MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono memastikan, bahwa Palestina telah mengetahui keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza.
Menurutnya, informasi tersebut telah diketahui setelah Ketua National Committee for Administration of Gaza (NCAG) Ali Shaath menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada Rabu (19/2) waktu setempat.
Palestina tidak hanya mengetahui partisipasi Indonesia, tetapi juga memahami rencana dan mandat ISF selama bertugas di Gaza.
"Palestina sudah hadir di sana, sudah mengetahui dan memahami," ujar Sugiono, Sabtu (21/2).
Baca juga:
Prabowo Bertemu 12 Perusahaan Investasi Global, Bahas Iklim Usaha hingga Energi Terbarukan
Ia menambahkan, Palestina juga telah memahami maksud dan tujuan Indonesia dalam mengirimkan pasukan ke Gaza.
Sugiono menegaskan, Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun operasi militer ofensif, melainkan fokus pada menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
"Kami juga telah menyampaikan national caveat kami, jadi semuanya sudah terlihat," katanya.
Sugiono melanjutkan, bahwa misi Indonesia di ISF selaras dengan kepentingan Palestina. Dalam pertemuan Board of Peace, Shaath disebut menyampaikan bahwa Palestina membutuhkan situasi yang aman dan stabil sebagai prasyarat pemulihan dan proses perdamaian di Gaza.
Baca juga:
Indonesia Pegang Posisi Deputy Commander ISF di Gaza, Menlu Sugiono: Diakui Dunia Internasional
"Langkah pertama dari rencana komprehensif ini adalah ceasefire atau gencatan senjata. Setelah itu, diciptakan suasana yang aman dan stabil, baru tahapan-tahapan berikutnya dapat dijalankan. Dan itu juga kemarin sudah disampaikan," tuturnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC pada Rabu (19/2), Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyampaikan, telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan menyatakan Indonesia menerima tawaran tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Presiden RI, Prabowo Subianto, mengonfirmasi hal itu dan berkomitmen menurunkan hingga 8.000 personel terbaik Indonesia untuk mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza. (Asp)

