Wisata Indonesia

Mekotek, Tradisi Tolak Bala Masyarakat Mengwi Bali

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 10 Januari 2019
Mekotek, Tradisi Tolak Bala Masyarakat Mengwi Bali

Prosesi Mekotek di Mengwi, Bali. (Instagram/@denpasar.viral)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEKELOMPOK orang tampak bersemangat menyusun ratusan kayu membentuk piramid. Sejurus kemudian, tampak pula seorang pria merangkak naik. Iram tek,,tek,,tek,, yang terjadi karena gesekan antar kayu mengantarnya jauh ke pucuk.

Aktivitas di atas merupakan tradisi rutin yang dilakukan warga Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Masyarakat setempat menyebutnya Mekotek, selai itu, tradisi ini juga dikenal dengan nama Ngerebek.

1. Sejarah terlaksananya Tradisi Mekotek

Lukisan yang mengisahkan Puputan Bayu. (Foto/jejaktapak.com)
Lukisan yang mengisahkan Puputan Bayu. (Foto/jejaktapak.com)

Beberapa literasi mengatakan, tradisi Mekotek lahir pada zaman kerajaan Mengwi sedang jaya-jayanya. Tepatnya, tradisi ini dimulai saat penduduk Mengwi menyambut kepulangan para prajurit yang pulang dari medan perang usai mengalahkan kerajaan Blambangan di Pulau Jawa.

Pada awal lahirnya, tongkat yang dibuat serupa piramid berbahan dasar besi. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat merubah tongkat besi menggunakan kayu pulet yang sudah dikupas kulitnya dan diukur panjangnya sekitar 2-3,5 meter.

Sejak lahirnya tradisi ini rutin dilaksanakan, hingga 1915 pelarangan terjadi. Kala itu, Nusantara dijajah oleh Belanda. Pelarangan itu bukan tanpa alasan, Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC khawatir akan terjadi pemberontakan jika tetap mengizinkan tradisi ini.

#Tradisi #Bali #Tradisi Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Fun
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Kolaborasi dengan Minikino sejalan dengan salah satu pilar Noema yang menempatkan komunitas dan inklusivitas sebagai bagian penting dari identitas resor.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Indonesia
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Rencana yang disiapkan akan menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Badung dengan sejumlah kawasan pariwisata di Bali Selatan hingga Canggu.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Tradisi
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Tradisi Sripuan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di NTT. Warga menggelar arak-arakan gunungan, tradisi Roda, Ashrakkal, hingga doa bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Bagikan