Menlu Sugiono Tak Masalah Kapal Perang AS Patroli di Selat Malaka, Ini Alasannya!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Menlu Sugiono Tak Masalah Kapal Perang AS Patroli di Selat Malaka, Ini Alasannya!

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono berbicara kepada awak media usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono tidak masalah dengan kehadiran kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka. Alasannya, aktivitas militer AS itu bukan hal yang luar biasa, merupakan bagian dari kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional.

“Saya kira mereka biasanya patroli di kawasan, ada yang namanya freedom of navigation patrol. Itu bukan sesuatu yang baru,” kata Sugiono usai konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (22/4).

Baca juga:

USS Nimitz Lewati Selat Malaka, TNI Tegaskan Tidak Langgar Hukum Internasional

Kapal AS Hanya Transit di Selat Malaka

Laporan sebelumnya menyebutkan kapal milik AS melintasi Selat Malaka pada Sabtu (18/4), yang berbatasan dengan wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai kehadiran kapal perang asing di jalur internasional tidak bisa dihindari.

“Selama sesuai aturan UNCLOS, Indonesia tidak bisa melarang. Namun, tetap harus waspada agar tidak ada pelanggaran kedaulatan,” tuturnya dilansir Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan kapal peras AS itu hanya melakukan transit atau Hak Lintas Transit (Transit Passage).

Baca juga:

Malaysia-Indonesia Sepakati Perjanjian Selat Malaka dan Laut Sulawesi

Nilai Strategis Selat Malaka

Data International Chamber of Shipping, sekitar 25% perdagangan dunia melewati Selat Malaka, termasuk minyak mentah dari Timur Tengah menuju Asia Timur.

Selat Malaka sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dengan lebih dari 90 ribu kapal melewati kawasan itu setiap tahunnya. Jalur ini sah untuk dilewati sesuai Pasal 37 dan 38 Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) yang telah diratifikasi Indonesia. (*)

#Selat Malaka #Sugiono #Militer As
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS?
Bandara Kertajati kabarnya dikuasai oleh militer Amerika Serikat. Hal itu terungkap lewat foto bendera AS yang berkibar di sana. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS?
Indonesia
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Menurut Sugiono, Prabowo sudah dua kali diundang Macron untuk kunjungan resmi kenegaraan.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Indonesia
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Menlu RI Sugiono menyebut sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan Israel dan kini menuju Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Indonesia
Menlu Sugiono Sebut Perlakuan Israel terhadap 9 WNI Langgar Hukum Humaniter Internasional
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengecam perlakuan Israel terhadap 9 WNI yang ditangkap. Ia mengatakan, hal itu merupakan pelanggaran serius.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
Menlu Sugiono Sebut Perlakuan Israel terhadap 9 WNI Langgar Hukum Humaniter Internasional
Indonesia
Indonesia Titip Pesan Lewat 3 Negara Sahabat ke Israel, Minta Info Terkini 9 Tahanan WNI
emerintah Indonesia mengandalkan jalur diplomasi tidak langsung untuk memastikan keselamatan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel saat mengikuti konvoi kemanusiaan menuju Gaza.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Indonesia Titip Pesan Lewat 3 Negara Sahabat ke Israel, Minta Info Terkini 9 Tahanan WNI
Indonesia
Pemerintah RI Koordinasi dengan Yordania dan Turki soal 9 WNI Ditahan Israel
Menlu Sugiono memastikan pemerintah terus memantau kondisi 9 WNI yang ditahan Israel, setelah misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla diintersepsi menuju Gaza.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Pemerintah RI Koordinasi dengan Yordania dan Turki soal 9 WNI Ditahan Israel
Indonesia
Prabowo Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja di KTT ASEAN: Utamakan Dialog dan Negosiasi
Presiden Prabowo Subianto mendorong penyelesaian damai konflik Thailand dan Kamboja lewat dialog dan negosiasi dalam KTT ASEAN di Filipina.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 Mei 2026
Prabowo Dorong Perdamaian Thailand-Kamboja di KTT ASEAN: Utamakan Dialog dan Negosiasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tiru Iran, Indonesia akan Tarik Pungutan Kapal yang Lintasi Selat Malaka
Indonesia bakal mengenakan tarif untuk kapal asing yang melintasi Selat Malaka. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Tiru Iran, Indonesia akan Tarik Pungutan Kapal yang Lintasi Selat Malaka
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Singapura menyerang kapal perang RI yang sedang patroli di Selat Malaka. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Indonesia
Izin Overflight AS di Indonesia Disorot, Jadi Ancaman bagi Kedaulatan dan Netralitas
Amerika Serikat kabarnya berencana melintasi wilayah udara Indonesia. Namun, hal itu dikecam oleh pengamat kebijakan publik.
Soffi Amira - Selasa, 28 April 2026
Izin Overflight AS di Indonesia Disorot, Jadi Ancaman bagi Kedaulatan dan Netralitas
Bagikan