Mbah Moen Sebut Ada Kesamaan Indonesia dengan Politik Zaman Rasulullah

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 24 November 2017
Mbah Moen Sebut Ada Kesamaan Indonesia dengan Politik Zaman Rasulullah

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen menyatakan ada kesamaan Indonesia dengan negara di zaman Rasulullah.

Pandangan terkait politik bernegara di zaman Rasulullah SAW itu dikemukakan Mbah Moen saat memberikan pengarahan pada Forum Bahtsul Masail Ad-Diniyah Al-Waqi'iyah Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Mataram, NTB, Jumat (24/11).

Dalam ceramahnya, kiai sepuh NU itu menjelaskan keserupaan Indonesia dan negara di zaman Rasulullah. Menurutnya, negara yang dibangun Rasulullah menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Di zamannya, Rasulullah SAW juga menghargai perbedaan pandangan.

Ia menilai, Rasulullah SAW sangat menghargai kesepakatan yang dibuat dengan kaum musyrikin Mekkah. Di zaman Rasulullah hal ini pun terjadi seperti di Indonesia.

"Indonesia ini memang bukan negara Islam. Tetapi Indonesia ini dijiwai oleh sila pertama, ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila inilah yang kemudian memancarkan kebaikan-kebaikan seperti tertuang dalam sila-sila berikutnya terkait kesejahteraan, persatuan, peradaban, keadilan sosial," kata Mbah Moen.

Ia menceritakan hubungan politik Rasulullah SAW dalam perjanjian Hudaibiyah atau hubungan Rasulullah dengan penguasa-penguasa negara yang beragama Nasrani.

"Rasulullah SAW juga tidak segan-segan berinteraksi secara personal dengan sahabat-sahabat dari Persi. Bahkan, Rasulullah memberikan tempat istimewa bagi Salman asal Persi karena pengalaman-pengalaman di negeri asalnya yang memiliki peradaban lebih tua," katanya. (*)

#Mbah Moen # NU #KH Maimoen Zubair
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Struktur kepengurusan baru tersebut selanjutnya akan menjalankan mandat organisasi serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum Muktamar Ke-35 NU.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
PBNU Umumkan Kepengurusan, Gudfan Arif Jadi Sekjen Geser Saifullah Yusuf
Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 557 orang.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Indonesia
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
NU selama ini dipandang sebagai organisasi keagamaan yang kekuatan utamanya bertumpu pada moralitas dan nilai-nilai keislaman.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
Indonesia
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Kemunculan banyak figur kandidat justru akan semakin memperkaya proses demokratisasi serta diskursus gagasan di internal organisasi. 

Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai tidak produktif dan jumlahnya terlalu banyak. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Bagikan