COVID-19 Nama Resmi Virus Corona dari WHO, Ini Artinya!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 12 Februari 2020
COVID-19 Nama Resmi Virus Corona dari WHO, Ini Artinya!

Tugu peringatan darurat bagi Li Wenliang, dokter yang pertama kali memberi peringatan mengenai wabah virus korona. REUTERS/Stringer/wsj/djo (REUTERS/STRINGER)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menamai novel virus corona terbaru sebagai COVID-19, yang merupakan singkatan dari penyakit virus corona yang dimulai pada 2019.

Menurut WHO, penamaan tersebut harus menghindari stigmatisasi apa pun yang merujuk pada lokasi geografis tertentu, hewan, nama individu, spesies hewan, budaya, populasi, industri atau pekerjaan.

Baca Juga:

Laporan Kematian akibat Virus Corona di Tiongkok Tembus Angka Seribu

Penamaan virus itu disampaikan Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara saat konferensi pers di Jenewa, Swiss, Selasa (11/2). Dikutip Antara, COVID-19 berarti penyakit virus corona yang muncul pada 2019.

Untuk diketahui, kasus positif virus COVID-19 per tanggal 11 Februari 2020 sudah mencapai 43.103 secara global dengan paling banyak terjadi di Tiongkok.

Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa.
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa.

Hingga kemarin di Tiongkok ditemukan 42.708 kasus dengan 2.484 kasus baru, 7.333 orang mengalami gangguan kesehatan serius, dan 1.017 kematian dengan 108 kasus kematian baru.

Baca Juga:

Tiongkok Buka Rumah Sakit Darurat Kedua Khusus Pasien Virus Corona

Kasus virus corona tipe baru di luar Tiongkok sebanyak 395 kasus di 24 negara dengan bertambahnya 76 kasus baru. Sebanyak 65 dari 76 kasus baru dilaporkan di atas kapal pesiar yang sedang berada di perairan Jepang. Total kasus terkonfirmasi di kapal pesiar tersebut sebanyak 135 orang.

Negara yang paling banyak melaporkan kasus positif virus corona adalah Singapura (45), Thailand (33), Korea Selatan (28), dan Jepang (26). Setelahnya diikuti oleh Malaysia (18), Australia (15), Vietnam (15), Jerman (14), Amerika Serikat (13), Prancis (11), Inggris (8), Uni Emirat Arab (8), Kanada (7), Italia (3), India (3), Filipina (3), Rusia (2), Spanyol (2), Kamboja (1), Nepal (1), Sri Lanka (1), Belgia (1), Finlandia (1), dan Swedia (1). (*)

Baca Juga:

Susul Sony, Vivo dan Intel Juga Mundur dari MWC 2020 Karena Virus Corona

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan