Mengenang Mohammad Natsir, Pejuang Kemerdekaan dan Pembaru Islam

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 17 Juli 2018
Mengenang Mohammad Natsir, Pejuang Kemerdekaan dan Pembaru Islam

Pahlawan Indonesia, Mohammad Natsir. (Dok: biografiku)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI ini, tepat 110 tahun lalu, lahir tokoh perjuangan kemerdekaan dan cendikiawan muslim Indonesia. Mohammad Natsir lahir pada 17 Juli 1908, di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Semasa hidupnya, Natsir terkenal dengan pemahaman menggabungkan semangat agama untuk membangun bangsa melalui pemerintahan. Bahkan, Natsir punya alasan kuat untuk mendudukkan Islam sebagai dasar negara Republik Indonesia. Hal ini juga yang membuatnya bertentangan dengan Sukarno.

Bung Karno yang lebih memilih memisahkan agama dan semangat nasionalisme sangat sulit diterima Natsir pada awalnya. Akan tetapi, kedua bapak bangsa ini tak pernah bentrok. Meski berpisah haluan usai perbedaan pendapat tersebut, namun keduannya tetap dekat.

Menteri-menteri dari Kabinet Natsir dengan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. (Foto/Wikipedia)
Menteri-menteri dari Kabinet Natsir dengan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. (Foto/Wikipedia)

Saat mudanya mengenal Bung Karno, Natsir langsung mengidolakannya sebagai bapak perjuangan. Cara Sukarno berpidato mampu membangkitkan semangat nasionalisme. "Isi pidato Bung Karno, saya sudah hafal. Caranya berpidato enak sekali. Dia memiliki keahlian dalam membangkitkan semangat perjuangan,” kata Natsir dimuat di majalah Editor, 20 Februari 1993.

Lambat laun hubungan mereka agak terpecah karena perbedaan pamahaman dalam membangun Indonesia. Namun, tak sedikitpun benci yang keluar meski berbeda pendapat. "Waktu Sukarno ditangkap, diadili, dan dipenjara di Sukamiskin, yang pertama kali menjenguk Bung Karno di penjara, kelompok kami ini. Kelompok yang tidak sepaham dengan gagasan Bung Karno,” tutur Natsir.

Ketika Bung Karno dibuang ke Ende, Nusa Tenggara Timur, kelompok Natsir pula yang mengirimi Bung Karno buku-buku bacaan. Dari tempat pembuangannya, Bung Karno intens berkorespondensi dengan pemimpin Persis, Ustadz A. Hassan. Surat menyurat itu kemudian diterbitkan oleh A. Hassan dengan judul "Surat-surat Islam dari Endeh". (*)

#Mohammad Natsir #Sejarah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Debutan tak Terkalahkan Lolos ke 32 Besar
Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapainya.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Debutan tak Terkalahkan Lolos ke 32 Besar
Fun
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Netflix resmi mengumumkan kelanjutan serial drama historis House of Guinness ke musim kedua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Olahraga
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Stadion Azteca akan membuka Piala Dunia 2026. Stadion tersebut menyimpan banyak momen bersejarah selama gelaran Piala Dunia.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Lifestyle
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Tanggal 7 Mei memperingati apa? Simak 10 peristiwa penting, Hari Perjanjian Roem-Royen, Hari Kopi Nasional, hingga peringatan dunia yang jarang diketahui.
ImanK - Rabu, 06 Mei 2026
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Lifestyle
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
5 Mei memperingati berbagai hari penting seperti Hari Bidan Internasional, Hari Kebersihan Tangan Sedunia, hingga Hari Lembaga Sosial Desa. Simak ulasannya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
Lifestyle
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Tanggal 4 Mei memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional hingga Star Wars Day. Simak daftar lengkap peristiwa penting di Indonesia dan dunia.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Olahraga
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Gol Neeskens tersebut tercatat sebagai gol tercepat yang pernah tercipta dalam sebuah laga final Piala Dunia pria hingga saat ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 04 April 2026
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bagikan