MUI Harap Pemilu 2024 jadi Ajang Merajut Persatuan, Bukan Perseteruan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Abdullah Jaidi. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
MerahPutih.com - Memasuki tahun politik jelang Pemilu 2024, seluruh elemen diminta menghindari berbagai bentuk ujaran kebencian dan intoleransi dalam bentuk SARA. Apalagi yang memanfaatkan mimbar agama untuk berpolitik.
"Untuk itu saya berpesan agar Pemilu tahun depan jangan dijadikan ajang perseteruan tetapi kita manfaatkan Pemilu untuk merajut kebersamaan dan persatuan bangsa,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi di Jakarta, Rabu (22/2).
Baca Juga
Ketua Bawaslu Sebut Hoaks Sangat Berpotensi Terjadi di Pemilu 2024
Abdullah Jaidi berharap agar pada Pemilu 2024 nanti dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia untuk bisa menunjukkan kesantunan dan saling menghargai dalam menyikapi perbedaan pandangan politik.
"Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak mudah dibenturkan satu dengan lainnya," ungkapnya.
Abdullah berpesan agar para pemilih yang terlibat dalam perhelatan Pemilu 2024 juga harus mendukung pemimpin dan perwakilan yang terpilih, walaupun mereka bukan pilihannya.
"Ini penting, karena Pemilu hanya proses saja, sementara nanti siapa pun yang terpilih, tetap akan menjadi pemimpin seluruh bangsa. Tidak ideal jika kita saling menghujat dan menjatuhkan.,” tuturnya.
Baca Juga
Bawaslu Dorong Peserta Pemilu Sediakan Juru Bahasa Isyarat dalam Kampanye
Abdullah meminta para pihak yang bersaing perlu memperhatikan adab atau kesantunan dalam bertindak dan bertutur kata terhadap sesama anak bangsa.
“Kita boleh berbeda agama, pandangan, atau kepercayaan, tetapi sebagai warga negara Republik Indonesia ini kita harus mengutamakan kebersamaan dalam menjunjung tinggi dasar negara, yaitu Pancasila,” paparnya.
Dalam sila pertama Pancasila, jelasnya, terdapat nilai ketuhanan atau kepercayaan. Selanjutnya terdapat nilai persatuan Indonesia yang menggambarkan kebersamaan anak bangsa.
Peradaban Indonesia akan semakin matang jika kita bisa menyingkirkan perselisihan dari perbedaan yang ada. Ini bisa dicapai jika masing-masing individu memiliki kesantunan dalam bergaul di tengah masyarakat.
“Seharusnya, tujuan kita semua adalah menciptakan suasana yang rukun, damai, saling menghormati dan menghargai,” imbuh Abdullah.
Untuk itu, sekali lagi ia mengimbau agar memasuki tahun politik seluruh pihak untuk tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan politik.
"Terutama dengan melakukan ujaran kebencian, intoleransi berbau SARA, apalagi yang menggunakan mimbar agama," tutup Abdullah. (Knu)
Baca Juga
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
DKPP Ungkap 31 Perkara Politik Uang di Pemilu dan Pilkada 2024, Perlunya Sinergi Kuat dari Bawaslu hingga KPU
[HOAKS atau FAKTA]: MUI Dukung Serangan Israel karena Iran Menganut Syiah
Idul Fitri 1446 H, MUI Ajak Umat Islam untuk Tetap Miliki Integritas yang Tercermin dalam 3 Aspek
Surat Suara Bekas Pemilu 2024 Laku Dijual Rp 210 Juta dalam Lelang Daring
Gus Miftah Olok-olok Penjual Es Teh, MUI: Jangan Ditiru!
DKPP akan Luncurkan IKEPP 24 Oktober 2024
Artis Jadi Ketua Tim Sukses Pilkada Hanya Buat Naikkan Popularitas
Suka Cita Rayakan Pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2024-2029