Lapsus: Gelora Pertempuran Surabaya

Membelah Kota Jakarta, Menziarahi Makam Brigjen Mallaby yang Tewas di Surabaya

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Kamis, 09 November 2017
Membelah Kota Jakarta, Menziarahi Makam Brigjen Mallaby yang Tewas di Surabaya

Nisan makam AWS Mallaby panglima pasukan Inggris Brigade India.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIHIMPIT gedung-gedung tinggi dan permukiman padat penduduk, sebuah komplek makam di pusat kota Jakarta menyimpan kisah Gelora Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Butuh usaha ekstra agar bisa sampai ke lokasi. Perjalanan menuju lokasi bisa dijangkau melalui Jalan Dr Saharjo, atau Jalan Pendawa (parkir luar Mall Kasablanka), maupun Jalan Taman Rasuna Selatan via Menteng Atas Barat. Semua jalur masuk tersebut akan menuju satu lokasi, Jalan Menteng Pulo Raya.

Di sisi kanan dan kiri Jalan Menteng Pulo Raya, nampak bermacam kompleks makam dipisah menurut kepercayaan dan agama. Ada makam Islam, Kristen, Konghucu. Sementara sisanya, dibedakan berdasar faktor historis, seperti Ereveld Menteng Pulo, kompleks makam tentara Belanda dan Jakarta War Cemetery (JWC), kompleks makam tentara Sekutu.

Dua lokasi terakhir hanya dipisah pagar. JWC berada di Jalan Menteng Pulo IX, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Kami harus mengambil Jalan Menteng Pulo II lalu menelusur gang Masjid Jamia Yaitul Iman, karena pintu depan sedang diperbaiki.

“Pintu depan sedang kami perbaiki, rumput, tanaman, dan nisan juga sedang dibersihkan untuk perayaan Remeberance Day tanggal 11 November nanti,” ujar Sutiadi Aripin, Manajer Indonesia Pasifik Area, Penanggung Jawab JWC.

Remeberance Day atau Poppy Day merupakan peringatan tewasnya para tentara Persemakmuran (Commonwealth of Nations) pada Perang Dunia I. Pada peringatan tersebut di lokasi JCW, menurut Aripin, dihadairi para duta besar negara Persemakmuran, beberapa veteran perang, dan keluarga.

Di komplek JWC terdapat 1.811 makam. Sebanyak 236 makam merupakan korban tewas tak dikenal. Sisanya merupakan 715 makam tentara Inggris, 304 pasukan brigade India, 96 tentara Australia, 4 tentara Kanada, 2 Selandia Baru, 1 Afrika, 1 Burma, 22 Melayu, dan 36 lainnya.

“Tidak ada perbedaan makam perwira dan pasukan di sini. Semua sama. Hanya dibedakan berdasarkan lokasi menurut keyakinan. Ada makam Hindu, lalu Islam, dan Kristen,” ungkap Aripin.

JWC, lanjut Aripin, merupakan pemakaman bagi serdadu Persemakmuran nan gugur saat mempertahankan Jawa dan Sumatera dari tangan Jepang dan sebagian merupakan korban Jaman Bersiap, serta tewas pada peristiwa Pertempuran Surabaya, 10 November 1945.

“Ya, di sini ada makam Mallaby. Jenazahnya sebelumnya dimakamkan di pemakaman Kembang Kuning, lalu dipindah ke sini tahun 1960-an,” imbuh Aripin.

Brigadir Jendral AWS Mallaby, Komandan Pasukan Birgade 49 Infantri India, tewas di dalam mobil Lincoln berwarna abu-abu tepat berada di depan gedung Internatio, sore hari 30 Oktober 1945. Kronologis kematian seorang komandan pemenang Perang Dunia II tersebut masih menjadi misteri.

Makam Mallaby berada di ujung sebelah kiri arah pintu masuk gerbang utama. Tak nampak perbedaan dengan makam lainnya. Semua makam memang sama, tanpa gundukan, bernisan, tanpa ada tanda salib seperti makam Belanda di komplek sebelah, maupun tanda lainnya.

Jenazah Mallaby dipindahkan bersamaan dengan serdadu lainnya dari Palembang, Medan, dan Muntok. Awalnya, hanya JWC terdiri dari 474 makam. Kemudian tanah diperluas dan total menjadi 1811 makam hingga kini.

JWC dibuka tiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00-17.00 WIB untuk umum. Selain merasakan ketenangan dan keasrian tanaman dan hamparan rumput hijau di tengah kota, pengunjung juga belajar sejarah, terutama pertempuran sengit arek Surabaya. (*)

#Gelora Pertempuran Surabaya #Brigjen Mallaby #Hari Pahlawan #Pertempuran Surabaya #Pertempuran 10 November 1945
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Peristiwa heroik di Surabaya pada 1945 menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia mampu meraih kemenangan ketika bersatu menghadapi ancaman bersama. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberikan selamat kepada putra presiden kedua RI Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (kanan) Bambang Trihatmodjo (kiri) dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana usai upacara pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan sembilan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Indonesia
Jasa Besar Gus Dur sebagai Bapak 'Pluralisme' Indonesia: dari Penghapusan Diskriminasi hingga Gelar Pahlawan Nasional
Gus Dur resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Dikenal sebagai ‘Bapak Pluralisme’, jasa besar Gus Dur bagi umat Tionghoa dan perjuangannya menegakkan kesetaraan menjadi warisan abadi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Jasa Besar Gus Dur sebagai Bapak 'Pluralisme' Indonesia: dari Penghapusan Diskriminasi hingga Gelar Pahlawan Nasional
Indonesia
Dari Penumpas G30S PKI hingga Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan Sarwo Edhie Wibowo
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh militer penumpas G30S/PKI dan ayah mertua Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Dari Penumpas G30S PKI hingga Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan Sarwo Edhie Wibowo
Indonesia
Dari Pabrik Porong ke Istana Negara, Profil dan Perjuangan Marsinah hingga Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang tewas pada 1993.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Dari Pabrik Porong ke Istana Negara, Profil dan Perjuangan Marsinah hingga Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Indonesia
10 Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Prabowo Hari Ini: Profil Lengkap dan Jasa Mereka untuk Indonesia
Daftar 10 pahlawan nasional 2025: Gus Dur, Soeharto, Marsinah, dan 7 tokoh lainnya. Ketahui profil, biografi, dan jasa-jasa mereka bagi bangsa Indonesia.
ImanK - Senin, 10 November 2025
10 Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Prabowo Hari Ini: Profil Lengkap dan Jasa Mereka untuk Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Resmi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto
Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto di Istana Negara, Jakarta. Keputusan ini tertuang dalam Keppres Nomor 116/TK Tahun 2025 dan menuai pro-kontra publik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Presiden Prabowo Resmi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto
Indonesia
Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, dari Prajurit PETA hingga Presiden 32 Tahun
Presiden ke-2 RI Soeharto akan diumumkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Simak perjalanan hidup, karier militer, masa kepemimpinan, hingga kontroversinya selama 32 tahun memerintah Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, dari Prajurit PETA hingga Presiden 32 Tahun
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Ziarah Nasional Hari Pahlawan
Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Ziarah Nasional dan Renungan Suci Hari Pahlawan 2025 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (9/11/2025). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Ziarah Nasional Hari Pahlawan
Indonesia
Prabowo Ingatkan Wasiat Bung Tomo yang Harus Diingat Seluruh Rakyat Indonesia, Jangan Sampai Jasa Pahlawan Pertempuran Surabaya Dilupakan
Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran memimpin Renungan Suci Hari Pahlawan di TMP Kalibata
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 November 2025
Prabowo Ingatkan Wasiat Bung Tomo yang Harus Diingat Seluruh Rakyat Indonesia, Jangan Sampai Jasa Pahlawan Pertempuran Surabaya Dilupakan
Bagikan