Menko Polhukam Tak Biarkan Prajurit Mati Konyol di Papua

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 16 November 2017
Menko Polhukam Tak Biarkan Prajurit Mati Konyol di Papua

Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) melakukan salam komando. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, ada batas upaya persuasif dalam upaya menangani penyanderaan di Timika, Papua jika banyak korban berjatuhan.

"Kalau negosiasi terus, tapi korban berjatuhan di kita, bagaimana? Apa kita biarkan prajurit kita mati konyol hanya karena kita terus-menerus mengajak dan yang diajak tidak mau," kata Wiranto ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/11).

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menahan 1.300 warga sipil yang diisolasi di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Wiranto mengatakan, aparat keamanan gabungan masih terus mengutamakan tindakan persuasif untuk membebaskan para warga.

Polisi juga telah menyebarkan maklumat melalui helikopter pada Senin (13/11) yang berisi permintaan untuk menyerahkan senjata dan menyerah kepada aparat keamanan.

Selain itu, polisi juga meminta agar KKB tidak melakukan tindakan kriminal seperti penganiayaan, pemerkosaan, atau pembunuhan kepada warga sipil. "Polda Papua juga menjelaskan belum ada tanda dari KKB untuk menyelesaikan persoalan secara damai," tandasnya.

Polda juga kembali memberikan pemberitahuan kepada KKB pada Kamis melalui sejumlah tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemerintahan dengan bernegosiasi agar masyarakat diberi kesempatan untuk keluar dari Banti dan Kimbeli.

"Karena itu, kalaupun aparat keamanan Indonesia, apakah kepolisian yang diperkuat oleh TNI nanti melakukan langkah-langkah yang tegas dan kuat di Papua, itu karena memang yang harus dilakukan untuk melawan kelompok kriminal dan itu sudah kategori kriminal yang harus kita selesaikan secara hukum, secara tegas," katanya.

Wiranto juga mengingatkan pihak asing untuk tidak menuduh aparat keamanan berlaku sewenang-wenang dalam menangani penyanderaan yang terjadi di Mimika. (*)

Sumber: ANTARA

#Menko Polhukam #Wiranto #Kasus Penyanderaan #Kasus Penembakan #Konflik Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
3 Pegawai Pertanian Meninggal Akibat Serangan KKB, Warga Sipil Paling Rentan Alami Kekerasan
Ketiga korban merupakan warga sipil yang tengah menjalankan tugas untuk membawa bantuan ternak kepada masyarakat di pedalaman Papua
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
3 Pegawai Pertanian Meninggal Akibat Serangan KKB, Warga Sipil Paling Rentan Alami Kekerasan
Indonesia
Komisi XIII DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan 9 Anak Sandera OPM
Kelompok rentan seperti perempuan dan anak kerap diposisikan dalam kerentanan berlapis yang membahayakan masa depan mereka. 

Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Komisi XIII DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan 9 Anak Sandera OPM
Indonesia
Seluruh Fasiltas Kesehatan Tambrauw Papua Barat Daya Ditutup Sampai Keselamatan Nakes Terjamin
Penutupan mencakup seluruh fasilitas layanan kesehatan di wilayah Tambrauw, yakni satu rumah sakit, 24 puskesmas (PKM), dan lima puskesmas pembantu (pustu).
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Seluruh Fasiltas Kesehatan Tambrauw Papua Barat Daya Ditutup Sampai Keselamatan Nakes Terjamin
Indonesia
Remaja 18 Tahun di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolri Janji Bakal Tindak Tegas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberi atensi khusus atas kasus tewasnya remaja 18 tahun di Makassar yang tertembak polisi.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Remaja 18 Tahun di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolri Janji Bakal Tindak Tegas
Indonesia
43.363 Orang Berencana Berangkat Umrah, Pemerintah Minta Ditunda
Calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
43.363 Orang Berencana Berangkat Umrah, Pemerintah Minta Ditunda
Indonesia
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Try Sutrisno merupakan figur yang selalu memikirkan langkah terbaik untuk masyarakat selama menjalankan tugas kenegaraan.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Indonesia
Imbas Penembakan Pesawat Smart Air, 11 Bandara di Papua Ditutup Sementara
Kemenhub menghentikan sementara operasional 11 bandara di Papua. Hal itu buntut penembakan pesawat Smart Air pada 11 Februari 2026 lalu.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
Imbas Penembakan Pesawat Smart Air, 11 Bandara di Papua Ditutup Sementara
Indonesia
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Empat orang terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel ditangkap. Polisi masih memburu pelaku lainnya.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Indonesia
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Indonesia
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Kasus penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel, kini memasuki babak baru. Polisi menduga KKB menjadi otak pelaku dari kasus penembakan tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Bagikan