Menunda Rapikan Diri Sampai Lupa Sekarang Sudah Sekolah Tatap Muka
Saat PTM sudah pasti siswanya dilarang gondrong. (Unsplash-Dwi Rina)
LEBIH kurang dua tahun sekolah dari rumah. Pandemi memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring dari rumah. Alhasil, para siswa jadi terbiasa bertatap muka lewat layar laptop dan sering mengecek tugas di grup whatsapp kelas.
Baca juga:
Di masa awal pembelajaran daring banyak terjadi pemakluman karena beberapa pihak harus beradaptasi dengan gawai elektronik, perangkat lunak, dan semuanya mengandalakan jaringan internet.
Bahkan ketika pandemi baru melanda, pemakluman terjadi pada hal-hal di luar teknis gawai elektronik. Semisal soal kerapihan, beberapa siswa laki-laki diperbolehkan berambut panjang karena tak mungkin pergi ke tukang cukur karena berisiko terpapar COVID-19.
Terkait kerapian, sekolah daring memang jauh berbeda dengan ketika sekolah tatap muka karena ketika kegiatan dilakukan di rumah nan harus terlihat rapi hanya semata di layar pertemuan daring. Bawahannya, kadang pakai celana pendek, pakai legging, atau celana santai lainnya.
Kadang malah enggak mandi. Cukup cuci muka lalu mengaktifkan kamera ponsel atau laptop. Terus mulai deh belajar daring.
Baca juga:
Namun kegiatan tersebut tidak akan terjadi saat sudah sekolah tatap muka. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai diberlakukan meski belakangan beberapa sekolah terpaksa melakukan evaluasi terkait meningginya kasus siswa tepapar Omicron.
Meski begitu, saat PTM berlangsung tak sedikit siswa terbiasa dengan gaya hidup sekolah daring sehingga berkait kerapian dinomorduakan.
Nah, jangan lupa mencukur kumis atau berewok jika sudah lebat. Tak sedikit anak sekolah sekarang sudah berewokan karena hasil alamiah atau menggunakan obat khusus demi mengejar tren. Boleh saja berewokan, tetapi tetap harus rapi agar orang lain nyaman memandang.
Mencukur kumis juga tak kalah pentingnya. Kadang sehabis mencukur kumis wajah jadi terlihat lebih segar. Bisa pula kumis tidak dipangkas habis. Paling tidak dirapikan bagian tepinya agar tidak mengganggu aktivitas di sekitar bibir.
Bagian perlu dirapikan lainnya, kuku. Memang tampak sepele, tetapi justru sangat penting apalagi di masa pandemi. Bagian dalam kuku biasanya menyimpan kotoran nan selain tak enak dipandang juga berisiko menyimpan bakteri.
Di masa pandemi, kebersihan tangan apalagi kuku jadi sangat penting agar tak menjadi perantara penularan virus. (frs)
Baca juga:
Berkaca dari Ghozali, Yuk Jangan Tunda Belajar Hard Skills di Era Digital
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
UNTOLD Stories: di Balik Outfit Kece Atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
‘Light and Shape’: ESMOD Jakarta Rayakan Inovasi Mode dari Desainer Muda di Creative Show 2025
UNIQLO Gandeng BABYMONSTER untuk Koleksi UT Terbaru, Tampilkan Desain Edgy dan Playful
Thrifting makin Digandrungi, Industri Tekstil dalam Negeri Ketar-Ketir
Tumbler Viral, Lebih daripada Gaya Hidup Sehat tapi Fashion Statement
Panduan Thrifting Jakarta, Rekomendasi Seru dari Blok M Square hingga Pasar Santa
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Dari Sneakers Langka hingga Vinyl Kolektibel, Cek 3 Zona Paling Hits di USS 2025
USS 2025 Resmi Dibuka: Lebih Megah, Lebih 'Kalcer', dan Penuh Kolaborasi Epik