Menilik Rencana Roberto Mancini dalam Upaya Membangkitkan Timnas Italia

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 09 September 2018
Menilik Rencana Roberto Mancini dalam Upaya Membangkitkan Timnas Italia

Roberto Mancini. Foto: Zimbio

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - “Terlalu sulit untuk (Roberto) Mancini untuk membalikkan dunia sendirian. Jika semuanya berjalan baik maka dia hanya bisa melakukannya sedikit. Apa yang kami butuhkan? Federasi yang kuat, yang menempatkan nilai-nilai pada pusat: kualitas, perasaan kolektif, federasi yang mengembangkan sekolah, sebuah gaya (bermain), dan identitas.”

Guru sepak bola dan pelatih legendaris asal Italia, Arrigo Sacchi berucap demikian. Ia tidak yakin Mancini dapat membangkitkan sepak bola Italia, yang pernah menjadi juara dunia empat kali, jika dia hanya bekerja sendirian, tanpa sinergi dengan FIGC (Federasi Sepak Bola Italia).

Fase sepak bola Italia bisa dibilang tengah menurun saat ini, menyusul kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 dan ini terjadi kali pertama sejak 60 tahun lamanya. Tahun lalu, Italia asuhan Gian Piero Ventura urung lolos ke Piala Dunia karena kalah agregat gol 0-1 dengan Swedia di fase play-off. Hari itu diingat sebagai hari yang kelam bagi Italia.

Daniele De Rossi, Gianluigi Buffon, dan Andrea Barzagli, tiga pahlawan Italia kala menjuarai Piala Dunia 2006 langsung gantung sepatu setelah laga tersebut. FIGC pun berbenah. Selain berganti Presiden, mereka juga menunjuk Mancini sebagai pelatih kepala dengan satu misi yang jelas: membangkitkan timnas Italia.

Pengalaman pelatih berusia 53 tahun yang pernah menjadi pesepakbola profesional, serta melatih di Fiorentina, Lazio, Inter Milan, Manchester City, Galatasaray, dan Zenit Saint Petersburg, diharapkan dapat membangkitkan Gli Azzurri – julukan Italia.

Mancio – sapaan akrab Mancini – akan memainkan dua laga kompetitif pertamanya melawan Polandia dan Portugal di ajang Liga Negara Eropa. Beberapa perubahan dalam upaya membangkitkan Italia pasca gagal lolos Piala Dunia juga mulai terlihat.

Seperti kata Sacchi, Mancini tidak bisa bekerja sendirian. Tapi, ia bisa memberikan perubahan dengan skuat dan pemain-pemain yang dimilikinya.

Ujung Tombak Bernama Mario Balotelli

Mario Balotelli. Foto: Zimbio

Label ‘Bad Boy’ yang melekat Mario Balotelli begitu susah dihilangkan publik. Maklum, di balik keganasannya mencetak gol, Balotelli seringkali berulah dengan aksi-aksi di luar lapangan yang memicu kontroversi. Namun, bad boy (anak yang nakal) juga bisa berubah menjadi pria dewasa.

Dua tahun bermain di Nice, Balotelli mengubah fokusnya khusus ke sepak bola dan mampu mengembalikan ketajamannya yang hilang di Liverpool, dengan menorehkan 43 gol dari total 65 laga di Ligue 1. Kendati tampil hebat, Balotelli tidak sama sekali dilirik oleh Ventura untuk memanggilnya kembali ke Italia.

Mancini datang, ia langsung memanggil mantan anak asuhnya di Inter dan Man City ke dalam skuat Italia. Pada Mei silam, pemain berusia 28 tahun menorehkan gol pertamanya – sejak 2014 - untuk Italia pada laga uji coba kontra Arab Saudi.

Italia butuh sosok striker sarat pengalaman dan berkualitas di lini depan. Kehadiran Balotelli – yang sudah berubah – dapat memotivasi striker lainnya seperti Ciro Immobile dan Andrea Belotti, serta jadi mentor bagi penyerang muda layaknya Federico Chiesa dan Domenico Berardi.

Filosofi Mancini

Roberto Mancini. Foto: Zimbio

Pelatih berusia 53 tahun melihat perlunya Italia melakukan regenerasi seperti Inggris, Prancis, dan Belanda. Mancini berani bereksperimen memanggil banyak pemain muda berbakat yang bermain di Serie A ke dalam skuatnya seperti: Nicolo Zaniolo, Marco Benassi, Chiesa, Manuel Lazzari, dan Nicolo Barella.

Tentu saja, Mancini juga tahu terlalu berisiko memasang seluruh pemain muda dalam skuatnya dan menempatkan pemain senior sebagai mentor mereka. Duet bek sehati dan berkualitas, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, masih setia mengawal pertahanan Italia. Pun begitu Marco Verratti, Jorginho, dan Lorenzo Insigne yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung tim di antara pemain muda Italia.

Mancini sangat serius mengembangkan para pemain muda tersebut. Ia sampai meminta kepada klub-klub Serie A untuk lebih sering memainkan pemain-pemain muda yang kalah bersaing dengan pemain asing. Kombinasi pemain muda-senior ala Mancini bisa jadi mengawali kebangkitan timnas Italia.

Potensi Perubahan Tradisi Bermain

Sesi latihan timnas Italia. Foto: Zimbio

Catenaccio identik dengan tradisi bermain Italia yang menitikberatkan pada pertahanan tim, membentuk pertahanan yang sangat rapat, solid, terorganisir sebelum melancarkan serangan yang dibarengi tingkat konversi tinggi dalam mengubah peluang menjadi gol. Permainan ini juga diimbangi dengan detaik taktik yang tinggi.

Akan tapi penunjukkan Mancini, yang dahulu berposisi sebagai penyerang dan trequartista, berpotensi mengubah tradisi itu. Italia bisa lebih ofensif untuk mengakomodasi kreativitas dan talenta yang dimiliki anak asuhnya.

“Penunjukkannya, kendati demikian, mengartikan bahwa kita semua akan berpotensi melihat Italia yang menjauh dari nilai-nilai original mereka akan taktik dan stabilitas bertahan, untuk lebih menerapkan strategi ofensif, mengambil keuntungan penuh dari kreativitas pemain dan ancaman ofensif,” bentuk tulisan di Sky Sports.

Jika benar demikian, maka Mancini bak melakukan pertaruhan mengubah tradisi panjang Italia. Namun, jika hasilnya positif dan bagus-bagus saja, publik rasanya juga tidak terlalu peduli dengan cara Italia bermain. (*/Bolaskor)

#Roberto Mancini #Timnas Italia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, Claudio Ranieri Jadi Direktur Teknik
Roberto Mancini resmi kembali menjabat sebagai pelatih Timnas Italia.
Frengky Aruan - Rabu, 29 Juli 2026
Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, Claudio Ranieri Jadi Direktur Teknik
Olahraga
Andrea Pirlo Mundur dari Kandidat Pelatih Timnas Italia, Polemik Duta Judi Jadi Pemicunya
Andrea Pirlo resmi mundur dari bursa transfer pelatih timnas Italia. Ia diketahui menjadi duta perusahaan judi asal Rusia, yang menjadi polemik.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Andrea Pirlo Mundur dari Kandidat Pelatih Timnas Italia, Polemik Duta Judi Jadi Pemicunya
Olahraga
Pep Guardiola Resmi Tolak Kursi Pelatih Tim Nasional Italia, Andrea Pirlo Jadi Kandidat Terkuat
Langkah Federasi Sepak Bola Italia mendekati Pep Guardiola menjadi bagian dari upaya mendatangkan sosok berkualitas demi meningkatkan prestasi tim nasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
Pep Guardiola Resmi Tolak Kursi Pelatih Tim Nasional Italia, Andrea Pirlo Jadi Kandidat Terkuat
Olahraga
FIGC Buka Peluang Pengecualian, Siap Penuhi Gaji Pep Guardiola
Selama ini, besarnya gaji Pep Guardiola dianggap menjadi kendala utama
Frengky Aruan - Rabu, 22 Juli 2026
FIGC Buka Peluang Pengecualian, Siap Penuhi Gaji Pep Guardiola
Olahraga
Bukan Antonio Conte Atau Roberto Mancini, Paolo Maldini Bidik Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia
Keputusan kontroversial meninggalkan tim nasional demi tawaran Arab Saudi pada musim panas 2023 menjadi catatan merah bagi manajemen baru
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Bukan Antonio Conte Atau Roberto Mancini, Paolo Maldini Bidik Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia
Olahraga
Paolo Maldini-Leonardo Resmi Pegang Kendali di FIGC, Targetkan Italia Angkat Trofi Euro dan Lolos Kualifikasi Piala Dunia 2030
Diskusi intensif selama dua pekan terakhir berhasil merumuskan cetak biru pengembangan taktis komprehensif bagi skuad nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Paolo Maldini-Leonardo Resmi Pegang Kendali di FIGC, Targetkan Italia Angkat Trofi Euro dan Lolos Kualifikasi Piala Dunia 2030
Olahraga
PSG Datangkan Kiper Masa Depan Timnas Italia, Renato Marin Dipinjamkan
Adalah kiper 18 tahun Alessandro Longoni yang didatangkan PSG dari AC Milan seperti dilaporkan pakar transfer, Fabrizio Romano.
Frengky Aruan - Senin, 29 Juni 2026
PSG Datangkan Kiper Masa Depan Timnas Italia, Renato Marin Dipinjamkan
Olahraga
Link Live Streaming Yunani vs Italia, 8 Juni 2026
Link live streaming Yunani vs Italia akan dimulai Senin (8/6) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi hiburan karena keduanya gagal ke Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Link Live Streaming Yunani vs Italia, 8 Juni 2026
Bagikan