Mulai Sekarang, Rajinlah Cuci Sisir Rambut
Cuci secara rutin. (Foto: Unsplash/Frank OToole)
SEBERAPA sering sih kamu mencuci sisir rambut yang selama ini dipakai? Sama seperti alat lainnya, sisir juga termasuk alat perawatan diri yang perlu kamu cuci secara rutin. Jika tidak, bersiaplah menghadapi masalah pada kulit kepala dan bahkan rambut.
Saat kamu menyisir rambut, apa pun yang ada di helai rambut menempel pada sisir, seperti residu produk rambut, lemak, keringat, serpihan kulit mati, dan debu. Sebaliknya, setiap kami menyisir, segudang kotoran ini pindah kembali ke rambutmu.
“Ini mirip dengan apa yang terjadi dengan kuas riasan, tetapi kamu memiliki faktor tambahan rambut kusut di sisir, yang bertindak sebagai sumber masalah potensial lainnya,” kata pakar dermatologi University of Alabama School of Medicine, Corey L Hartman, dikutip Livestrong.
Hartman melanjutkan, penumpukan minyak pada kulit kepala dan menempel di rambut membuat kulit kepala lebih berminyak dan dapat memicu pertumbuhan berlebih dari jamur Malassezia.
Baca juga:
Dijamin Makin Cantik, Begini Cara Meluruskan Rambut Tanpa Harus ke Salon
“Jamur dapat menyebabkan dermatitis seboroik, atau ketombe, suatu kondisi peradangan yang mengakibatkan ruam berminyak, gatal, dan bersisik di kulit kepala,” tutur Hartman.
Terlebih lagi, bila tekstur rambutmu membuat sulit untuk keramas setiap hari, kamu berisiko lebih tinggi terkena dermatitis seboroik karena kulit kepala cenderung lebih berminyak.
Masalah lainnya bila kamu malas mencuci sisir adalah rambut rontok. Dermatitis seboroik sering terasa gatal, dan menggaruk kulit kepala hanya akan menyebabkan rambutmu patah.
Ditambah lagi, kulit kepala yang meradang tidak bisa menghasilkan rambut normal. Sebuah studi di PLOS One Mei 2019 menunjukkan Malassezia berhubungan dengan kerontokan rambut.
Baca juga:
Menurut studi dari University of Central Florida College of Medicine, menggaruk kepala juga dapat menyebabkan jaringan parut, merusak folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut, dan menyebabkan kerontokan.
Di sisi lain, fungsi sisir bisa ikut rusak bila kamu malas mencucinya. Hartman menuturkan, sisir bisa berfungsi maksimal dalam kondisi bersih. Bila bristle di sisir tertutupi residu, maka akan menjadi mudah patah.
Cara mencuci sisir yang pertama, singkirkan rambut yang menempel di bristle, mislanya menggunakan alat runci seperti rattail brush. Selanjutnya, siapkan sebuah mangkuk dan isi dengan air sabun gangat.
Jika sisirmu terbuat dari plastik, rendam sisir sepenuhnya selama beberapa menit. Tetapi jika terbuat dari kayu, celupkan bagian bristle-nya saja agar tidak merusak bagian kayunya.
Kemudian, bilaslah sisir dengan air bersih dan keringkan di atas handuk bersih atau dengan bristle menghadap ke bawah. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya