MerahPutih.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengaku murka dengan Anies Baswedan yang mengkritik kinerjanya saat memimpin Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Pj Heru mengaku, tak mempermasalahkan Anies untuk maju sebagai calon gubernur (cagub) Jakarta, tetapi jangan sampai niatannya untuk merebut kursi nomor satu di Jakarta itu menjelek-jelekan orang lain.
"Silahkan untuk berlaga di Pilkada, tapi jangan kambing hitamkan saya," kata Anies di Jakarta, Sabtu (20/7).
Mantan Wali Kota Jakarta Utara ini menegaskan, dirinya tidak pernah menghentikan program yang diperuntukkan bagi masyarakat Jakarta.
"Saya masuk Oktober itu 2022, APBD sudah berjalan untuk 2023. Tidak ada kegiatan untuk masyarakat yang saya berhentikan. Semua saya jalankan," ucapnya.
Baca juga:
Pj Heru Ultimatum agar Kepala Sekolah Tidak Lagi Rekrut Guru Honorer
Lanjut Heru, dirinya telah menjalankan dan bahkan merapikan program gubernur sebelumnya sesuai aturan yang ada.
"Saya rapikan sesuai dengan aturan yang ada. KJP kita rapikan aturan yang ada. Saya kan enggak motong KJP. Masa ada siswa yang kaya mendapat KJP? Enggak juga," tuturnya.
Heru kembali menegaskan selama dirinya menjalankan program untuk masyarakat Jakarta, dirinya tidak pernah melanggar aturan yang berlaku. Dalam menjalankan anggaran, Pemprov DKI juga diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
"Ada BPK, ada BPKP. Semua saya rapikan," tuturnya.
Anies Rasyid Baswesan telah menyatakan maju sebagai calon gubernur (Cagub) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Sudah ada dua partai yang secara terang-terangan mengusungnya di Pilkada Jakarta, yakni PKS dan PKB. (Asp)

