Mengenal Hurry Sickness, Perasaan Selalu Tergesa-gesa

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 11 Februari 2022
Mengenal Hurry Sickness, Perasaan Selalu Tergesa-gesa

Melakukan segala pekerjaan dengan tegesa-gesa. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU termasuk orang yang selalu merasa tergesa-gesa setiap melakukan sesuatu? Bisa jadi ini tanda bahwa kamu mengalami hurry sickness. Lalu, apa sih sebenarnya hurry sickness dan apa saja ciri-cirinya?

Mengutip laman Alodokter, hurry sickness merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa tegesa-gesa atau tidak sabar untuk segera menyelesaikan setiap hal atau pekerjaan yang dilakukan. Kondisi ini umumnya timbul karena seseorang ingin memanfaatkan momen atau waktu yang ia miliki dengan semaksimal mungkin.

Belakangan ini, hurry sickness kian diperparah seiring dengan berkembangnya teknologi yang dirancang untuk membuat hidup menjadi lebih mudah. Hal ini menuntut kita untuk bisa melakukan lebih banyak hal dalam jangka waktu yang singkat.

Padahal, alih-alih membawa hasil yang maksimal, melakukan sesuatu terlalu cepat justru dapat mengurangi efektivitas kerja, bahkan membawa dampak yang tidak baik bagi kesehatan mental dan fisik.

Baca juga:

Main Gadget saat Perjalanan Darat Bukin Pusing, Ini Alasan Medisnya

Mengenal Hurry Sickness, Perasaan Selalu Tergesa-gesa
Jangan ragu untuk menolak permintaan orang lain. (Foto: Pexels/Monstera)


Terdapat beberapa tanda lain dari kondisi hurry sickness, seperti sulit berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan, kerap membuat kesalahan saat melakukan berbagai pekerjaan, selalu mencari cara untuk menghemat waktu, dan merasa kesal atau marah saat menghadapi hal-hal yang dapat menunda pekerjaan.

Apabila kamu mengalami tanda-tanda tersebut dalam jangka waktu yang lama, kamu perlu waspada. Pasalnya ini dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan mental, seperti memicu stres bahkan gangguan kecemasan. Jika dibiarkan, kamu akan mengalami susah tidur, kelelahan, nafsu makan berubah, hingga sakit kepala.

Ada beberapa cara mengatasi hurry sickness yang bisa kamu coba, yang pertama buat skala prioritas, Kau bisa lo bekerja dengan cara yang lebih efisien yakni dengan membuat skala prioritas harian. Mulai sekarang, cobalah untuk membagi tugas harianmu ke dalam empat skala prioritas, yaitu penting-mendesak, tidak penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-tidak mendesak.

Baca juga:

Apa itu Morning Sickness? Bikin Bumil tak Semangat

Mengenal Hurry Sickness, Perasaan Selalu Tergesa-gesa
Kesehatanmu adalah hal yang harus diprioritaskan. (Foto: Unsplash/Victor Freitas)

Kedua, kenali batasan diri. Tanpa disadari, kamu mungkin sering menjadi people pleaser atau sulit menolak permintaan orang lain. Nah pada akhirnya, kebiasaan ini menyebabkan timbulnya hurry sickness pada diri sendiri. Oleh sebab itu, kamu harus bisa mengenali dan menetapkan batasan bagi dirimu sendiri.

Contohnya ketika temanmu meminta tolong padahal kerjaanmu sendiri masih banyak, kamu bisa kok menolaknya dengan baik.

Yang terakhir adalah prioritaskan kesehatan tubuh. Sebanyak apa pun pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakan, ingatlah bahwa kesehatan tubuhmu adalah hal terpenting yang harus kamu jaga. Jadi, mulai sekarang, jagalah kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian, dan olahraga. (and)

Baca juga:

4 Jenis Makanan dan Obat yang Sebaiknya Dikonsumsi Selama Morning Sickness

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan