Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Tanpa Melanggar Privasi

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 06 April 2023
Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Tanpa Melanggar Privasi

AI juga memberikan potensi negatif terhadap data individu. (Foto: Pexels/thisisengineering)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kian cepat dan masif, menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi pelanggaran privasi atas data yang dikumpulkan dan dimanfaatkan dalam teknologi ini.

Kekhawatiran itu, setidaknya tampak dari hasil survei Organisasi Konsumen Eropa (European Consumer Organization) pada 2020 yang menyebut, 45-60 persen masyarakat di Benua Biru percaya bahwa penggunaan teknologi AI di berbagai sektor, akan menyebabkan lebih banyak penyalahgunaan data pribadi.

Dalam publikasinya di situs World Economic Forum, pendiri perusahaan keamanan siber CUJO AI, Einaras von Gravrock mengatakan kekhawatiran masyarakat itu bukannya tanpa alasan. Sebab, AI merupakan teknologi yang dapat mengumpulkan dan menggunakan data masyarakat, yang mungkin saja termasuk informasi sensitif. Ada banyak layanan dan produk online populer yang mengandalkan kumpulan data besar untuk mengajarkan dan meningkatkan algoritma AI mereka.

Karena itu, Einaras menyebutkan praktik perlindungan privasi dan manajemen data yang baik lebih berkaitan dengan nilai-nilai organisasi, proses bisnis, dan manajemen keamanan pada perusahaan atau institusi yang memanfaatkan teknologi AI.

Baca juga:

Main Hati dengan C.AI Bot untuk Mengisi Kekosonganmu

Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Tanpa Melanggar Privasi
Keberlangsungan teknologi AI sangat bergantung pada perlindungan privasi. (Foto: Pexels/Markus Spiske)

"Keberlangsungan teknologi AI sangat bergantung pada perlindungan privasi yang menjadi bagian integral dari desainnya," dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com.

Salah satu sektor yang sangat sensitif terhadap isu perlindungan privasi dan manajemen data adalah jasa keuangan dan medis. Dua sektor ini pun, belakangan mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong efisiensi dan peningkatan kualitas dalam proses kerja mereka.

“Misalnya saja, penggunaan AI untuk membantu dokter mendeteksi suatu penyakit, atau pemanfaatan AI untuk mengecek praktik kejahatan finansial di dalam dunia perbankan,” ujar Ketua Progam Studi S1 Computer Systems Engineering Universitas Prasetiya Mulya Agung Alfiansyah.

Baca Juga:

Ketika Idol K-Pop Main Hati dengan Penggemarnya

Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Tanpa Melanggar Privasi
Salah satu sektor yang sangat sensitif terhadap isu perlindungan privasi dan manajemen data adalah jasa keuangan dan medis. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)


Dalam konteks pemanfaatan AI di dunia medis, Agung melanjutkan, saat ini kian banyak sistem diagnosa berbasis AI yang diujicoba untuk diimplementasikan secara luas untuk kesehatan.

Agung bersama tim mahasiswa Prasetiya Mulya termasuk sedang mengembangkan sistem AI yang dapat dimanfaatkan untuk membantu dokter mendeteksi penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Projek penelitian ini didanai oleh APNIC Foundation, lembaga internasional yang salah satu bidangnya adalah menaungi keamanan internet di Asia Pacific.

Sistem yang masih dalam tahap purwarupa ini, dikembangkan tim Prasetiya Mulya bersama mitra penelitian dari INSA Centre Val de Loire di Prancis. Pengembangan sistem machine learning lain yang telah dikembangkan Agung dan timnya dari Prancis tiga tahun yang lalu adalah sistem berbasis AI yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara.

“Kami merancang sistem yang dapat memilah dan mengelola repository data medis, agar informasi individual pasien yang bersifat privat tidak bisa diidentifikasi kembali siapa person-nya secara spesifik. Dengan sistem ini, kolaborasi dan pertukaran data antar rumah sakit bisa dilakukan dengan aman dan menjaga privacy pasien,” tutup Agung. (and)

Baca Juga:

5 Starter Pack New Mom untuk Main Hati Bersama si Kecil

#Teknologi #Artificial Intelligence
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Harga iPhone 16 hingga iPhone 17 Naik Rp 1,7 Juta, Ternyata ini Penyebabnya
Apple menaikkan harga iPhone 16 hingga iPhone 17. Penyebabnya dikarenakan permintaan memori yang tinggi.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Harga iPhone 16 hingga iPhone 17 Naik Rp 1,7 Juta, Ternyata ini Penyebabnya
Tekno
iPhone 18 Pro Max Tembus Skor 3,55 Juta di AnTuTu, Chip A20 Pro Unjuk Gigi!
iPhone 18 Pro Max mencetak skor tinggi di AnTuTu. HP tersebut meraih skor 3,55 juta di platform tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
iPhone 18 Pro Max Tembus Skor 3,55 Juta di AnTuTu, Chip A20 Pro Unjuk Gigi!
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi NCC, Isyaratkan Jadwal Peluncuran Global Lebih Cepat
Xiaomi 18 kini muncul di database NCC. HP tersebut kabarnya dijadwalkan meluncur lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi NCC, Isyaratkan Jadwal Peluncuran Global Lebih Cepat
Tekno
OPPO Find X10 Dipastikan Bawa 2 Kamera 200MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
OPPO Find X10 dipastikan membawa dua kamera 200MP. Lalu, ada baterai jumbo 8.000mAh yang jadi andalan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
OPPO Find X10 Dipastikan Bawa 2 Kamera 200MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Indonesia
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Hypernet Techonologies meluncurkan TokenKu.ai. Platform ini bisa mengakses 120 model ai.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Tekno
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Cek Spesifikasi hingga Harganya
iPhone 18 Pro dan Pro Max resmi meluncur. Kedua HP ini membawa banyak perubahan dibanding generasi sebelumnya.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Cek Spesifikasi hingga Harganya
Indonesia
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus Wapres adalah Eaglesense, sebuah teknologi yang berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pemantauan lingkungan, termasuk untuk mendeteksi perubahan kualitas udara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Tekno
Robot Humanoid Kini Bisa Dibeli Langsung di Indonesia, Tokonya di Jakarta Pusat!
Perusahaan robotika Chery, AiMOGA, resmi membuka Experience Store pertamanya di Agora Mall, Jakarta Pusat. Intip kecanggihan robot Mornine dan Argos di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Robot Humanoid Kini Bisa Dibeli Langsung di Indonesia, Tokonya di Jakarta Pusat!
Tekno
iPhone Duo Segera Hadir? Bocoran Harga dan Spesifikasinya Terungkap
iPhone Duo segera meluncur. Kini, bocoran harga dan spesifikasinya sudah terungkap. Harganya mencapai Rp 34 jutaan.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
iPhone Duo Segera Hadir? Bocoran Harga dan Spesifikasinya Terungkap
ShowBiz
Xiaomi 18 Fold Laris Manis di China, Penjualan Perdana Melonjak 310 Persen!
Xiaomi 18 Fold resmi rilis di China. HP ini mencatatkan penjualan mengesankan, yakni 310 persen.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Xiaomi 18 Fold Laris Manis di China, Penjualan Perdana Melonjak 310 Persen!
Bagikan