Menparekraf Dukung Wisata Olahraga dengan Kearifan Lokal

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 09 Juli 2021
Menparekraf Dukung Wisata Olahraga dengan Kearifan Lokal

Olahraga loncat batu. (Foto: Instagram/adventureindonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA punya beragam hal yang bisa dipamerkan, mulai dari pulau, pegunungan, budaya, karya, hingga olahraganya. Oleh karena itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendorong pemuda Indonesia untuk menghadirkan kegiatan wisata olahraga berbasis kearifan lokal.

Langkah ini dilakukan bukan hanya sebatas daya tarik destinasi, tetapi juga budaya setempat sehingga mampu membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Teman-teman harus menemukan apa kearifan lokal yang dapat menjad pembeda di tiap destinasi, yang mampu menjadi pengalaman otentik dan unik untuk menarik para wisatawan. Seperit di Nias ada gelaran loncat batu yang merupakan bentuk perpaduan antara olahraga dan juga budaya,” ujar Sandi dalam webinar Pelatihan Pengembangan Pariwisata Olahraga Untuk Pemuda, mengutip ANTARA.

Ia melihat bahwa wisata olahraga menjadi tren yang punya pasar cukup besar. Di Indonesia, pertumbuhannya bisa mencapai hampir Rp 18,7 triliun sampai dengan 2024. Pandemi COVID-19 turut berperan dalam mengubah tren pariwisata karena para wisatawan lebih tertarik mengikuti tur yang skalanya kecil.


Salah satu acara olahraga yang sudah melakukan adaptasi di masa pandemi adalah rangkaian kegiatan Indonesia Triathlon Series (ITS), yakni Belitung Triathlon 2021 dan Kendari Triathlon 2021.

Baca juga:

Sirkuit Mandalika Siap Gelar Balapan

Menparekraf Dukung Wisata Olahraga dengan Kearifan Lokal
MotoGP 2021 di Mandalika. (Foto: Instagram/pitravelers)

Selain itu juga ada beberapa acara olahraga mendatang di lima desintasi super prioritas, yakni Samosir Lake Toba Ultra Marathon, Manado Ride dan Likupang Virtual Sport Tourism, Jogja Grand Fondo dan Tour de Bajo, MotoGP Mandalika dan Ironman 70.3, serta Festival Dayung Nusantara dan Labuan Bajo Mini Triathlon.

Acara tersebut dilaksanakan sesuai dengan situasi pandemi COVID-19. Jika zona hijau maka bisa dilakukan secara luring dan untuk zona kuning bisa dilakukan secara hibrida, dan zona merah dilakukan secara daring.

“Pandemi mengharuskan kita untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Mari kita lakukan pergeseran tren pariwisata yang lebih sadar kesehatan, sehingga protokol kesehatan ini menjadi prioritas utama, panduan CHSE dalam wisata olahraga harus kita patuhi secara ketat dan disiplin,” kata Sandi.

Baca juga:

Permainan Kuno Paling Populer di Dunia, Termasuk Lompat Batu di Nias

Menparekraf Dukung Wisata Olahraga dengan Kearifan Lokal
Menyusun panduan pelaksanaan CHSE. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Kemenparekraf telah menyusun panduan pelaksanaan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Enviromental sustainability) untuk penyelenggaraan acara dan untuk pelaksanaan beberapa jenis olahraga, seperti marathon, pendakian gunung, selam, paralayang, arung jeram, dan golf. (and)

Baca juga:

Menparekraf Siapkan Pariwisata Olahraga

Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan