Mengenal Kostrad, Satuan AD yang Pernah Dipimpin Soeharto

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 30 Oktober 2024
Mengenal Kostrad, Satuan AD yang Pernah Dipimpin Soeharto

Pasukan Yonif 305/Tengkorak melakukan latihan persiapan Aksi Jungar di pesawat Hercules milik TNI AU. (ANTARA/Ho-Humas Penkostrad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kostrad atau Komando Strategis Angkatan Darat merupakan Komando cadangan yang berada di TNI Angkatan Darat (AD). Kostrad dibentuk pada awal tahun 1961 tepatnya tanggal 6 Maret 1961, yang kini ditetapkan sebagai hari lahirnya.

Saat itu Kostrad diresmikan dengan nama Cadangan Umum Angkatan Darat (CADUAD), dimana Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi Panglima KORRA I CADUAD.

Adapun pengisian personel KORRA I CADUAD diambil dari Kodam-Kodam, serta pendidikan dasar masing-masing kecabangan.

Dengan demikian, KORRA I/CADUAD saat itu mempunyai kekuatan I Divisi Inf dengan memiliki pasukan inti 1 Brigade Para, satuan Banpur dan satuan Banmin.

Sementara dalam bentuk organisasinya, Kostrad mempunyai bentuk komando lapangan yang terdiri dari Markas Komando, Markas Divisi, Brigade dan gugusan tempur bantuan tempur dan Bantuan administrasi.

Dalam hal ini, Kostrad berkedudukan sebagai komando utama (Kotama) yang pembinaannya berkedudukan langsung dibawah Kasad. Sementara operasional Kostrad berkedudukan langsung dibawah Panglima TNI.

Baca juga:

Mengenal Satgas Intelijen Kopkamtib Yang Berubah Jadi BAIS TNI

Sejak dibentuk pertama kali, Kostrad yang kala itu masih bernama KORRA I/CADUAD diberi kepercayaan untuk melaksanakan sejumlah tugas besar. Salah satunya yang terkenal adalah operasi TRIKORA untuk membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda.

Dikutip dari laman resmi Kostrad kostrad.mil.id, dituliskan bahwa tugas Kostrad yakni, membina kesiapan operasional atas segenap jajaran komandonya dan menyelenggarakan operasi pertahanan tingkat strategis sesuai dengan kebijaksanaan Panglima TNI.

Terdapat dua fungsi utama Kostrad yakni menyelenggarakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan atau Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Untuk OMSP, Kostrad berfungsi menjalankan 7 tugas seperti intelijen, operasi latihan kesiapan satuan, pengembangan SDM pendukung tugas Kostrad, logistik mulai dari pembekalan, pemeliharaan hingga angkutan.

Kemudian, kegiatan bidang teritorial, Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), dan yang terakhir pengawasan dan pemeriksaan.

Semua tugas dan fungsi tersebut diselenggarakan agar seluruh program kerja dapat terlaksana secara akuntabel dalam rangka mendukung tugas pokok Kostrad.

Baca juga:

Mengenal Sat-81/Gultor Kopassus, Pasukan Khusus Bentukan Prabowo dan Luhut

Demi melaksanakan tugas dan fungsinya, Kostrad memiliki 3 satuan yang terdiri dari Divisi Infanteri I, Divisi Infanteri 2, dan Divisi Infanteri 3.

Divisi Infanteri I

Kekuatan dan klasifikasi pasukan Divisi Infanteri 1 Kostrad menjadi salah satu bagian dari pasukan pemukul reaksi cepat atau PPRC TNI yaitu satuan komando tugas TNI yang dibentuk khusus dan berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.

Dalam tugas pokoknya PPRC merupakan penindak awal terhadap trouble spot yang terjadi di wilayah tertentu untuk melaksanakan operasi berdiri sendiri atau membantu komando operasional lain baik dalam OMP atau OMSP.

Divisi Infanteri 2

Merujuk pada meputusan Kasad Nomor Kep/9/V/1978 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Tugas Kostrad ), Kopur II yang kini bernams Divisi Infanteri 2 KOSTRAD, berada pada tingkat komando satuan pelaksana.

Sebagai konsekuensinya, divisi ini diberi delegasi wewenang pembinaan terhadap satuan Infanteri. Sejak tanggal 8 Maret 1979 satuan Brigif 6, Brigif 9 dan Brigif 13 beserta jajarannya berada di bawah komando pengendalian serta pembinaan Pangkopur II sesuai dengan Surat Perintah Pangkostrad Nomor Sprin /347/III/1979 tanggal 8 Maret 1979.

Divisi Infanteri 3

Divisi Infanteri 3 Kostrad merupakan satuan baru di bawah jajaran Kostrad yang memiliki tugas pokok membina kesiapan operasional satuan-satuan tempur di bawah komandonya agar senantiasa siap dihadapkan kepada kemungkinan pelaksanaan tugas pada tingkat strategis.

Baca juga:

Sosok ‘Bayangan’ Wapres Gibran yang Ternyata Anggota Pasukan Khusus

Arti Lambang Kostrad

Lambang Kostrad diambil dari kisah pewayangan perang Bharatayuda adalah perang saudara antara Pandawa dan Kurawa di tegal Kurusetra. Dalam perang tersebut Arjuna sebagai putra panengah Pandawa naik kereta dengan kusirnya Prabu Kresna yang sekaligus sebagai penasehatnya Pandawa.

Dalam kisah tersebut, Kresna memiliki senjata pamungkas yang tidak sembarangan waktu keluarnya, tapi kalau sudah keluar tidak ada satu prajurit pun yang mampu mengalahkan kesaktiannya, yaitu ”Cakra”. Senjata cakra ini dijadikan inspirasi sebagai lambang ”Kostrad".

Dalam sejarah lain, lambang ”Cakra” sudah ada sejak zaman purbakala sebagai lambang negara, yang mempunyai makna yang tangguh dan tegas dalam menjalankan kewajibannya.

Selain itu, Cakra juga diyakini sebagai senjata astuti yang secara lahiriah sebagai juru selamat yang ampuh yang dapat digunakan sebagai senjata budi.

Cakra juga diyakini sebagai ”Sapta agni” lambang senjata yang menentukan dimana tujuh gigi yang berupa obor melambangkan tujuh pedoman TNI adalah yang meliputi kekuatan, kesaktian dan keabadian sapta marga.

Sementara lingkaran dalam dihiasi dengan bunga teratai berdaun lima melambangkan kebenaran, kesucian dan keagungan Pancasila sekaligus menunjukan kekuatan persatuan. (Pon)

#Kostrad #TNI #TNI AD
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Indonesia
TNI Bakal Bangun 6.382 Jembatan di Seluruh Indonesia, Minta Dukungan Pemda
TNI menargetkan setiap Korem membangun 10 sampai 15 jembatan per bulannya. Dan nantinya akan membentuk tim yang banyak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
TNI Bakal Bangun 6.382 Jembatan di Seluruh Indonesia, Minta Dukungan Pemda
Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Olahraga
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Atlet-atlet dari unsur TNI mendapat kenaikan pangkat hingga menjadi perwira setelah meraih prestasi di SEA Games 2025.
Frengky Aruan - Kamis, 08 Januari 2026
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Berita
Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya
Rekrutmen TNI AD Tamtama 2026 resmi dibuka. Simak cara daftar online, syarat lengkap, dan jadwal seleksi terbaru agar tidak salah langkah.
ImanK - Selasa, 06 Januari 2026
Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya
Indonesia
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
TNI menegaskan kehadiran prajurit di sidang dugaan korupsi Nadiem Makarim hanya untuk pengamanan sesuai MoU dengan Kejaksaan dan Perpres Nomor 66 Tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
Indonesia
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Personel TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatra mendapatkan uang makan dan uang lelah
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Indonesia
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
Saat ini TNI, Polri, bersama Kementerian/Lembaga bekerja secara maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
Indonesia
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Logistik yang sudah didistribusikan sejumlah 2.669,53 ton. Logistik itu dikirimkan baik melalui jalur udara maupun darat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Bagikan