Merahputih.com - Tensi panas di internal Real Madrid belum juga mendingin. Ketegangan baru muncul pasca kemenangan El Real kontra Real Oviedo.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, membantah keras klaim Kylian Mbappe yang merasa hanya menjadi pilihan keempat di lini serang Los Blancos.
Perselisihan mencuat setelah Mbappe memberikan pernyataan mengejutkan di mixed zone Stadion Santiago Bernabeu. Penyerang Prancis merasa Arbeloa menempatkan posisinya di bawah Vinicius Junior, Gonzalo Garcia, dan Franco Mastantuono.
Baca juga:
Kylian Mbappe Dicadangkan di Laga Real Madrid vs Real Oviedo, Sebut Cuma Penyerang Keempat
Klarifikasi Arbeloa Terkait Status Mbappe
Arbeloa menilai ada miskomunikasi fatal yang terjadi antara dirinya dan sang pemain. Mantan bek Madrid tersebut menegaskan tidak pernah meremehkan kapasitas Mbappe di skuad utama.
"Dia pasti salah paham. Sejujurnya, saya tidak tahu harus berkata apa karena saya tidak mungkin mengatakan kepadanya bahwa dia adalah penyerang keempat," ujar Arbeloa mengutip laman resmi klub.

Dalam laga tersebut, Arbeloa baru memasukkan Mbappe pada menit ke-69 untuk menggantikan Gonzalo Garcia. Namun, momen masuknya sang juara dunia 2018 itu justru mendapat sambutan negatif berupa cemoohan atau "boo" dari publik Santiago Bernabeu.
Otoritas Pelatih dan Produktivitas Gol
Meskipun Mbappe mengklaim kondisinya telah bugar 100 persen usai pulih dari cedera, Arbeloa memiliki pertimbangan sendiri dalam menyusun komposisi pemain. Arbeloa menegaskan bahwa keputusan bermain atau tidaknya seorang pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih.
"Jika saya tidak memainkannya, dia tidak bisa bermain. Itu jelas karena saya adalah pelatih, dan saya yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan. Saya tidak tahu bagaimana dia mungkin menafsirkannya," tegas Arbeloa.
Baca juga:
Menilik Hubungan Spesial Kylien Mbappe dan Cristiano Ronaldo di Tengah Prahara Real Madrid
Ironisnya, ketegangan ini muncul di tengah performa impresif Mbappe yang telah mengoleksi 41 gol dari 42 pertandingan musim ini. Torehan tersebut mendekati rekor musim perdananya di 2024/2025 yang mencatat 44 gol.
Kemenangan atas Oviedo sendiri memantapkan posisi Madrid di peringkat kedua klasemen dengan 80 poin, terpaut 11 angka dari Barcelona yang telah mengunci gelar juara.