengalami sakit.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
 Jorge Messi Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Lionel Messi Berduka
Olahraga
Chelsea Taklukkan AC Milan 3-0 di GBK
Joao Pedro menjadi bintang kemenangan Chelsea setelah mencetak dua gol, sedangkan satu gol lainnya disumbangkan Moises Caicedo.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Chelsea Taklukkan AC Milan 3-0 di GBK
Olahraga
Laga Chelsea vs AC Milan di GBK, Polda Metro Kerahkan 1.200 Personel untuk Pengamanan
Pengamanan disiapkan secara berlapis untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Laga Chelsea vs AC Milan di GBK, Polda Metro Kerahkan 1.200 Personel untuk Pengamanan
Olahraga
Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF Back-to-Back
Tim Merah Putih harus puas menempati peringkat 3 dengan 7 poin dari 5 pertandingan, finis di bawah Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin).
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF Back-to-Back
Olahraga
Jelang Duel Hidup-Mati Lawan Singapura, John Herdman: Saya Minta Pemain Tenang dan Fokus
Targetnya jelas tidak mudah karena pertandingan tersebut akan digelar di markas Singapura, Stadion Jalan Besar, pada Jumat (7/8) pukul 20.00 WIB.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Jelang Duel Hidup-Mati Lawan Singapura, John Herdman: Saya Minta Pemain Tenang dan Fokus
Olahraga
Prediksi Singapura vs Indonesia 7 Agustus 2026: Head to Head, Susunan Pemain, dan Skor
Prediksi Singapura vs Indonesia akan berjalan sengit. Skuad Garuda wajib menang demi lolos ke semifinal Piala AFF 2026.
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
Prediksi Singapura vs Indonesia 7 Agustus 2026: Head to Head, Susunan Pemain, dan Skor
Olahraga
Liverpool Ikut Perburuan Djed Spence, Tottenham Siap Lepas dengan Harga Rp 843 Miliar
Liverpool kini mengincar Djed Spence. Tottenham bersedia menjual bek Inggris itu seharga Rp 843 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Liverpool Ikut Perburuan Djed Spence, Tottenham Siap Lepas dengan Harga Rp 843 Miliar
Olahraga
Barcelona Tantang Real Madrid untuk Datangkan Rodri, Manchester United Ikut Kena Dampaknya
Barcelona kini menantang Real Madrid untuk mendatangkan Rodri. Manchester United pun ikut kena dampaknya.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Barcelona Tantang Real Madrid untuk Datangkan Rodri, Manchester United Ikut Kena Dampaknya
Indonesia
Persis Solo Tetap Bermarkas di Stadion Manahan, Tunggakan Sewa Rp 2 Miliar Bakal Dibahas
Persis Solo masih menunggak biaya sewa Stadion Manahan senilai Rp 2 miliar. Pemkot Solo segera membahasnya.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Persis Solo Tetap Bermarkas di Stadion Manahan, Tunggakan Sewa Rp 2 Miliar Bakal Dibahas
Olahraga
Link Live Streaming Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026, Duel Sengit di Final Piala Presiden
Link live streaming Persib vs Persebaya dimulai Kamis (6/8) pukul 20.00 WIB. Laga final Piala Presiden 2026 diprediksi berjalan menarik.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Link Live Streaming Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026, Duel Sengit di Final Piala Presiden
Bagikan