Manuskrip Kuno Ini Merekam Masa Lalu Tsunami di Beberapa Daerah!

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Minggu, 23 Desember 2018
Manuskrip Kuno Ini Merekam Masa Lalu Tsunami di Beberapa Daerah!

Kura-Kura raksasa dan dua ekor naga. (Foto/kb.alitmd.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEEKOR kura-kura raksasa bernama Bedawangnala diikat dan dikubur jauh dalam perut bumi. Dua ekor naga bernama Anantabhoga dan Basuki ditugasi untuk memegang tali pengikat sang kura-kura. Jika Bedawengnala mengamuk, bumi akan bergoncang keras dan terjadilah bencana.

Dalam kisah ini, Bedawangnala atau si kura-kura raksasa merupakan lambang dari magma bawah gunung berapi, sedangkan Anantabhoga melambangkan tanah, dan Basuki merupakan simbol air. Ketiganya merupakan mitologi masyarakat Bali tentang fenomena alam.

"Jika Bedawangnala menggeliat dan memicu erupsi gunung berapi, Anantabhoga juga ikut bergerak dan terjadi gempa," tulis Zamidra dalam Makhluk Mitologi Sedunia. Dan apabila Bedawangnala semakin aktif, giliran Basuki terusik, lalu mengakibatkan tsunami.

Kepercayaan turun-temurun tersebut, juga banyak dijumpai pada manuskrip Nusantara. Rekaman terhadap kejadian besar di masa lalu, terutama terkait fenomena alam, seperti gunung meletus hingga tsunami. Berikut beberapa manuskrip berisi catatan mengenai tsunami;

1. Syair Nandong (Aceh)

Masyarakat Aceh sedang malantunkan syair Nandong di pinggir pantai. (Foto/amonmawi.blogspot.com)
Masyarakat Aceh sedang malantunkan syair Nandong di pinggir pantai. (Foto/amonmawi.blogspot.com)

Daerah Aceh termasuk wilayah berpotensi besar dilanda gempa bumi dan tsunami. Rentetanya, mulai pemerintahan Sultan Iskandar Muda tahun 1621, kemudian 1907, 1964, serta 2004 lalu.

Saking seringnya melanda Aceh, masyarakat setempat mengabadikannya dalam sebuah puisi tradis, Syair Nandong. Isinya bercerita tentang bagaimana cara melihat tanda-tanda terjadinya tsunami.

Syair ini tak lekang waktu, berabad-abad sudah berlalu namun masyarakat masih lihai melafalkannya.

Anga linon ne mali
Uwek suruik sahuli
Maheya mihawali fano me singa tenggi
Ede smong kahanne

Jika gempanya kuat
Disusul air yang surut
Segeralah cari tempat yang lebih tinggi
Itulah tsunami namanya

2. Babad Buleleng dari Bali

tsunami bali
Babad Ratu Panji Sakti merekam tsunami di Bali 1815. (archive.org)

Tsunami pernah melanda Bali pada 1815. Babad Buleleng dan Babad Ratu Panji Sakti merekam kejadiaan tersebut, dimulai dengan gempa lalu disusul air bah besar.

Dari gempa dahsyat, tak lama berselang air laut tinggi menyapu bersih kampung-kampung di Buleleng. Dalam babad tersebut juga tercatat jumlah sebanyak 10.523 korban meninggal akibat kejadian tersebut.

3. Lontarak Pangissengeng (Bugis)

Lembaran Lontarak Pangissengeng. (Foto/satupiece.wordpress.com)
Lembaran Lontarak Pangissengeng. (Foto/satupiece.wordpress.com)

Salah satu naskah kuno Bugis menaja hubungan gempa bumi dan bencana alam dengan perilaku masyarakat. Bencana itu terjadi, menurut Lontarak Pangissengeng, lantaran tingkah laku buruk para masyarkatnya.

"Gempa bumi terjadi karena tingkah laku manusia. Orang-orang besar atau para pemimpin bertikai, demikian pula orang banyak atau masyarakat luas," tulis Ahmad Yunus dalam Lontarak Pangissengeng Daerah Sulawesi Selatan . (*)

Baca Juga: Profil Aa Jimmy, Pelawak Kocak yang Meninggal Saat Tsunami

#Tsunami #Peringatan Tsunami #Raja Nusantara #Sejarah
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Lifestyle
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Tanggal 7 Mei memperingati apa? Simak 10 peristiwa penting, Hari Perjanjian Roem-Royen, Hari Kopi Nasional, hingga peringatan dunia yang jarang diketahui.
ImanK - Rabu, 06 Mei 2026
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Lifestyle
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
5 Mei memperingati berbagai hari penting seperti Hari Bidan Internasional, Hari Kebersihan Tangan Sedunia, hingga Hari Lembaga Sosial Desa. Simak ulasannya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
Lifestyle
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Tanggal 4 Mei memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional hingga Star Wars Day. Simak daftar lengkap peristiwa penting di Indonesia dan dunia.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Dunia
Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Japan Meteorological Agency memperingatkan gempa dengan skala serupa dapat terjadi dalam sepekan mendatang.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
 Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Dunia
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Gempa terjadi pukul 16.53 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, berpusat di perairan dekat Prefektur Iwate.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Dunia
Gempa M7,5 Guncang Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 3 Meter
Gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang Jepang utara, Senin (20/4). JMA keluarkan peringatan tsunami hingga 3 meter di Iwate, Aomori, dan Hokkaido.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Gempa M7,5 Guncang Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 3 Meter
Olahraga
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Gol Neeskens tersebut tercatat sebagai gol tercepat yang pernah tercipta dalam sebuah laga final Piala Dunia pria hingga saat ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 04 April 2026
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Indonesia
BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir
Bagikan