MerahPutih News - Microsoft kini tengah menghadapi masa sulit dimana harga PC menurun sehingga permintaan untuk menggunakan sistem operasi buatannya, Windows, semakin menurun. Namun, dibalik badai kesulitan ekonomi yang menerpa perusahaan ini, nampaknya masih ada sedikit cahaya harapan yang mungkin dapat menyelamatkan perusahaan raksasa teknologi ini.
"Ini luar biasa untuk melihat (perangkat) sembilan inci dan perangkat ini 'meledak' (di pasaran)," kata Kevin Turner, Microsoft Chief Operating Officer. "Laptop $ 199 menempatkan HP keluar dengan sangat mengagumkan."
Microsoft kini berusaha untuk melawan ancaman dari Google Chromebook pada perangkat kelas low-end di pasaran. Google menjual laptop yang hanya mampu terhubung ke web, tetapi perangkatnya mampu semakin populer dengan harga jual hanya sangat rendah. Dengan hanya Rp 3.000.000 anda sudah dapat membawa pulang Chromebook.
Tetapi fokus pada meningkatkan kelas low-end dapat menjatuhkan harga jual laptop kelas high-end. Penjualan PC dengan harga lebih dari Rp 3.500.000 pun telah sangat jatuh pada musim liburan akibat kehadiran laptop kelas low-end. Namun perhatian pasti tertuju pada Apple Macbook yang telah tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan pasar PC.
Kini nampaknya Microsoft mulai tertarik pada pertempuran pasar kelas bawah dan bersiap melepaskan cengkeramannya pada produksi PC kelas atas.